Peserta KKN UMM mendapat pembekalan Generasi Berencana

Peserta KKN UMM mendapat pembekalan Generasi Berencana

Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap 2013-2014 ini berlangsung di hall Universitas Muhammdiyah Malang, Dome, Sabtu (18/1) sangat  spesial. Hal ini karena dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kependudukan dan  Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof dr Fasli Jalal Ph.D SpGk. Selain itu juga hadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad PhD dan sebelumnya Panglima TNI Dr. Muldoko telah memberikan pembekalan.

Menurut Rektor UMM Dr Muhadjir Effendy MAP, kedatangan tokoh-tokoh  itu sejalan dengan kepentingan para peserta KKN yang tengah menyusun program-program praktis dan strategis di lokasinya masing-masing. Dengan pencerahan dari Kepala BKKBN, lanjutnya, tiap-tiap kelompok KKN dapat mengadakan program-program yang berkaitan dengan perencanaan keluarga dan kependudukan di desa-desa.

“Terlebih, sekarang ini kan masalah demografi atau kepadatan penduduk menjadi isu besar yang mempengaruhi berbagai isu lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, keuangan, tata kota, lingkungan, dan berbagai masalah krusial lainnya,” tutur Muhadjir.

Dengan kehadiran para tokoh itu Muhadjir berharap hasil KKN akan lebih baik dari sebelumnya, minimal tiga kali lipat.

Menurut Muhadjir, kerja sama dengamn BKKBN sudah dilakukan lama oleh UMM sejak Kepala BKKBN dipegang oleh dr. Mahar Marjono, kemudian diteruskan saat Kepala BKKBN dipegang oleh Prof. Dr. Haryono Suyono  dengan program NKKBS.

“Dan sekarang kerja sama dijalin lagi dengan pak Fasli, semoga  akan lebih bagus, karena ini adalah salah satu dari amal sholeh” ujar Prof. Muhadjir.

Sementara itu dijelaskan oleh Fasli, BKKBN berhasil mencegah angka kelahiran yang seharusnya 285 juta menjadi 205 juta pada tahun 2000. Lalu pada tahun 2010 angka kelahiran yang tercegah hampir mencapai 100 juta, yang seharusnya 340 juta menjadi 238 juta.

Dari 7,3 miliar penduduk dunia yang ada, diperkirakan akan meningkat menjadi 9,6 miliar pada tahun 2050 kelak. Untuk itu Fasli menghimbau para peserta KKN untuk turut membantu program BKKBN lewat program kerja KKN  mereka nanti, terutama berkaitan dengan sosialisasi  masalah pendewasaan usia perkawinan.

“Saatnya yang muda berencana.” Ucap Fasli seraya mengajak seluruh mahasiswa yang akan melakukan KKN meneriakkan yel-yel ketiga tersebut. Sebelumnya Prof. Fasli mengajarkan yang pertama salam Genre, dengan tiga jari terbuka dan dua jari membentuk angka nol, yang artinya zero tolerant terhadap  tiga masalah yakni sek bebas, narkotika dan bebas dari HIV AIDS. Kemudian yel-yel yang kedua salam Genre yang harus dijawab dengan generasi sehat, cerdas, ceria.

Fasli juga menjelaskan  untuk menggunakan pendekatan siklus hidup, lewat pembinaan ketahanan lansia, pembinaan ketahanan anak, pembinaan ketahanan remaja/pemuda, pengarahan kesehatan reproduksinya dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Acara ini di akhiri dengan pemakaian jaket oleh Rektor kepada Kepala BKKBN serta pemakaian jaket secara simbolis kepada mahasiswa KKN sekaligus melepas para peserta untuk melaksanakan KKN.

KKN Semester Genap 2013-2014 ini diikuti sebanyak 1260 mahasiswa. Mereka terbagi menjadi 40 kelompok yang akan melakukan program kerja di 80 persen  wilayah Jawa Timur atau kurang lebih 60 desa se-Jawa Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *