Pil KB Khusus Laki-laki Segera Diproduksi

Pil KB Khusus Laki-laki Segera Diproduksi

Gandarusa, pil anti hamil khusus untuk pria telah siap produksi. Paling cepat tahun ini tablet pil KB untuk pria ini siap diproduksi. Semua sudah menyelesaikan tahapan mulai penelitian hingga ujicoba dan tinggal diproduksi secara massal.

Ekstrak daun gandarusa sudah terbukti sangat tokcer mencegah kehamilan bagi sang istri. Meski berhubungan dengan pasangan, dengan mengunsumsi pil KB pria ini secara teratur kelahiran bica dicegah.

“Semua tahapan sebelum menjadi produk kesehatan sudah tuntas. Paling cepat, tahun ini pil gandarusa akan diproduksi secara massal,” ungkap Rektor Unair, Prof. Fasich, beberapa waktu lalu di kampusnya.

Adalah dosen farmasi Unair, Bambang Prayogo, yang berhasil mengambil ekstrak daun gandarusa (gendarussa vulgaris nee). Dengan memanfaatkan daun tumbuhan ini, Bambang telah sukses mengujikan kepada ratusan pasangan usia subur.

“Mereka adalah para akseptor keluarga berencana (KB). Setelah diujikan, berhasil. Gandarusa memang bisa mencegah pembuahan pada pasangan, Bahkan para pria mengaku makin jantan,” ucap Bambang.

Unair kini terus mendukung dan memfasilitasinya. Pihak kampus semakin giat menggandeng pihak ketiga termasuk dunia industri farmasi untuk meyakinkan temuan Bambang tersebut.

Bambang kini telah dipercaya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Lembaga Pemerintah ini siap menampung seluruh pil ekstrak gandarusa untuk menyukseskan KB. Apalagi akseptor KB saat ini masih didominasi perempuan datau istri. Sementara suami sangat sedikit yang mau KB.

PT Indo Farma, salah satu produsen obat terbesar, juga sudah menyelesaikan  uji klinis siap memproduksi secara massal.

“BKKBN, PT Indo Farma dan Unair sudah meneken MoU,” tambah Fasich.

Ekstrak daun Gandarusa ini telah meyakinkan dunia kesehatan. Karena telah menjadi kontrasepsi sakti bagi pria, kini tanaman gandarusa  terus dibudidayakan di wilayah-wilayah di Jatim. Di antaranya, di Mojokerto, Jombang, Pasuruan dan daerah lain. (Surya/6 September 2011).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *