PKK, BKKBN, BPPKB dan Dinkes Jatim Lakukan Pencanangan KB Kesehatan

PKK, BKKBN, BPPKB dan Dinkes Jatim Lakukan Pencanangan KB Kesehatan

Untuk menyukseskan program Millenium Development Goals (MDG’s), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Timur bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Jatim menggelar acara Pencanangan pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan.

Kepala BKKBN Jatim Djuwartini, SKM, MM mengatakan pencanangan pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan merupakan salah satu wujud nyata PKK, BKKBN dan Dinkes Jatim dalam mengawal keberhasilan program Millenium Development Goals (MDG’s) dan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) di Jatim.

Menurutnya, dari hasil evaluasi BKKBN menunjukkan bahwa program KB di JAtim sudah menunjukkan hasil yang baik.

“Untuk pencapaian hasil Metode Kontrasepsi Jangka Panjang rata-rata mencapai angka di atas 100 persen, sedangkan untuk MKJP Medis Operasi Wanita (MOW) sudah mencapai 186 persen” ujarnya.

Wanita kelahiran Madiun Jatim ini mengungkapkan dari hasil pencapaian MKJP ini menunjukkan bahwa koordinasi dan kerjasama antara BKKBN, PKK, Dinkes dan stakeholder berjalan dengan baik. “Terus terang untuk mencapai target MKJP di atas 100 persen ini bukan pekerjaan mudah, butuh kerja keras dan dan kerjasama dengan instansi lain dalam mencapainya,” tegasnya.

Djuwartini meminta, dengan diselenggarakan sosialisasi dan pencanangan pelaksanaan kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan dapat menjadi semangat bagi kader dan petugas Keluarga Berencana (PKB) dan kader Posyandu dalam mengawal program KKB di Jatim.

“Kita ingin pertumbuhan penduduk Jatim seimbang, sehingga kerjasama semua pihak harus dilakukan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Hj. Nina Soekarwo, M.Si menyatakan saat ini jumlah kader PKK di Jatim sebanyak 226.829 orang, sedang yang aktif sebanyak 205.227 orang. Dari banyaknya jumlah kader PKK yang ada ini mereka dapat digerakkan dan dimobilisasi dalam mengawal program KKB.

“Kita bangga mempunyai ratusan ribu kader PKK yang produktif sehingga pencapaian program KKB di Jatim dapat dicapai,” jelasnya.

Selain jumlah kader PKK yang banyak, Bude Karwo sapaan akrab Nina Soekarwo menuturkan, sampai saat ini jumlah Posyandu di Jatim mencapai angka 45.000 posyandu. Dengan klasifikasi yaitu, Pratama sebnayak 4.136, Madya 18.533, Purnama sebanyak 21.041 dan Mandiri sebanyak 1.893.

“Jadi kita tidak perlu khawatir kehabisan stok kader, mengingat jumlah kade di Jatim sangat banyak dan potensial,” ungkapnya.

Ke depan, Bude Karwo berharap dengan momentum sosialisasi dan pencanangan pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan dimungkinkan semua instansi dan para stakeholder untuk bersama-sama dalam mengawal program KKB dan MDG’s.

“Tantangan Jatim ke depan jauh lebih berat oleh karena itu koordinasi lintas sektoral turut membantu dalam menyelesaikan masalah – masalah di Jatim,” yakinnya. (dna)

Sumber : Harian Bhirawa (Senin, 3 Desember 2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *