”PONDOK ROMADLON” BAGI PEJABAT STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL BKKBN PROPINSI JAWA TIMUR

”PONDOK ROMADLON” BAGI PEJABAT STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL BKKBN PROPINSI JAWA TIMUR

Perubahan organisasi merupakan suatu hal yang bersifat mutlak dan dinamis mengikuti berbagai perubahan lingkungan sosial, ekonomi, politik dan juga perubahan alam.  Dalam menghadapi perubahan seperti itu, dibutuhkan kemampuan adaptasi yang sangat cepat baik bagi para pengelola organisasi maupun masyarakat yang berada disekitar organisasi tersebut.

Demikian halnya dengan program Keluarga Berencana yang saat ini mengalami perubahan nomenklatur sehingga berpengaruh mendasar pada struktur organisasi pengelola program KB baik di pusat maupun di provinsi. Dengan ditetapkannya Undang-Undang no. 52 tahun 2009 mengenai Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga; maka  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah berubah menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkBN) yang  memiliki visi dan misi yang berbeda dengan organisasi sebelumnya.

 Merujuk fenonema tersebut BKKBN malalui salah satu komponen didalamnya yaitu Balai Pelatihan dan Pengembangan KB Nasioanal (Balatbang KBN) mempunyai ide dan gagasan yang di tuangkan dalam sebuah kegiatan yang bertema ‘PONDOK ROMADLON” yang dalam substansi kegiatanya diberi materi Strategic Planning, Demografi, dan Leadership Bagi Pengelola KB Tingkat Provinsi. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari ini mulai tanggal 31 Agustus /d 02 September 2010 yang bertempat di Kawah Candradimuka Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola KB yaitu diBalatbang KBN Surabaya Jl.Kalibokor Timur No.1 Surabaya. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh Pejabat eselon III dan IV serta Pejabat Fungsional di lingkungan BKKBN Provinsi Jawa Timur sejumlah 40 orang; kegiatan yang di buka secara resmi oleh Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur Drs. Muhammad Is, MM dimana dalam sambutanya beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini karena selain dapat menambah wawasan pemikiran sekaligus pengetahuan yang lebih dalam dalam seni mengelola dan mengembangkan organisasi yang diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam lingkup kerja masing-masing terutama meningkatkan motivasi dalam meningkatkan kinerja menyongsong pencapaian KKP Jawa timur semester II 2010 mengingat waktu tinggal empat bulan, Dan beliau mengingatkan kembali tentang pentingnya berfikir Sistem dan meningkatkan kerjasama antar komponen baik Unit Mision maupun Service sesuai dengan motonya ” Together every one achive more” yaitu dengan kebersamaan akan memperoleh hasil yang lebih baik dan sempurna.

Dengan melihat kepentingan ini maka Balatbang KBN Surabaya mengundang pakar yang ahli dalam pengembangan SDM khususnya dalam bidang Demograf, dengan tujuan agar pjabat lebih mendalami masalah kependudukan sesuai dengan sinyal perubahan organisasi yang difasilitasi Drs Prijo Waspodo MSc serta Drs. Hera Hendra Permana,  MA.; Kepala Bidang Statistik Sosial dari BPS Propinsi Jawa Timur mengenai Hasil Sensus 2010;Strategic Planning dan Balance Score Card (BSC) dengan tujuan lebih meningkatkan kepiawaian dalam membuat perencanaan yang dipandu oleh Dra. Sri Spiyati Apt, MM (PCO-UNFPA) serta masalah Leadership yang difasilitasi oleh  Drs.Donny Prihandono, SE.MBA, seorang motivator dan paktisi profesional yang telah berpengalaman selama duapuluh tahun dibidang pengembangan SDM, Komunikasi dan Leadership dari Performansi Eka Prima-Jakarta; sebuah institusi pengembangan SDM. Dalam pemaparan materinya, dikupas secara dalam dan menyeluruh mengenai pengembangan organisasi dan kemampuan pemimpin; seni dan tanggung jawab khususnya di organisasi BKKBN Provinsi Jawa Timur. Penekanan utama dalam pembelajaran pada sesi ini adalah Character Based Leadershipyang merupakan kunci utama dalam pengembangan karir profesi SDM sehingga akan memberikan renaisance  atau pencerahan bagi organisasi secara menyeluruh.

Kegiatan “PONDOK ROMADLON” ini merupakan suatu bentuk refreshing bagi para pejabat dtruktural maupun fongsional di lingkungan BKKBN Provinsi Jawa Timur guna memantapkan dan mengembangkan kompetensi sehingga akan mengoptimalkan kinerja SDM dalam menghadapi tantangan Program KB yang kian berat dan bervariasi. Dengan semangat learning organization maka semua hambatan dan tantangan dalam mencapai KKP 2010 akan bisa diselesaikan sesuai rencana.(iy,mel,sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *