PROGRAM KB: Bisa Cegah 100 Juta Kelahiran

PROGRAM KB: Bisa Cegah 100 Juta Kelahiran

JAKARTA: Program keluarga berencana yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia selama 30 tahun terakhir, dapat mencegah sekitar 100 juta kelahiran baru. Hal itu dihitung dari penurunan angka fertilitas di negeri ini dari 5,6 anak per wanita pada 1970-an, menjadi 2,3 anak per wanita pada 2000-an.

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan untuk mencapai keberhasilan penurunan angka fertilitas tersebut, ada 4 langkah kunci yang dilakukan.

“Langkah tersebut adalah partisipasi akar rumput untuk mencapai daerah pedesaan, komunikasi inovatif untuk mewujudkan norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS), kemitraan pemerintah dan swasta, dan pergeseran fokus ke pelayanan berkualitas,” kata Menko Kesra dalam sambutannya pada Family Planning Summit di London, Rabu (11 Juli), seperti dikutip dari siaran pers BKKBN hari ini.

Family Planning Summit ini diikuti oleh berbagai negara dan organisasi, dan dihadiri 4 kepala negara, serta 28 menteri termasuk Indonesia. Delegasi Indonesia menjadi pembicara dalam acara tersebut, karena pelaksanaan program KB negeri ini dinilai berhasil oleh dunia internasional.

Agung menuturkan gotong royong adalah kunci keberhasilan pelaksanaan program KB di Indonesia. Dukungan itu, katanya, datang dari semua komponen, dari pemerintah, swasta, lembaga dan organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media dalam bentuk yang berbeda.

Pemerintah Indonesia, katanya,  memiliki komitmen terhadap program KB, dengan meningkatan kualitas pelayanan KB a.l. akan menambah jumlah klinik KB menjadi 23.500 unit pada 2014,  pelayanan KB secara mobile.

Selain itu penyediaan alat kontrasepsi semua jenis gratis di 7 provinsi, serta penyediaan kondom, IUD, dan implan gratis untuk semua pasangan usia subur (PUS). Juga pengintegrasian KB ke dalam jaminan persalinan (Jampersal), dan perumusan grand strategy kependudukan.

“KB telah membuat Indonesia dapat berinvestasi lebih banyak untuk kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Anak-anak tumbuh lebih sehat, lebih terdidik, dan mendapat kesempatan yang lebih besar,” ungkapnya.

Agung juga menjelaskan bahwa Indonesia telah mendapatkan manfaat dari pembentukan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang independen dari Departemen Kesehatan.

“Hal ini memungkinkan BKKBN yang kini berubah menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) lebih fleksibel, untuk bekerja secara langsung dengan instansi lain, dan melaporkan langsung kepada presiden,” tambahnya.

Sementara itu Kepala BKKBN Sugiri Syarief yang ikut pada acara internasional tersebut, mengatakan bahwa program KB di era desentralisasi memiliki tantangan tersendiri, namun Indonesia bisa memanfaatkan tantangan itu menjadi suatu strategi yang berhasil.

“Kami berharap kesuksesan program KB di Indonesia bisa menjadi rekomendasi dunia internasional, untuk menekan laju pertumbuhan penduduk secara global,” ujarnya.

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/program-kb-bisa-cegah-100-juta-kelahiran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *