Program Kependudukan dan KB Harus Digarap Serius

Program Kependudukan dan KB Harus Digarap Serius

Berbagai permasalahan sosial saat ini terutama kemiskinan, kerukunan dan keharmonisan antarwarga masyarakat menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius.

Kondisi seperti ini tidak lepas dari akar permasalahan kependudukan yang apabila tidak ditangani dengan serius dan dikelola dengan baik akan semakin menyulitkan kehidupan keluarga, masyarakat dan akhirnya akan mempengaruhi ketahanan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu program kependudukan, keluarga berencana dan keluarga sejahtera harus digarap secara serius agar tidak terjadi ledakan penduduk (baby boom) di masa yang akan datang.

“Hal ini berarti menjadi tanggungjawab semua pihak baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota serta semua komponen bangsa termasuk TNI, Polri, LSOM, swasta, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta masyarakat itu sendiri,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sugiri Syarief pada acara pemantauan bakti sosial TNI KB-Kes Tingkat Nasional 2012, di Kabupaten Bangka Belitung Timur, Senin.

Menurut Sugiri Syarief, masalah kependudukan bukan hanya menyangkut kuantitas saja, tetapi juga masalah kualitasnya. “Kami percaya bahwa kualitas penduduk sangat dipengaruhi oleh kualitas keluarga. Untuk itulah kami terus melakukan upaya pembangunan keluarga melalui program keluarga sejahtera,” katanya.

Sugiri mengungkapkan, di era desentralisasi saat ini tantangan yang kita hadapi memang tidaklah ringan. Sebagian kewenangan program KB telah dilimpahkan kepada pemerintah kabupaten/kota.

Sementara itu, Panglima TNI Laksama TNI Agus Suhartono dalam sambutannya mengemukakan, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai lebih dari 243 juta jiwa. Jumlah penduduk yang banyak ini bila diimbangi dengan kualitas yang baik akan menjadi aset pembangunan negara. Namun sebaliknya, jika kualitas penduduk rendah, maka penduduk yang banyak itu akan menjadi beban negara.

Panglima TNI juga mengemukakan, harus disadari apabila perbandingan antara jumlah penduduk dengan ketersediaan pangan dan energi semakin tajam, maka pemenuhuan kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya akan mejadi sulit. Keadaan ini pada akhirnya akan menumbuhkan kerawanan bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara.

“Didasari oleh kesadaran inilah maka gerakan percepatan pelaksanaan reviltasisasi program KB Nasional perlu secara serius ditangani,” kata Panglima TNI. (Singgih BS)

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=310547

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *