RAKERDA BPPPAKB KABUPATEN TRENGGALEK

RAKERDA BPPPAKB KABUPATEN TRENGGALEK

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) merupakan agenda rutin tahunan guna mengevaluasi capaian program dan kegiatan pada tahun sebelumnya serta menkoordinasikan rencana kerja kedepan agar capaian program dan kegiatan bisa lebih baik dan meningkat. Sebagai tindak lanjut dari hasil Rakerda Bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana Propinsi Jawa Timur, BPPPAKB Kabupaten Trenggalek telah melaksanakan Rakerda pada tanggal 27 Februari 2013. Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Trenggalek, Perwakilan dari BKKBN Propinsi Jawa Timur, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Komandan Kodim 0806, Wakil dari Polres Trenggalek, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, serta undangan SKPD lain yang terkait, organisasi massa terkait, Camat seKabupaten Trenggalek, RSUD dan RS Swasta, Puskesmas seKabupaten Trenggalek dan tenaga Penyuluh KB seKabupaten Trenggalek.

Dalam laporannya Kepala BPPPAKB Kabupaten Trenggalek menyampaikan tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan remaja yang terjadi di Kabupaten Trenggalek, untuk itu pembinaan terhadap remaja melalui PIK R perlu lebih digiatkan lagi.

Sementara itu sambutan dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menyampaikan penghargaan setinggi tingginya kepada Bupati Trenggalek dan seluruh jajaran BPPPAKB Kabupaten Trenggalek atas terselenggaranya rapat kerja daerah serta berharap adanya komitmen yang kuat dari semua pihak dan kerjasama yang baik sehingga program KB kedepan dapat lebih baik dan dengan kegiatan Rakerda bisa menghasilkan strategi strategi yang baru guna peningkatan pencapaian. Adapun slogan BKKBN yang dahulu “dua anak lebih baik” sekarang dimantapkan menjadi “dua anak cukup”. Guna pencapaiaan program diharapkan pula pemenuhan SDM penyuluh KB yang sudah banyak berkurang serta perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dengan menggiatkan kembali KIE dan Advokasi.

Bupati Trenggalek, Ir. Mulyadi WR. MMT dalam sambutannya menekankan dalam upaya pencapaian program perlunya keterpaduan lintas sektor terkait terutama BPPPAKB, Kesehatan dan Pendidikan. Dalam hal pemenuhan tenaga Penyuluh KB perlu diperhatikan lebih serius untuk itu Badan Kepegawaian Daerah agar menindaklanjuti pemenuhan tenaga tersebut. Untuk menutupi kekurangan tersebut kerjasama dari pihak lain sangat diperlukan diantaranya penggerakan dari Babinsa, PKK, Muslimat, Fatayat dan organisasi massa lainnya. Terkait dengan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Trenggalek yang masih diatas angka propinsi menghimbau agar Dinas Kesehatan mengadakan pelatihan serta pembinaan yang intensif terhadap Dukun yang masih menolong persalinan.

Setelah kegiatan pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pencapaian program dan kegiatan tahun 2012 serta rencana kegiatan tahun 2013 baik dari BPPPAKB, Dinas Kesehatan maupun RSUD Dr Soedomo Kabupaten Trenggalek yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *