Rakerda Koalisi Kependudukan Jatim

Rakerda Koalisi Kependudukan Jatim

Pembangunan Yang Bijaksana Harus Memperhatikan Masalah Kependudukan

Pembangunan yang bijaksana dan baik harus memperhatikan masalah-masalah kependudukan. Ciri-cirinya antara lain adalah kebijakan pembangunan tersebut menjadikan potensi penduduk sebagai  prioritas, pembangunan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melihat akurasi data kependudukan.

Demikian diungkapkan Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk DR. Ida Bagus Permana ketika memberikan arahan  saat membuka Rakerda Koalisi Kependudukan Jatim di Gedung Lestari Perwakilan BKKBN Jatim Surabaya (13/2). Rakerda Koalisi Kependudukan di Jawa Timur adalah Rakerda KK yang pertama di Indonesia.

Ditakatakan selanjutnya, masalah kependudukan di Indonesia terbilang masalah baru dalam penangannya secara mandiri,grand design kependudukanpun baru saja dibuat dan belum diundangkan. Yang berkaitan dengan BKKBN adalah masalah kuantitas penduduk. Ditambahkan dalam masalah kependudukan ini BKKBN memiliki mitra untuk bergandeng tangan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan kependudukan, terutama dalam hal kuantitas yakni  Koalisi Kependudukan, Pusat Studi Kependudukan, IPADI dan Fapsedu.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Ny. Djuwartini, SKM, MM dalam sambutannya pada Penyusunan Rancangan Induk Pengendalian Penduduk dan PengembanganForum Kerjasama melalui Rapat Kerja Koalisi Kependudukan Provinsi Jawa Timur 2012 tersebut mengatakan bahwa Sensus penduduk yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 mencatat jumlah penduduk Jawa Timur sebanyak 37.476.757, ranking kedua terbanyak di Indonesia, setelah Jawa Barat.

“Jumlah penduduk yang besar pada dasarnya bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan, sejauh terdapat sinkronisasi dengan daya tampung lingkungan dan diimbanginya kuantitas dengan kualitas SDM yang memadai,” tandasnya.

 

Diungkapkan oleh Ny. Djuwaratini, SKM, MM bahwa Kondisi kependudukan di Jawa Timur saat ini masih jauh dibandingkan dengan kondisi ideal.

  • Dari sisi Kuantitas : Rangking kedua terbanyak setelah Jawa Barat
  • Dari sisi Kualitas : IPM Jawa Timur untuk Tahun 2009 , berindeks 71,06, berada pada ranking 18 dari 33 Propinsi.Ini menunjukkan kualitas SDM masih perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
  • Dari sisi Mobilitas : Tingkat persebaran penduduk Jawa Timur juga masih sangat timpang, Jumlah penduduk Provinsi Jawa Timur sebanyak 37 476 757 jiwa yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 17 832 733 jiwa (47,58 persen) dan di daerah perdesaan sebanyak 19 644 024 jiwa (52,42 persen). Persentase distribusi penduduk menurut kabupaten/kota bervariasi dari yang terendah sebesar 0,32 persen di Kota Mojokerto hingga yang tertinggi sebesar 7,38 persen di Kota Surabaya. Kepadatan penduduk di kota umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten. Surabaya adalah wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi 8.203 jiwa/km.

“ Tentunya hal ini akan dapat menurunkan daya tampung dan daya dukung lingkungan, utamanya daerah perkotaan, serta dapat menimbulkan banyak masalah lingkungan, sampah, banjir, kemacetan, dan masalah klasik lingkungan perkotaan lainnya,” ujar Ny. Djuwartini.

 

Tuntutan atas kebutuhan dasar seperti pangan yang akhir-akhir ini semakin mahal dan sulit, jumlah lapangan kerja tidak seimbang dengan angkatan kerja baru serta peningkatan kriminalitas akibat kebutuhan pokok yang tidak terpenuhi juga merupakan efek dari jumlah penduduk yang besar, imbuhnya.

 

Lebih jauh diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim,mindset yang berkembang sekarang ini, pembangunan harus berpusatkan pada penduduk (people-centered), yaitu berdasarkan situasi penduduk. Dengan dilengkapinya infrastruktur sesuai kebutuhan, maka kesejahteraan penduduk dapat tercapai. Akan tetapi jika ditelaah kembali, dengan keterbatasan pendanaan nasional maupun daerah, maka pemenuhan kebutuhan skala nasional dan derah tidak dapat secara terus menerus dilakukan jika pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan. Maka idealnya, sebelum dilakukan perencanaan pembangunan secara fisik, terlebih dahulu perlu dilakukan perencanaan aspek kependudukan, karena keberhasilan pembangunan ditentukan dan merupakan konsekuensi dari pembangunan kependudukan.

“Untuk itu dalam forum ini, yaitu melalui rapat kerja koalisi kependudukan yang mana anggotanya terdiri dari berbagai lintas sektor yang terkait dengan penanganan persoalan kependudukan,sangat tepat rasanya untuk dilakukan penyusunan Grand Desain Pembangunan Kependudukan yang lebih komprehensif” harapnya.  Ditambahkan grand desaign sebagaimana  yang diamanatkan UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga yang mencakup 5 (lima) pilar dalam bidang kependudukan yaitu : 1. Pengendalian Jumlah Penduduk melalui revitalisasi gerakan KB Nasional; 2. Peningkatan Kualitas Penduduk untuk meningkatkan produktifitas;3. Pembangunan Keluarga menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS); 4. Penataan Persebaran dan Mobilitas Penduduk; serta 5. Penataan Database Kependudukan.

Sebagaimana dilaporkan oleh Ketua Panitia Humphrey Apon, MPA, Rakerda KK diikuti oleh 120 peserta terdiri dari anggota KK Jawa Timur dan para pejabat SKPD-KB Kabupaten –Kota se Jawa Timur. Rakerda sehari tersebut antara lain menghadirkan Bupati Bojonegoro Drs. H. Suyoto, MSi yang memaparkan pembangunan kependudukan di daerahnya, yang diharapkan menjadi acuan bagi kabupaten kota lain di Jatim. Juga pemaparan Indikator Kependudukan Jawa Timur hasil SP 2010 oleh Kepala PBS Jatim Irlan Indrocahyo, SE, MSi, serta makalah Membangun Komitmen untuk pembangunan Kependudukan di Jawa Timur oleh Ketua KK Jatim Pro. Dr. Kuntoro, MPH, Dr. PH.

Humphrey Apon mengungkapkan,  tujuan umum rakerda yakni sebagai wahana komunikasi antar anggota Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur dalam rangka sinkronisasi dan harmonisasi ide, gagasan serta tujuan mengenai permasalahan kependudukan, rencana kerja dan sebagai wujud kontribusi terhadap Pembangunan Kependudukan di Provinsi Jawa Timur. (AT/Humas BKKBN Jatim).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *