Sekdaprov Jatim, DR. H. Rasiyo, M.Si : TIGA HAL PENTING INDIKASI KEBERHASILAN KB

Sekdaprov Jatim, DR. H. Rasiyo, M.Si : TIGA HAL PENTING INDIKASI KEBERHASILAN KB

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Dr. H. Rasiyo, MSi mengatakan, ada tiga hal penting  yang dapat dijadikan indikasi atau ukuran keberhasilan pelaksanaan Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana di Jatim. Tiga hal itu yakni pertama, Indeks Pembangunan manusia (IPM) yang terus membaik dari tahun ke tahun. (IPM : 71,06%  tahun 2009; 71,02% tahun 2010 dan 72,15%  tahun 2011). Sedang indikasi kedua adalah angka harapan hidup ibu hamil dan melahirkan, yakni 69,15% tahun 2009; 69,57% tahun 2010 dan 69,81% pada tahun 2011; ketiga, angka kematian anak baru lahir dari satu per seribu bayi lahir yang terus membaik yaitu 90,7% tahun 2009, 101,04% tahun 2010 dan 104,07% pada tahun 2011.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan Pembukaan Rapat Kerja Daerah Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Tahun 2012 di Bappeprov. Jatim, Selasa (28/2).

Ditambahkannya, angka bayi lahir hidup di Jatim, prosentasenya  juga terus membaik yaitu dari satu per seribu bayi lahir, tahun 2009  sebesar  31,41%, tahun 2010  sebesar  29,99% dan  tahun 2011 sebesar 29,24%. Sedangkan data BPS tahun 2000, menunjukkan bahwa jumlah penduduk Jatim sebesar 34.360.650 jiwa, dalam kurun waktu dua tahun, penambahan jumlah penduduk di Jatim sebanyak 2.620.471 jiwa.

“Jumlah penduduk yang baik dan proporsional adalah berbentuk piramida, maksudnya antara jumlah penduduk usia produktif dan usia tua harus lebih banyak usia produktif. Sebab, usia produktif itu berpotensi dari pada usia tua,” tegasnya.

Rasiyo menjelaskan,  penduduk usia 15 tahun – 20 tahun di Jatim sebesar 24, 52%, usia remaja  dan dewasa sebanyak 68,28% dan penduduk usia tua sekitar 7,14% dari jumlah penduduk di seluruh Jatim. Untuk itu, Program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) di Jatim terus digalakkan, hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemprov. Jatim yaitu meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan dan  kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu Deputi Bidang ADPIN BKKBN  Drs. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa program Kependudukan dan Keluarga Berencana dapat  meningkatkan kualitas penduduk, meningkatkan derajat kesehatan, memperbaiki pendidikan dan menambahincome perkapita masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jatim Djuwartini, SKM, MM dalam laporannya menjelaskan, Rakerda sehari yang diikuti kurang lebih 250 orang peserta se Jawa Timur ini  bertujuan menindaklanjuti dan mengevaluasi program kerja 2011 serta mengsinkronisasikan program 2012. Rakerda kali ini mengusung tema “Melalui Peningkatan Komitmen Stakeholderdan Mitra Kerja serta Partisipasi Masyarakat kita tingkatkan kinerja untuk mempercepat pencapaian sasaran pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana”.

Pada Rakerda juga dilaksanakan penyerahan sertifikat MURI atas keberhasilan Kabupaten Kediri membuat rekor baru pelayanan KB MOW sebanyak 649 akseptor memecahkan MURI Kab. Purbalingga Jawa Tengah, yang kemudian dipecahkan lagi oleh Kota Surabaya dengan pelayanan MOW sebanyak 844 akseptor.  Sertifikat  MURI juga diterima Pemprov Jatim yang berhasil membuat rekor pelayanan MOW sebanyak 3850. Sebelum Rakerda dimulai, juga dikukuhkan kepengurusan FAPSEDU Tingkat Provinsi Jawa Timur oleh FAPSEDU pusat. (AT/humas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *