Semiloka Pengendalian Kuantitas Penduduk dan Revitalisasi Program KKB

Semiloka Pengendalian Kuantitas Penduduk dan Revitalisasi Program KKB

Bupati/Walikota Tak Paham Kependudukan, Hasil Pembangunan Jadi Tak Ada Artinya

Para Bupati dan Walikota jika tidak memahami masalah-masalah Kependudukan dan KB maka upaya pembangunan yang dilakukan hasilnya menjadi tak maksimal untuk dinikmati oleh rakyat. Hasil pembangunan menjadi tak ada artinya.

Demikian ditegaskan oleh Sekwilda Jawa Timur DR. Rasiyo ketika memberikan sambutan pada pembukaan  Semiloka Penyusunan Renstra Pengendalian Kuantitas Penduduk dan Percepatan Revitalisasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Timur di The Sun Hotel Sidoarjo (5/7).”Bupati/Walikota adalah orang yang mempunyai wilayah kekuasaan  di daerah, kalau Bupati dan walikota tidak memahami masalah kependudukan secara dalam, maka sebaik apapun pembangunan yang dilakukan, hasilnya menjadi tak ada artinya” ujar DR. Rasiyo. Ditambahkan masalah kependudukan tak sekedar masalah menjaga kuantitas penduduk, tetapi juga kualitas penduduk, persebaran penduduk, kesejahteraan penduduk, komposisi penduduk dan lain-lain. Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur  Djuwartini, SKM, MM menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Strategi Pengendalian Kuantitas Penduduk di Jawa Timur dilakukan bekerjasama antara BKKBN dengan Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur. Penyusunan Renstra dimaksudkan akan menjadi kerangka acuan bagi pelaksanaan kerja selama kurun waktu 5 tahun kedepan. Dalam Renstra ini dijabarkan uraian tentang visi, misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan, program dan kegiatan aksi yang berkaitan dengan pengendalian kuantitas penduduk.Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Djuwartini SKM, MM mengharapkan dengan kegiatan semiloka ini akan mampu mendorong  terbentuknya Koalisi Kependudukan di 38 Kab/Kota se Jawa Timur. Disamping itu juga akan meningkatkan kapasitas semua pemangku kepentingan terkait dalam pembangunan kependudukan dan menjadi wahana independen untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan peran pengendalian kuantitas penduduk dalam pembangunan.Semiloka diikuti oleh 150 orang terdiri dari Kepala SKPD Kab/Kota, Pengurus Koalisi Kependudukan Prov. Jatim dan  Perwakilan BKKBN Prov. Jatim. Hadir,  Ketua Umum Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Pusat DR. Sonny Harry B Harmadi serta menjadi keynote speaker Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk Drs. Satrio Pramono Hendarto, MSc. Menyampaikan makalah dengan judul  Revitalisasi Program Kependudukan dan KB, Prof. Kuntoro, dr.MPH,Dr. PH. Memaparkan  makalah dengan judul Peran Koalisi Kependudukan dalam Pembangunan Berwawasan Kependudukan dan KB., Dr., Subagyo Adam, M.A. (Pengendalian Kuantitas Penduduk di Jatim Bonus Demografi, Komposisi), Lutfi Agus Salim, SKM, M.Si (Analisi dampak Kuantitas Penduduk  terhadap Pembangunan Sosial, Ekonomi), dan Drs. Nurcahyo Tri Arianto, M.Hum membawakan  makalah dengan judul Analisis Sosial Budaya Ekonomi Lingkungan dalam Penyusunan Renstra Pengendalian Kuantitas Penduduk di Jawa Timur.(AT/Sgt).**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *