Seminar Nasional KKBPK: Kepala BKKBN Apresiasi Pencapaian Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk Jatim

Seminar Nasional KKBPK: Kepala BKKBN Apresiasi Pencapaian Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk Jatim

Selama dua hari (5 s/d 6 November 2014), Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menggelar seminar yang bertajuk “Jawa Timur Berbagi melalui Seminar Nasional Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Dalam Rangka Memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2014”. Acara nasional ini diikuti sekitar 1150 peserta yang terdiri dari berbagai elemen. Mulai dari perwakilan BKKBN di seluruh Indonesia, seluruh rumah sakit di Jawa Timur dan juga seluruh stake holder (mitra kerja) BKKBN.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasti Jalal mengatakan pada acara Seminar Nasional , Jatim terbukti telah berhasil memberikan kontribusi terhadap pencapaian nasional pengendalian laju pertumbuhan penduduk.
Ia mengulas, laju pertumbuhan penduduk Jatim saat ini berada di bawah satu persen per tahun. Dengan kata lain, angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat rata-rata laju pertumbuhan penduduk Indonesia, yakni sekitar 1,4 persen per tahun.
“BKKBN Pusat bangga terhadap prestasi Jatim yang terus bersinergi dengan semua pihak, baik dari kader posyandu, PKK, hingga pelosok daerah guna mengurangi ledakan penduduk di Indonesia,” ujar Fasli
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyampaikan, untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, Pemprov Jatim mengoptimalkan peningkatan kesejahteraan kaum perempuan atau ibu. Secara teknis, menurut Saifullah. upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di Jatim ditempuh melalui intervensi angka kelahiran, angka kematian, dan peningkatan usia harapan hidup rata-rata. Selain itu cara lain, menurutnya, melalui optimalisasi dan revitalisasi pelaksanaan program keluarga berencana (KB).
Dalam kesempatan kali ini, BKKBN juga melakukan perpanjangan Memoars of Understanding (MoU) dengan 13 PTN dan PTS ternama di Jawa Timur. Saat itu, diwakili oleh beberapa PTN dan PTS ternama seperti: ITS, UNAIR, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Adanya MoU ini dilaksanakan guna mendapatkan dukungan dari para stakeholder terutama pihak perguruan tinggi. Program Generasi Berencana (GenRe) dan juga Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja/Mahasiswa diharapkan bisa terlaksana dengan baik melalui para mahasiswa. Nantinya, mereka akan menjadi konselor sebaya bagi teman mereka namun tentu harus mengikuti Training of Trainer (ToT) terlebih dahulu.
Sumber: Bidang ADPIN dan BIHOM BKKBN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *