Seni Budaya Tradisnional Jawa Timur bangkit bersama BKKBN

Seni Budaya Tradisnional Jawa Timur bangkit bersama BKKBN

Surabaya, 8 Juni 2011,

Bangkalan Juara Lomba Seni Budaya Media Tradisional ,dengan tampilan yang  apik berupa tari, tembang, drama diiriingi dengan tetabuhan  khas Madura kelompok seni V-one B (vocalisme one Bangkalan) dari  SMK Negeri I (Bisnis Managemen) Kabupaten Bangkalan berhasil menjuarai   Lomba Seni Budaya Media Tradisional Dalam Rangka Revitalisasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Timur (8/6).

Atas kemenangannya ini,  kelompok seni yang  dipimpin oleh   Lilis (guru managemen) bakal dikirim ke  tingkat nasional untuk mengikuti  lomba sejenis mewakili  Jawa Timur. Lomba tingkat nasional Seni Budaya Tradisional akan  diadakan di  Bandung mulai  tanggal 24 sampai dengan  27 Juni 2011 , dalam rangka peringatan  Hari Keluarga ke XVIII.

Lomba seni budaya media tradisonal diadakan oleh  Perwakilan  Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur diikuti oleh   kabupaten dan kota se Jawa Timur. Lomba diselenggarakan di   Royal Plaza Surabaya. Lomba diadakan di mall bertujuan untuk lebih mendekatkan media tradisional dan KIE KKB di tengah  masyarakat kota Surabaya.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Djuwartini, SKM, MM dalam sambutan menjelang pelaksanaan lomba mengatakan pentingnya  seni budaya tradisional dimanfaatkan untuk media sosialisasi KKB (kependudukan dan keluarga berencana). Pelaksanaan lomba diadakan di Royal Plasa agar  supaya masyarakat luas bisa lebih  paham terhadap KKB. Dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat akan KKB diharapkan bisa merubah   sikap dan perilaku serta peran masyarakat dalam masalah KKB. Ini karena  seni budaya tradisional sudah mengakar kuat di tengah  masyarakat.Selain sebagai media  KIE,  lomba juga  diharapkan menjadi sarana untuk melestarikan  budaya daerah. Karena budaya daerah saat ini sudah mulai  tergerus oleh ombak budaya asing.

Sekwilda Jatim Dr. Rasiyo MSi sesaat sebelum membuka lomba menyatakan bahwa dengan media tradisional ini diharapkan masyarakat bisa lebih memahami dengan mudah masalah-masalah KKB.

“Saya bangga dan gembira sekali  BKKBN mengadakan lomba semacam ini, karena selain untuk melestarikan seni budaya juga bagus sekali untuk sosialisai KKB. Perlu diingat bahwa makmur dan sejahteranya suatu  Negara diawali oleh makmur dan sejahteranya setiap keluarga di negara tersebut” ungkap  Dr. Rasiyo.

Selanjutnya  Dr. Rasiyo menyatakan, pemprov Jatim sangat mendukung  lomba ini, karena seni tradisi saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh  masyarakat. Untuk kembali mendekatkan kepada masyarakat dan melestarikannya   memang perlu dirangsang dengan lomba-lomba. Sekwilda berharap  para peserta jangan hanya memburu kejuaraan, kalah menang sudah biasa, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana  agar para seniman bisa ikut ambil  bagian dalam melestarikan seni budaya tradisional dan ikut mendukung program pemerintah dalam   sosialisasi program KKB di  Jawa Timur.

V-One B dari  SMKN I Bangkalan berhasil merebut  juara I setelah menyingkirkan  29 peserta lainnya se  Jawa Timur. Dalam lomba ini setiap  kota/kabupaten hanya diwakili oleh satu peserta. Lilis sebagai  sutradara V-One B, mengatakan bahwa  anak didiknya hanya sempat  latihan selama  dua minggu. Tampilan apik V-One B hasil olahan  koreografer dari Surabaya serta iringan musik dari  kelompok Maduraras Bangkalan.

Berhasil merebut  juara II Kabupaten Pamekasan, III. Kota Malang, Harapan I. Kab. Magetan, Harapan II Kabupaten Pacitan dan Harapan III. Kab. Situbondo. Para pemenang lomba ini  selain menerima  trophy dan  piagam penghargaan juga menerima uang  pembinaan.

Selain itu,   peserta penerima  piagam penghargaan sebagai  penyaji dengan tampilan artistik terbaik yaitu  Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Ponorogo. Sedang  Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Trenggalek menerima  pengharggan khusus, serta Kota Kediri dan Kabupaten Bondowoso menerima  penghargaan koreografi terbaik. (Art/Sgt).

sumber berita : AKIE Perwakilan BKKBN Prov. Jatim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *