Stan BKKBN Ramaikan Pameran Pelayanan Publik.

Stan BKKBN Ramaikan Pameran Pelayanan Publik.

Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur yang dikomandani oleh Ibu Djuwartini, SKM, MM ikut meramaikan Pameran Pelayanan Publik dan Gelar Budaya Kerja Tahun 2011 Provinsi Jawa Timur di Alon-alon Kota Madiun, Rabu (28/9).

Dalam kegiatan ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim selain memamerkan panel-panel, buku, alat peraga, dan baliho tentang perkembangan program KKB di Jawa Timur juga mengadakan pelayanan kontrasepsi dengan mengirimkan satu bus pelayanan, juga membuka konseling. Stan Perwakilan BKKBN Jatim cukup menarik perhatian masyarakat, terbukti dengan banyaknya orang yang mengunjungi stan dan mengikuti pelayanan serta konseling.

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo ketika memberikan sambutan dalam kesempatan itu mengusulkan untuk membuat model pelayananCitizen Charter di Jawa Timur. Yang dimaksud dengan citizen charteradalah perjanjian dengan pihak yang dilayani yakni masyarakat.

Model pelayanan citizen charter ini dinilai baik karena pelayan masyarakat dapat membuat janji dengan masyarakat yang ingin dilayani. Jika hal ini dilakukan maka dapat menaikkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang menjadi harapan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi. “Tidak ada gunanya SPP dan SOP kalau itu tidak menimbulkan kepuasan masyarakat,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Ia berpesan kepada Bupati dan Walikota se-Jatim agar dapat menerapkan model pelayanan seperti ini. Contoh penerapannya dengan membuka Puskesmas pada sore hari dengan jam kerja yang sebanding di daerah yang masyarakatnya bekerja sebagai petani dari pagi sampai siang di sawah.

Penerapan model pelayanan ini dapat membentuk budaya kerja pemerintah lebih baik. Pakde mengingatkan, dalam membentuk budaya kerja tetap perlu memperhatikan SPP dan SOP. Jika sudah semua dilakukan, langkah selanjutnya adalah perlu diadakaan sosialisasi agar masyarakat mengetahui perubahan birokrasi pemerintah yang menjadi lebih baik seperti Samsat dengan E-Samsat dan Drive Thru, P2T yang memberikan kemudahan dalam pelayanan perijinan. “Tidak ada gunanya jika perubahan luar biasa, sedangkan yang dilayani tidak mengetahuinya,” pintanya.

Pakde menjelaskan, Pameran Pelayanan Publik dan Gelar Budaya Kerja Tahun 2011 Provinsi Jawa Timur merupakan bentuk manifestasi sosialisasi terhadap pelayanan pemerintah terhadap publik. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa saat ini penyelenggara pelayanan publik di Jatim telah berubah dengan memberikan peayanan yang lebi baik. Terdapat 60 tim budaya kerja yang dilombakan dengan penilaian konsistensi kinerja instansi dengan SPP dan SOP.

Pada kesempatan itu Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tasdik Kinanto mengatakan, pameran seperti ini dapat memotivasi pemerintah baik pemerintah pusat, daerah, kabupaten/kota untuk memberikan kualitas pelayanan publik yang prima. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain. “Pameran pelayanan publik ini menjadi sarana publikasi bagi masyarakat mengenai pelayanan publik,” ujarnya.

Pameran dilaksanakan secara terpusat di Kota Madiun selama 4 hari mulai tanggal 28 September 2011 sampai 1 Oktober 2011. Masing-masing instansi pemerintah, SKPD Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan BUMN/BUMD di Jatim menampilkan unit-unit pelayanan unggulan. Peserta gelar pameran sebanyak 149 stand dari 94 instansi terdiri dari 32 Kabupaten/Kota, 31 Badan/Dinas/Instansi Vertikal, dan 31 BUMN/BUMD/Instansi Swasta.

Selain pelayanan KB gratis juga disediyakan  pelayanan kesehatan gratis, pelayaan pengurusan Kartu Tanda Keluar Negeri bagi TKI secara gratis, pelayanan SAMSAT payment point, pelayanan pertanahan, klinik pengaduan pelayanan publik, dialog interaktif / talk show unit-unit pelayanan peserta pameran secara bergiliran, pentas kesenian /hiburan, undian doorprize, jalan sehat, Lomba Gelar Budaya Kerja, lomba fotopelayanan publik, pemilihan stand terbaik peserta pameran dan lain-lain.

Kinerja pelayanan publik Pemprov Jatim dinilai baik di tingkat nasional. Salah satunya adalah Samsat yang dikukuhkan sebagai Samsat Jatim pengguna perbankan dalam pelayanan E-Samsat oleh Rekor MURI. Sekdaprov Jatim Dr. H. Rasiyo selaku pembina Samsat Jatim menerima penghargaan MURI tersebut. Selain itu, Dinas Perhutanan dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim memperoleh ISO 9001:2008. Pemkot Madiun melakukan MOU dengan PT. Askes dalam memberikan bantuan jaminan kesehatan kepada 35.000 jiwa. (AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *