Sukses SKAP Jatim 2019 Wujud Kolaborasi Bersinergi Semua Pihak

Sukses SKAP Jatim 2019 Wujud Kolaborasi Bersinergi Semua Pihak

Batu (Harjatim) – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melalui Latbang BKKBN Jatim berhasil melaksanakan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) KKBPK 2019 secara cepat. Keberhasilan pelaksanaan SKAP 2019 ini tidak lain karena terwujudnya sinergitas kolaborasi antara Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, OPD KB, Mitra Perguruan Tinggi LPPM Universitas Airlangga dan PPM Poltekkes Kemenkes Surabaya yang sangat baik.

Kepala Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto mengungkapkan rasa syukurnya karena semua tim SKAP 2019 ini sudah bekerja keras. Semua pihak yang terlibat khususnya para supervisor dan para enumerator melaksanakan tahapan-tahapan SKAP dengan baik.

“Sampai dengan tgl 11 Juli 2019, Alhamdulillah Jawa Timur sudah melaksanakan dan menyelesaikan 101 kluster dari 102 kluster. Ini merupakan hasil yang luar biasa,” kata Sukamto ditemui di sela-sela kegiatan Monitoring SKAP 2019 di Kota Batu (11/7)

Sukamto menambahkan dengan kekompakan dan sinergi serta komunikasi yang baik antar bidang merupakan hal yang sangat luar biasa sehingga pelaksanaan SKAP 2019 Jawa Timur ini berlangsung lancar dan tidak terlalu banyak hambatan. Dari nasional , Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur pun telah melakukan video conference terkait monitoring dan evaluasi SKAP 2019 ini.

“Menurut nasional pun belum semuanya provinsi melakukan tahapan SKAP ini dengan baik. Tetapi Provinsi Jatim dinilai sudah baik dan menjadi tolak ukur tingkat nasional. Alhamdulillah seluruh tahapan sudah dilakukan secara linier dan sinergi sehingga tidak ada yang jomplang antara tahapan yang satu dengan tahapan yang lain,” paparnya.

Meskipun pelaksanaan tahapan SKAP di Jatim dilaksanakan dengan cepat, sambung Sukamto, namun dari sisi kualitas sangat diperhatikan dan sudah sesuai dengan arahan pusat.  Yang perlu diperhatikan untuk kualitas adalah melakukan re-interview ulang karena hal itu merupakan indikator-indikator yang akan menjadi indikator penilaian dari pusat sebab tidak hanya cepat tapi kualitas juga sangat penting. Di Jatim, kalau dilihat dari sisi kualitas, Alhamdulillah dari proses upload data yang selama ini dilakukan oleh tim SKAP tidak ada kendala, mulai dari jaringan serta sarana prasaran IT-nya.

“Gadgetnya kami sesuaikan dengan kondisi yang ada. Setiap tahun memang ada peningkatan kualitas gadget karena ini salah satu syarat penting agar para enumerator dan supervisor mudah saat mengupload data ke pusat,” ungkapnya.

Di sela-sela monitoring SKAP 2019 di Kota Batu, Sekretaris BKKBN Jatim, Shodiqin mengungkapkan ini adalah tahun kedua dirinya mengikuti proses SKAP di Provinsi Jawa Timur.  Namun, di proses pelaksanaan SKAP 2019 ini, dirinya melihat ada pola baru yang dilakukan oleh Latbang BKKBN Jawa Timur,

Untuk SKAP 2018, sambung Shodiqin, kelihatannya belum melibatkan semua bidang dan bidang hanya tahu hasil akhirnya saja. Sedang di 2019 ini ada perubahan, dimana semua bidang atau para eselon 3 dilibatkan secara aktif dalam penyelenggaraannya.

“Untuk hari ini, kami bersama tim ke Kota Batu untuk melihat bagaimana proses pengumpulan dan wawancara. Ternyata begitu rumit dan perlu kesabaran serta keterlibatan semua pihak, baik itu OPD KB maupun dari tim di lapangan itu sendiri,” jelas Shodiqin disela-sela acara Monitoring SKAP 2019 Kelurahan Sisir di Kota Batu (12/7).

Shodiqin menambahkan ternyata proses wawancara dengan responden itu tidak sebentar. Untuk satu kali wawancara bisa membutuhkan waktu 1 hingga 2 jam. Belum ada kendala yang ada, misalkan waktu kesepakatan antara enumerator dengan responden. Khususnya di perkotaan, dimana suami istri dalam satu kepala keluarga adalah pekerja, otomatis enumerator harus menyesuaikan jadwal wawancara. Sehingga enumerator itu kerjanya tidak terbatas bisa pagi, siang bahkan malam hari.

“Terkait dukungan anggaran, kami sangat mendukung. Bahkan Kepala BKKBN sudah berpesan jangan sampai ada hal-hal lain dan harus tetap fokus ke pelaksanaan SKAP 2019. Sebab, pak kepala mengharapkan pelaksanaan SKAP 2019 ini, Provinsi Jawa Timur bisa masuk ke rangking 3 besar di Nasional sebab 2018 lalu, Jatim meraih peringkat lima besar dengan jumlah kluster terbesar di Indonesia,”paparnya.

Shodiqin menambahkan diharapkan tim SKAP 2019 ini bisa menghasilkan yang terbaik. Sebab, hasil dari SKAP 2019 ini mencerminkan capaian program kerja KKBPK di Provinsi Jawa Timur yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk merencanakan program KKBPK di tahun-tahun mendatang.

Ditempat yang sama, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Fika Istikah menambahkan dari hasil yang diperoleh oleh supervisor dan para enumerator SKAP di Kota Batu ini akan dijadikan masukan, evaluasi dan rekomendasi bagi pelaksaaan program KKPBK di Kota Batu.

“Dari kegiatan ini, kami bisa mengetahui seberapa dalam pengetahuan masyarakat Kota Baru terkait program KKBPK. Tentunya dengan hasil yang telah dikumpulkan oleh para enumerator ini akan kami jadikan evaluasi untuk peningkatan program KKBPK ke depan,” pungkasnya. Sis

 

Sumber : https://harianjawatimur.com/2019/07/12/sukses-skap-jatim-2019-wujud-kolaborasi-bersinergi-semua-pihak/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *