Tak Ditangani Serius, Bonus Demografi Picu Petaka

Tak Ditangani Serius, Bonus Demografi Picu Petaka

Fenomena bonus demografi Indonesia akan terus terjadi hingga tiga dekade mendatang.

Karenanya, para pemangku kepentingan diharapkan cermat menanggapinya untuk menghindari ‘malapetaka’.

Deputi bidang Advokasi Penggerakkan dan Informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hardiyanto, saat membacakan sambutan Plt. Kepala BKKBN Subagyo di acara workshop kehumasan dan jurnalis se provinsi di Indonesia, di Jakarta, Rabu (31/10).

“Bonus demografi tersebut bisa menjadi peluang bila berkualitas dan dikelola dengan baik. Sebaliknya, akan menjadi pintu permasalahan bagi suatu bangsa jika gagal dikelola,” ungkapnya.

Hardiyanto menjelaskan, BKKBN terus mengingatkan masyarakat mengenai bonus demografi agar seluruh pemangku kepentingan dapat menyiapkan berbagai upaya untuk menghadapi fenomena tersebut.

“bonus demografi adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil proses penurunan fertilitas jangka panjang,” jelasnya.

Menurut Hardiyanto, transisi demografi dapat menurunkan proporsi penduduk usia muda dan meningkatkan proporsi penduduk usia kerja.

“Ini menjelaskan hubungan pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Hardiyanto.

Penurunan proporsi penduduk muda, sambungnya, akan , mengurangi besar investasi untuk pemenuhan kebutuhannya sehingga sumber daya dapat dialihkan kegunaanya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Dengan kata lain bonus demografi adalah keadaan ketika jumlah penduduk produktif lebih besar dibandingkan jumlah penduduk muda dan lansia,” urai Hardiyanto di hadapan para jurnalis di Indonesia.

Sumber : inilah.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *