Tanamkan Kejujuran sejak Anak Masih Balita

Tanamkan Kejujuran sejak Anak Masih Balita

Kejujuran sebaiknya sudah dikenalkan pada anak sejak Balita. Bahkan, kalau perlu sejak anak masih menjadi janin di dalam kandungan ibu.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapty mengatakan, keluarga harus dijadikan wahana pertama untuk membangun karakter.

Fakta-fakta bahwa berbagai kasus korupsi melibatkan hubungan keluarga menunjukkan betapa keluarga sangat berpengaruh terhadap tindakan seseorang untuk melakukan upaya korup.
“Hal itu terjadi karena tanpa kita sadari, keluarga menjadi salah satu pemicu seseorang untuk melakukan tindakan korupsi karena pola hidup boros dan konsumtif yang dibina dari keluarga. Oleh karena itu, pendidikan antikorupsi dan penanaman hidup sederhana dalam keluarga menjadi hal yang paling utama untuk terus disosialisasikan dalam menanamkan nilai kejujuran berbasis keluarga,” ungkap Surya Chandra, di sela kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga Melalui Seni Budaya Tradisional Wayang Golek yaitu “Seni Budaya Tradisional Lestari, Keluarga Indonesia Bebas dari Korupsi”, belum lama ini.

Sementara itu, Inspektur Utama BKKBN, Mieke Selfia Sangian mengatakan, pencegahan korupsi sudah bisa dilakukan sejak anak di dalam kandungan ibu hamil. Sebab, apa yang dilakukan ibu akan terbawa di dalam pertumbuhan janin kandungan.
“Makanya seorang ibu yang sedang hamil harus berperilaku jujur dan rajin ibadah. Sehingga, dari segi psikis, mental dan spiritual ibu akan mentransfer ilmu budaya antikorupsi pada janin hingga setelah lahir,” terang Mieke.

Kemudian, ketika anak lahir dan menjadi Balita, ilmu antikorupsi bisa langsung diarahkan melakui kegiatan bina keluarga balita. Dan, pembentukan karakter sudah terbentu sejak dini.

Seperti diketahui, salah satu fokus utama BKKBN adalah pembangunan keluarga yang memiliki andil besar dalam pencegahan korupsi berbasis keluarga.

Penanaman antikorupsi dapat disinergikan dengan program-program pembangunan keluarga khususnya melalui Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan PIK RR serta Bina Keluarga Lansia dan masyarakat pada umumnya. Sehingga, nilai-nilai kejujuran tertanam sejak balita, remaja sampai dengan lansia.
Sumber: http://www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=3615

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *