Tiga Belas Kepala Daerah Menangi MDG’s Award Katagori 5B

Tiga Belas Kepala Daerah Menangi MDG’s Award Katagori 5B

Tiga belas kepala daerah berhasil memenangi MDG’s Award poin 5B (tingkat kematian ibu melahirkan) yang digagas BKKBN. Selain dinilai berhasil menurunkan angka kematian ibu melahirkan, 13 kepala daerah ini dinilai memberikan perhatian khusus kepada kesehatan ibu dan anak dengan berbagai kegiatan dan fasilitas. Proses penilaian terhadap daerah-daerah dilaksanakan sejak Maret sampai Oktober. Penentuan pemenang MDG’s Award dilaksanakan di Kantor BKKBN, Rabu (24/9/2014). Sepuluh kepala daerah yang mendapatkan penghargaan masing-masing :
  • Kepala daerah propinsi : Bali, DI Yogyakarta,Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Papua Barat
  • Kepala daerah kabupaten : Ponorogo, Lombok Barat, Kapuas, dan Halmahera
  • Kepala daerah kota : Magelang, Kotamobagu, Bandung, dan Palangkaraya
Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Abidinsyah Siregar mengatakan, katagori peniaian pemenang didasarkan pada bobot kualitatif dan kuantitatif. “Bobot kuantitatif penilaian berdasarkan perencanaan, regulasi dan dukungan pemerintah setempat terhadap upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan,” kata Abidinsyah. Penilaian ini melibatkan tiga kementerian, yakni Kementeria Kesra, Kementerian Kesehatan dan Bappenas. Abidinsyah menambahkan, ajang ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah dan BKKBN memenuhi target penurunan angka kematian ibu melahirkan. “Ini bukan ajang gagah-gagahan, tapi tugas utama BKKBN sebagaimana anamat Bappenas,” kata Abidinsyah.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) berkomitmen untuk menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi di dunia. Komitmen itu dicanangkan melalui program Millenium Development Goals (MDG’s) poin 5 B, yaitu mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua di tahun 2015. Caranya dengan memenuhi kebutuhan penggunaan alat kontrasepsi atau ber-KB. Bagi PBB, tingkat kesehatan ibu dan bayi menjadi tolak ukur kemajuan suatu negara.
Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, angka kematian ibu mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup atau tertinggi di Asia. Faktor penyebab secara internal adalah, 4 T (Terlalu) saat melahirkan :
  • Terlalu Muda (Usia dibawah 16 tahun)
  • Terlalu Tua (Usia diatas 35 tahun)
  • Terlalu Sering (Perbedaan usia anak dekat)
  • Terlalu Banyak (Mempunyai lebih dari 4 anak)
Sementara penyebab eksternalnya adalah, TERLAMBAT :
  • Mengetahui kelainan atau penyakit pada ibu hamil. “Kebanyakan disebabkan oleh taraf pendidikan yang rendah
  • Mengambil keputusan. Faktor keterlambatan ini dapat pula karena kondisi ekonomi dan letak geografis yang tidak strategis
  • Mengirim dan menangani
Target pemerintah tahun 2015 adalah mengurangi jumlah angka kematian ibu menjadi 226 per 100.000 Kelahiran Hidup. BKKBN mendorong seluruh pemerintah daerah (tingkat propinsi, kabupaten, dan kota) untuk turut mensukseskan progam MDG’s poin ke 5, yaitu Meningkatkan Kesehatan Ibu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *