Upayakan Optimalisasi Pelayanan KB, Gelar Temu Koordinasi bersama IBI dan Dinkes

Upayakan Optimalisasi Pelayanan KB, Gelar Temu Koordinasi bersama IBI dan Dinkes

Berdasarkan hasil KOREN II tingkat Nasional BKKBN pada bulan November 2011, PPM Peserta KB Baru untuk Jawa Timur tahun 2012 ditetapkan sejumlah 1,3 juta akseptor. Angka ini meningkat  dari PPM KB tahun 2011 yang berjumlah 1.193.464 akseptor. Kenaikan yang cukup signifikan ini berarti kerja keras agar dapat mencapai target. Selain itu, perlu dijalin kesinambungan kerjasama dan sinergitas programbersama mitra kerja dari lintas sektor terkait dalam wujud kegiatan terpadu guna mendongkrak capaian program KKB.  Untuk mencapai sasaran tersebut, awal tahun ini tepatnya pada Rabu, (12/01) Perwakilan BKKBN Jawa Timur segera menyelenggarakan Pertemuan  Koordinasi bersama Mitra Kerja, kali ini bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Timur.

Selain adanya kenaikan PPM, menurut Kasubid Bina Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus, Dra. Sri Suparmi, M.Si, berdasarkan hasil evaluasidata November 2011, jumlah unmetneed di Jatim masih tinggi, yakni sebesar 912.174 atau 11,41% terhadap jumlah Pasangan Usia Subur (PUS). Oleh karena itu perlu diselenggarakan pertemuan koordinasi bersama IBI dan Dinkes yang memiliki peran besar pada setiap kegiatan pelayanan KB, sebagai upaya menurunkan angka unmetneed dan meningkatkan kualitas pelayanan KB di Jawa Timur. Disamping itu kegiatan ini juga diperlukan guna meningkatkan pencapaian peserta KB MKJP, meningkatkan pelayanan KB yang sesuai SOP, juga terlaksananya pelayanan KB mobile pada tahun 2012 ini.” jelasnya.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya pada tanggal 5 Januari 2011. Kali ini turut mengundang Kepala Bidang KB SKPD-KB, Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga Dinkes serta  PC IBI seluruh Kabupaten Kota se-Jawa Timur. Sebagai pembicara, hadir Ketua PD IBI Provinsi Jatim, Sri Endang Resmiati, SH, S.St, MM.Kes dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa TImur, dr. Herlin Ferliana, M. Kes.

Menurut Ketua PD IBI Jatim, hingga saat ini upaya yang dilakukan IBI dalam meningkatkan pelayanan KB adalah dengan Standarisasi Pelayanan  melalui Program Bidan Delima, Pelatihan Manajemen, Pelatihan Contrasepsi Up-Date, Pelatihan Alat Pengambilan Keputusan (ABPK – KB ), Pelatihan Customer Service(Service Excellent). Sedangkan dalam bentuk kegiatan pelayanan, sepanjang tahun 2011 PD IBI JATIM telah melaksanakan Pelayanan Gebyar IBI dan ikut dalam momentum Hari Keluarga, Program KB/Kes, Kesatuan Gerak PKK, juga turut mendukung dalam Pencapaian MURI IUD. Di tahun 2012 ini sudah terjadwal agenda panjang yang akan dilakukan IBI untuk mendukung pelaksananaan program KKB antara lain dalam momentum Bulan Bhakti IBI melalui kegiatan Baksos, Seminar dan Pelatihan.

 

Sementara dr. Herlin mengutarakan, program Dinkes sudah pasti saling terkait dan diharapkan dapat bersinergi dengan program KKB khususnya dalam bersama-sama mencapai target MDG’s antara lain menurunnya angka kematian ibu, angka kematian bayi, menurunnya angka unmetneed hingga menurunnya kelahiran dari ibu usia remaja. Kebijakan Dinkes yang turut mendukung programpelayanan KB antara lain memaksimalkan akses dan kualitas pelayanan KB, mengintegrasikan pelayanan KB dengan pelayanan lain dalam komponen KESPRO, jaminan pelayanan KB bagi keluarga miskin, juga tersedianya informasi tentang program KB bagi remaja.

Pada pertemuan ini juga dijabarkan secara rinci rencana kerja dan kegiatan Bidang KBKR BKKBN Provinsi Jatim selama tahun 2012. Salah satu agenda akbar yang dalam waktu dekat akan dihelat adalah pelaksanaan MURI MOW  bersama mitra secara serentak di Kabupaten Kota se-Jawa Timur. Kegiatan ini direncanakan terlaksana pada minggu ke dua  Februari 2012 mendatang.

Diharapkan melalui pertemuan koordinasi  yang telah terlaksana awal tahun ini, program-program KKB di Jatim khususnya kegiatan pelayanan KB sepanjang tahun 2012 dapat bersinergi dan mendapat dukungan optimal dari mitra kerja, dalam hal ini jajaran Dinkes dan IBI Jawa Timur hingga di tingkat Kabupaten Kota.  Sehingga pelayanan KB akan meningkat tidak hanya dari segi  kuantitasnya tetapi juga kualitasnya. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *