Wagub Minta BKKBN Fokus Pada Keluarga Prasejahtera

Wagub Minta BKKBN Fokus Pada Keluarga Prasejahtera

Pertumbuhan jumlah penduduk merupakan suatu peristiwa yang tidak terelakkan di seluruh dunia. Ada dua bonus yang diakibatkannya, yaitu positip dan negatip, tergantung dari penanganannya.

Salah satu cara untuk mengendalikannya  adalah kembali pada program KB.  Kita  minta agar BKKBN lebih terfokus pada keluarga prasejahtera. Karena  mereka sangat berpotensi menambah jumlah penduduk yang akan menjadi beban negara.

Permintaan tersebut disampaikan  Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Temu Regional II Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Bagi Pengelola Program Bidang KS Tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota, di Garden Hotel Surabaya, Senin (21/10) malam.

Positif apabila manusia yang dihasilkan berkarakter, mempunyai jati diri, bangga terhadap bangsa dan negara, mempunyai daya saing, serta mempunyai kemampuan berinovasi dan kreatif.

Negatif apabila menimbulkan kesengsaraan yaitu kemiskinan, pengangguran, IPM rendah, kriminalitas dan permasalahan lainnya, yang menjadi beban pemerintah.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa saat ini Pemprov. Jatim terus berupaya untuk menekan pertumbuhan penduduk, dengan cara melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, dengan berbagai sektor. Melakukan sinkronisasi dengan TNI, Ulama, pelajar dan berbagai elemen masyarakat.

Selain itu, dengan menyadarkan masyarakat betapa penting  hidup berkualitas, dengan cara membatasi jumlah anak. Salah satu hasil dari usaha tersebut adalah  TFR (Total Fertility Rate) Jawa Timur sebesar 2,1 di bawah Nasional 2,6.

Sebelum mengakhiri sambutannya dan membuka secara resmi acara tersebut dengan memukul gong, Wagub mengatakan bahwa Pembangunan Kependudukan dan KB Nasional merupakan program lintas sektoral. Prinsip kemitraan, kerjasama yang sebaik-baiknya merupakan kunci keberhasilan yang utama.

Sementara itu Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN  Dr. Sudibyo Alimoesa, MA mengatakan bahwa Indonesia telah menjalankan Program KB selama tiga dasawarsa dan meraih berbagai prestasi. Antara lain pada Tahun 1987 menerima Population Award dari PBB serta 95 negara telah belajar KB dari Indonesia.

Tetapi setelah diserahkan pada daerah kabupaten/kota sepertinya tidak dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan, karena belum ada PP (Peraturan Pemerintah) yang mengaturnya. Sehingga pada tahun 2010 jumlah penduduk mencapai 236,7 juta jiwa melebih proyeksi yang ditetapkan 234 juta jiwa. Tetapi masih jauh dibawah perkiraan Prof Wijoyo Nitisastro yang pada tahun 1970 penduduk Indonesia pada tahun yang sama sebanyak 350 juta jiwa.

“Ini berarti KB selama ini paling tidak bisa menunda kelahiran sampai 100 juta lebih” ujar Dr. Sudibyo.

Untuk itu, ujar Dr. Sudibyo, salah satu yang dilakukan BKKBN untuk menanggulanginya atau mengembalikan keberhasilan KB, adalah  mengingatkan generasi muda untuk meningkatkan kualitas SDM agar mereka siap menerima bonus demografi, baik positip maupun negatif Temu Regional II Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga.

Temu Regional II Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga seperti dilaporkan Direktur Bina Keluarga Lansia dan Rentan Dra. Elisabeth Kuji diadakan selama empat hari, diikuti 248 peserta dari 19 provinsi, yaitu Jabar, Jateng, Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi utara, Barat, Tengah, Selatan, Tenggara, Gorontalo, NTT, NTB, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Tengah, Timur. Hadir dalam pembukaan seluruh Direktur dari kedeputian KS/PK.

 

Walikota Ternate Jadi Pemateri

Walikota Ternate H. Burhan Abdurrahman, Selasa (22/10), di percayakan sebagai pemateri dalam temu regional yang diselenggarakan oleh BKKBN pusat di Surabaya. Selain Walikota Ternate yang tampil sebagai pembicara lainnya pada temu regional dengan tema memantapkan Komitmen Operasional Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga  (PK3) bagi Pengelolah Program bidang KS, adalah Walikota Bitung, Walikota Mojokerto.

Perlu diketahui  Ternate akan dijadikan pilot projet sejumlah kegiatan BKKBN dan dinilai berhasil dalam menjalankan program-program tersebut, sehingga Walikota dipercayakan untuk menyampaikan keberhasilan-keberhasilan tersebut kepada peserta dari 19 Provinsi di Indonesia.

Walikota Ternate antara lain menyampaikan kegiatan strategis yang telah dilaksanakan, diantaranya, pelayanan dan pembinaan peserta KB baik aktif maupun baru serta pelatihan dan pembinaan bagi kader kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *