Walikota Tri Rismaharani Ikut Sukseskan Pendataan Keluarga

Walikota Tri Rismaharani Ikut Sukseskan Pendataan Keluarga

Dalam rangka untuk mensukseskan  pendataan penduduk Ibu Walikota Tri Rismaharini bersedia untuk meneladani warga Surabaya sebagai salah satu keluarga yang harus melayani pendataan penduduk. Bertempat di kantor Walikota Surabaya Jl. Jimerto, Ibu Walikota menjawab sekitar 20 pertanyaan yang diajukan kader KB (8/8).

Kabid Adpin Perwakilan BKKBN Jatim Waluyo Ajeng Lukitowanti yang mendapingi petugas dalam pendataan tersebut mengatakan, Ibu Walikota nampak bersemangat menjawab pertanyaan-pertanyaan. Walikota Surabaya yang sangat perduli dengan keluarga-keluarga, terutama keluarga miskin di Surabaya tersebut bahkan sudah membuat intruksi Walikota Surabaya No. 2 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan pendataan Keluarga dan pemutakhiran data keluarga Tahun 2014.

 

Walikota juga memerintahkan  Lurah untuk membentuk Kelompok Kerja/Petugas Pelaksana Pendataan keluarga dan pemutakhiran data keluarga Tahun 2014, yang terdiri dari Kepala Seksi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakatpada Kelurahan,PenyuluhLapangan Keluarga Berencana/Penyuluh Keluarga Berencana, Kader Institusi Masyarakat Perkotaan (Pembantu Petugas Keluarga Berencana Kelurahan (PPKBK) dan Sub Pembantu Petugas Keluarga Berencana Kelurahan (Sub PPKBK)), Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK), Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), KarangTaruna, Praja Muda Karana (Pramuka) dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ditetapkan dengan Keputusan Lurah.

Dijelaskan, data kependudukan adalah basis pembangunan, jadi data kependudukan harus akurat. Sebab data kependudukan menjadi bagian penting dalam menyusun strategi dan kebijakan pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya untuk menyukseskan progam Keluarga Berencana (KB) dan mengatur Laju Pertumbuhan Penduduk.
Dengan melakukan pendataan keluarga akan diperoleh database keluarga dan anggota keluarga yang akan digunakan untuk memberikan gambaran nyata mengenai sukses tidaknya pelaksanaan program kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Selain itu, juga berguna untuk mengetahui informasi tentang data demografi dan data KB. Seperti jumlah kepala rumah tangga, jumlah jiwa dalam keluarga menurut jenis kelamin, serta menurut kelompok umur tertentu. Kemudian, untuk data KB, bisa diketahui jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dan PUS yang bukan peserta KB, data anggota keluarga yang meliputi Nomer Kode Keluarga Indoensia, hingga data perubahan (mutasi) keluarga.

Oleh karena itu, Walikota  mendukung sepenuhnya pelaksanaan program pendataan keluarga 2014.
Dalam pelaksanaannya, akan dilakukan kunjungan kepada setiap keluarga dari rumah ke rumah (door to door) melalui wawancara dan observasi oleh Kader Pendata.
Kemudian, akan dilakukan pengumpulan dan pengolahan data primer keluarga mulai tingkat RT, RW hingga tingkat kabupaten/kota. Setelah itu, kader pendata akan membuat peta keluarga yang dibuat di setiap RT. Terakhir, para kader akan melakukan bimbingan/pengamatan, monitoring/supervisi. Hal tersebut bertujuan untuk memverifikasi dan sebagai validasi data.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *