WAPRES : GELORAKAN GOTONG ROYONG

WAPRES : GELORAKAN GOTONG ROYONG

Wakil Presiden RI Prof. Dr. Boediono meminta masyarakat Indonesia untuk menggelorakan lagi gotong royong. Sebab semangat gotong royong saat ini sudah mulai memudar di masyarakat, khususnya di kota-kota besar.

“Gotong royong merupakan tradisi nenek moyang kita yang harus selalu kita gelorakan bersama. Tak dipungkiri, jika semangat tradisi gotong royong itu sudah mulai cenderung luntur dan merosot,” kata Boediono dalam sambutannya pada acara Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-IX dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-40 Tahun 2012 di Puspa Agro Sidoarjo, Kamis (24/5).

Meski ada kecenderungan luntur, kata Boediono, namun dirinya merasa bahagia karena di beberapa daerah di Indonesia, semangat gotong royong itu masih hidup. Salah satu daerah yang masih menggelorakan itu adalah Jatim.

“Saya sangat bahagia tadi dapat keyakinan dari gubernur (Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum)  jika di Jatim seperti di Surabaya dan Sidoarjo  semangat gotong royongnya masih hidup,” katanya.
Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia ini, tradisi nenek moyang berupa gotong royong harus diteguhkan dan digelorakan kembali. Sebab semangat gotong royong itu dapat menciptakan keluarga atau lingkungan yang bersih dan sehat.

“Dengan cara bergotong royong kita bisa membersihkan lingkungan dan sanitasi di permukiman tempat kita tinggal. Dengan gotong royong itu, kita dapat mencegah munculnya penyakit dan membuat lingkungan lebih nyaman untuk ditempati,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Wapres asal Blitar ini mengaku sangat tepat jika puncak peringatan BBGRM ini bersamaan dengan peringatan HKG PKK ke-40. Karena keduanya sangat berkaitan dan saling mendukung.

“Semangat PKK sangat menggelora di masyarakat. Untuk itu, saya sangat optimis dengan adanya para srikandi di PKK ini, Indonesia akan bisa maju, sejahtera dan menjadi negara yang disegani dan dapat mencapai Millenium Development Goal’s (MDG’s),” katanya.

Dalam peringatan ini, selain dihadiri Wapres Boediono dan istri, juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, serta para gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia. Tak hanya itu, semua kepala SKPD di lingkungan Pemprov Jatim juga tampak hadir di acara ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum menyambut gembira dengan ditunjuknya Jatim sebagai tuan rumah pelaksanaan BBGRM ke-IX dan HKG PKK ke-40. Dengan kehadiran semua gubernur di Jatim kali ini, merupakan salah satu langkah untuk menunjukkan kerukunan antara sesama rakyat Indonesia.

“Semoga Bapak Presiden dan Wakil Presiden selalu diberi kesehatan untuk memimpin negara ini. Kami bersyukur acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK digelar di Jatim,” kata Gubernur Soekarwo.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini juga mengharapkan agar gubernur bupati/wali kota se-Indonesia yang hadir, mau mampir dulu di Trowulan untuk melihat kebesaran bekas Kerajaan Majapahit. “Kerajaan Majapahit itu sangat luas wilayahnya, mampirlah ke Trowulan Mojokerto,” harapnya.

Saat membacakan sambutannya, sempat terjadi kejadian lucu. Gubernur Soekarwo lupa nama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar. Sambil membuka-buka kertas teks pidatonya, Pakde Karwo  tetap belum bisa menemukan nama Linda Gumelar.
“Kalau nama kementeriannya saya hapal. Ini (lupa) karena terlalu seringnya ketemu,” ujarnya dengan nada bercanda yang langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam sambutannya mengatakan, BBGRM merupakan upaya untuk lebih menggelorakan semangat gotong royong. “Gotong royong merupakan kearifan lokal yang sangat berperan dalam pembangunan,” sebutnya.

Sedangkan HKG PKK dimaknai untuk menyatukan gerak langkah untuk memberdayakan masyarakat melalui 10 program pokok PKK dan meningkatkan kesejahteraaan masyarakat. Mendagri juga berharap agar masyarakat terus meningkatkan kepedulian dan saling tolong menolong untuk meningkatkan kesejahteraan.

“PKK juga memikul beban untuk mewujudkan keluarga sehat. Karena keluarga sehat merupakan kunci mewujudkan negara yang kuat,” ujar Gamawan.

Kiprah PKK melalui 10 program pokok PKK sangat membanggakan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan memang harus dimulai dari keluarga  yang notabene merupakan lingkup sosial terkecil. “Kita harus memberikan penghargaan kepada penggerak PKK karena selama ini terus mengabdi dan bertugas tanpa mengenal lelah,” lanjutnya.

Sebelum acara puncak kemarin, sebelumnya juga sudah dilakukan roadshow dan pemberian bantuan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Bintan, Kabupaten Badung dan Kabupaten Maros. Selain itu, dilakukan juga talkshow di televisi, penilaian pasar desa, gotong royong sebulan penuh di masing-masing daerah, bedah lingkungan kawasan kumuh, bedah pasar desa, bedah rumah, perbaikan sarana prasaran lingkungan dan seminar Posyandu.

Sumber : Bhirawa (24/5/2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *