Yang Bikin Alat KB Gagal Berfungsi

Yang Bikin Alat KB Gagal Berfungsi

Sudah pakai alat KB tapi masih hamil. Kasus ini mungkin dialami oleh banyak orang. Sebenarnya siapa yang salah, alat KB nya atau si pemakainya. Ada bebarapa pilihan alat konstrasepsi atau KB yang bisa digunakan dengan keunggulan dan kelemahan masing-masing. Meski berfungsi untuk mencegah dan menunda kehamilan, tetap ada ada sekian persen peluang alat KB mengalami kegagalan.

Berikut beberapa faktor yang membuat alat KB gagal berfungsi dan masih bisa menyebabkan kehamilan.

Pil KB

Pil KB mengandung hormon yang bisa mencegah ovarium wanita mengeluarkan sel telur sehingga mencegah kehamilan. Wanita harus mengonsumsi pil KB setiap hari, bahkan pada waktu yang sama setiap harinya misalnya setiap pagi hari jam 07.00. Yang sering membuat kehamilan masih bisa terjadi adalah karena lupa atau minum pil KB tidak tepat waktu. Kelupaan minum pil KB sebenarnya kini bisa diatasi dengan pil KB darurat atau Postpil. Sesuai dengan peraturan, Postpill ini bisa dibeli di apotik dengan resep dokter.

KB Spiral (IUD)

KB spiral atau intrauterine device (IUD) dilakukan dengan memasukkan perangkat plastik atau tembaga ke dalam rahim untuk menghambat perjalanan sperma. Kontrasepsi ini hanya dipasang sekali dan jangka panjang. KB spiral merupakan salah satu alat KB yang paling efektif dan aman, namun kegagalan masih bisa terjadi bila alat IUD bergeser atau bahkan terlepas dari posisi awal. Hal ini bisa terjadi pada awal-awal pemasangan atau selama menstruasi. Oleh karena itu, penting melakukan pemeriksaan untuk memastikan IUD masih terpasang dengan benar.

KB Suntik

KB suntik dilakukan dengan memasukkan hormon perlahan ke dalam aliran darah untuk mencegah ovulasi yang bisa mengakibatkan kehamilan. KB suntik biasanya dilakukan dalam periode tertentu, per 1 atau 3 bulan sekali.Kegagalan biasanya terjadi karena sang wanita lupa jadwal melakukan suntik KB setiap periodenya.

Kondom

Kondom adalah alat yang mencegah sperma agar tidak bisa bertemu dengan sel telur. Namun efektivitas dari kondom ini tergantung pada seberapa baik seseorang menggunakannya. Kegagalan penggunaan kondom biasanya terjadi karena kondom yang digunakan bocor, lewat tanggal kadaluarsa, terlepas saat digunakan atau sang wanita menggunakan pelumas berbasis minyak sehingga bisa melarutkan lateks kondom dan menyebabkan lubang.

KB Implan (susuk)

KB implan hampir sama dengan pil KB yang mengandung hormon pencegah kehamilan. Namun hormon dikemas dalam batang tipis dan fleksibel yang terbuat dari plastik dan dimasukkan tepat di bawah kulit di bagian lengan wanita. KB implan merupakan alat KB jangka panjang yang biasanya bertahan hingga 3 tahun. Kegagalan bisa terjadi bila petugas kesehatan salah memasukkan implan. Kesalahan posisi sulit untuk dideteksi karena tidak semua implan dapat terdeteksi oleh sinar-X.

 

Sumber : http://health.detik.com/read/2012/05/28/160539/1926558/763/6/yang-bikin-alat-kb-gagal-berfungsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *