Apa Kata Kader?

Apa Kata Kader?

Masih segar dalam ingatan, Gebyar Kader KB dalam Mendukung 10.000 Taman Posyandu yang diselenggarakan BKKBN Jatim di Nganjuk 11 April 2011 lalu, dihadiri oleh Gubernur Jatim, Soekarwo, beserta Ketua TP PKK Jatim, Nina Soekarwo, berlangsung meriah. Sebanyak lebih dari 3000 kader turut hadir mendukung kegiatan yang memang diselenggarakan untuk memotivasi fighting spirit (semangat juang) para pahlawan keluarga berencana tersebut. Acara ini, rupanya masih meninggalkan kenangan dalam benak para kader. Pada kesempatan ini, beberapa kader teladan yang telah mendedikasikan dirinya pada tugas – tugas sosial kemasyarakatan menyampaikan curahan hati mereka tentang keberhasilan, program serta tugas yang mereka emban selama ini.

NINIK SUPRIANTO (JUARA I KB-KES KAB. NGANJUK DARI KEC. WILANGAN)

“Gelar Juara Bukan Satu-Satunya”

“Keberhasilan merebut Juara I pada lomba KB-Kesehatan se Kabupaten Nganjuk, tentu membanggakan. Namun gelar juara bukan satu-satunya kebanggaan,karena masih ada kebanggaan lain yang dikejar sebagai salah satu kader.

Kebanggaan itu adalah bagaimana usaha dan upaya kita dalam membantu masyarakat yang kurang gizi, pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak (balita), serta lansia (lanjut usia). Itu adalah kebanggaan yang tak ternilai harganya.

Meski para kader adalah tenaga sukarela, namun keberadaannya patut mendapatkan penghargaan, agar apa yang dikerjakan dan jerih payahnya tidak sia-sia. Paling tidak ada perhatian bagi mereka. Sebagai kader KB, tentu kami bangga mendapatkan gelar juara pertama, namun tentu ini harus mampu memotivasi kader lain, terutama di lingkup Kecamatan Wilangan, Nganjuk hingga level Jawa Timur.

Semangat kami yang dari desa ini setidaknya membara kemana-mana dalam upaya membantu meningkatkan taraf hidup yang lebih sehat dan baik. Mudah-mudahan target Taman Posyandu yang dicanangkan Bude Karwo selaku Ketua TP PKK Jawa Timur, bermanfaat bagi kita semua.”

FATIMAH (JUARA I LOMBA PENYULUHAN KB TK. PROV. JATIM DARI KAB. KEDIRI)

“Tak Lelah Berjuang Demi Posyandu”

POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu) sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Apalagi sekarang lebih dikembangkan lagi secara integrative dan holistic sehingga menjadi Taman Posyandu untuk Provinsi Jawa Timur.

Betapa pentingnya Posyandu bagi balita, karena keberadaannya akan membantu tumbuh kembang si anak kea rah yang lebih baik. Oleh karena itu, kami sangat mendukung adanya Taman Posyandu yang dicanangkan Bude Karwo (Ketua TP PKK Jatim) dengan target tuntas 2013 mendatang.

Terlepas dari itu, Posyandu di tingkat paling dasar memang harus terus diupayakan eksistensinya. Jangan sampai Posyandu tidak ada, karena itu sangat berarti bagi masyarakat. Terutama dalam memberikan pelayanan pada mereka.

Taman Posyandu sendiri adalah program terpadu antara BKB (Bina Keluarga Balita), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Yang jelas, dalam hal peningkatan  peningkatan generasi yang lebih baik, kami harus total. Ini demi masa depan bangsa ini.

Saya sebagai Ketua Posyandu Dusun Karotan, Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kab. Kediri, berharap agar ibu-ibu sebagai kunci sukses keberhasilan Posyandu, hendaknya tidak lelah berjuang demi peningkatan masa depan anak-anak mereka.

HESTI HERMANU (JUARA I 10 PROGRAM POKOK PKK KAB. NGANJUK DARI DESA PATIANROWO, KEC. PATIANROWO)

“Puas Meski Ada Kekurangan”

Yang pertama adalah kami bangga Desa Patianrowo meraih Juara I Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Nganjuk. Kemenangan ini adalah berkat kerja keras semua elemen masyarakat di desa kami. Tentu hasil ini akan lebih menyemangati warga desa kami dalam berpacu kea rah yang lebih bagus lagi. Apalagi jika tahun depan ada lomba serupa, maka biasanya mempertahankan jauh lebih berat dibandingkan ketika saat merebut.

Keberhasilan Desa Patianrowo pada lomba 10 Program Pokok PKK, artinya bahwa kami sudah cukup bagus dengan pencapaian selama ini, tetapi tetap belum puas. Pasti ada kekurangan dan kelemahan yang tentu harus diperbaiki.

Program Pokok PKK ini kan sudah mencakup seluruhnya, termasuk di dalamnya ada Posyandu, karena itu kan masalah kesehatan ibu dan anak, dan bagaimana menekan angka kematian ibu melahirkan.

Saya sebagai Ketua TP PKK  Desa Patianrowo akan lebih menggiatkan warga kami untuk terus aktif dan giat dalam melaksanakan program PKK. Ini seperti amanah masyarakat, terutama dalam membantu anak-anak atau balita, kaum ibu hingga lansia.

Makanya, Taman Posyandu yang dicanangkan Bude Karwo ini sudah sangat tepat dan sinkron dengan 10 Program Pokok PKK. Mudah-mudahan keberadaannya semakin memperbaiki kehidupan masyarakat.

ELDA WAHYU (KADER TERMUDA, 24 TAHUN, DESA SUGIHWARAS, KEC. PRAMBON)

Tongkat Estafet Sang Ayah

Meski baru tahun 2009 lalu menjadi Kader KB, namun waktu yang singkat tak menyurutkan semangat kami untuk gencar melakukan sosialisasi KB dan 10.000 Taman Posyandu pada masyarakat di Nganjuk.

Saya mendapat predikat Kader Termuda BKKBN Nganjuk 2012 atas perjuangan yang kami lakukan selama ini. Saya senang menjadi kader KB karena memiliki banyak teman dan bisa berkeliling daerah. Alasan kami gencar melakukan sosialisasi tak lepas dari dukungan dan dorongan keluarga. Suami sangat mendukung kegiatan saya, asalkan tidak lupa kewajiban menjadi istri.

Ketertarikan saya menjadi Kader KB berasal dari ayah yang juga anggota BPKBD. Dulu bapak saya juga aktif sosialisasi KB melalui BPKBD. Semangat tersebut ditularkan ke saya.

“Kami merasakan sosialisasi KB pada masyarakat desa tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mencari akseptor yang paling sulit. Banyak perempuan yang salah paham kalau disuruh KB. Kendala lain yang kami rasakan adalah asumsi bahwa KB spiral tidak nyaman. Makanya banyak suami yang tidak setuju,” kata ibu Silvia Avra Ramadani ini. Tetapi berkat perjuangan yang keras, saat ini hampir 70 persen masyarakat terutama wanita di Prambon, Nganjuk, sudah menggunakan KB. “Masalahnya saya sudah ikut sendiri, saya merasa tidak sakit kok, dan biaya juga tidak mahal,” imbuhnya.

Mengenai strategi berkampanye yang dilakukannya yakni dengan berceritera dari rumah ke rumah. Saya cerita pengalaman sendiri mengikuti program KB. Ya syukur, banyak ibu-ibu akhirnya ikut serta, pungkas Elda.

PARTINI (KADER TERTUA, 69 TAHUN, DESA JATI GREGES, KEC. PACE)

Mengayuh Sepeda Hingga Mojokerto dan Madiun

“Kami cukup lama mengabdi mengajak ibu-ibu di Nganjuk untuk ikut program KB. Sejak tahun 1978 saya menjadi Kader KB hingga saat ini, terhitung telah 34 tahun pengabdian itu kami jalani. Segala proses telah saya lalui, mulai kesulitan mendapatkan dana, mencari akseptor, hingga berjalan kaki keliling pedesaan. Dulu, transportasi masih sangat kurang, saya sering naik sepeda dari Mojokerto hingga Madiun, hanya untuk mendapatkan akseptor.

Waktu itu saya mendapatkan bayaran lima ratus ribu, tapi saya melakukan dengan tulus. Sampai sekarang, saya masih semangat mengajak masyarakat ikut KB. Saat Presiden Soeharto menggalakkan KB dan mengalami masa puncak tahun 1992, saya lebih lancar melakukan ini (sosialisasi program KB, red). Yang kami pikirkan hingga sekarang adalah kesejahteraan kader dan generasi penerus kader (kaderisasi, red).

Sumber : Majalah Wanita Puspa (Edisi 16 Mei 2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *