BKKBN: Fatwa Halal Vasektomi Dukung KB

BKKBN: Fatwa Halal Vasektomi Dukung KB

Nasional | Senin, 16 Juli 2012 13:56 WIB

Metrotvnews.com, Purwokerto: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Sugiri Syarief mengatakan, fatwa halal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung perkembangan program KB.

“Ini (fatwa halal vasektomi) akan mempermudah. Kalau dulu, ada yang tanya fatwanya mana, ini ada fatwanya walaupun ada syaratnya,” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (16/7).

Sugiri Syarief mengatakan hal itu kepada wartawan usai peringatan Hari Keluarga XIX di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas, di Purwokerto.

Kendati telah dihalalkan, menurut dia, BKKBN akan tetap mengampanyekan vasektomi ini seperti biasa. “Saya kira kita kampanyekan seperti biasa saja, tidak perlu pakai genjot-genjotan karena hasilnya sudah cukup bagus. Kalau kita bandingkan tahun 2006 dengan tahun 2011, capaiannya lima kali lipat, itu sudah sangat bagus sekali,” ujarnya.

Jika capaiannya terus naik seperti saat ini, dia mengaku optimistis hasilnya sesuai target yang ditetapkan. “Ini sungguh menggembirakan karena kita telah lama memperjuangkan dikeluarkannya fatwa halal bagi vasektomi. Ini memberi angin segar bagi perkembangan KB,” tuturnya. Fatwa halal vasektomi dikeluarkan MUI pada 29 Juni 2012.

Ia mengatakan, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2010 telah melampaui angka proyeksi nasional, yakni sebesar 237,6 juta jiwa. Menurut dia, bertambahnya penduduk sekitar empat juta jiwa dari angka proyeksi nasional ini disebabkan mengendurnya program KB pada awal tahun 2000-an, sehingga banyak kelahiran yang terjadi di luar kontrol program KB.

“Sejak otonomi daerah, program KB seolah tenggelam. Namun sejak 2007, Presiden merevitalisasi program KB sehingga mengalami perkembangan yang menggembirakan,” tukasnya.

Terkait upaya mengembangkan program KB, dia mengatakan, BKKBN terus menggalakkan metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan Implan. Menurut dia, keberhasilan program KB di Indonesia telah diakui dunia seperti yang telah diumumkan di London, Inggris, belum lama ini.

“Di London telah diumumkan bahwa program KB di Indonesia berhasil karena dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan instansi pemerintah, berbagai organisasi, dan masyarakat,” katanya.(Ant/BEY)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *