Bojonegoro Gelar Rakerda Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga

Bojonegoro Gelar Rakerda Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga

 Rakerda Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga Kabupaten Bojonegoro dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Mei 2014 bertempat di Ruang Pertemuan Angling Dharmo Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Tema yang diangkat dalam Rakerda kali ini adalah “Pemantapan Pelaksanaan Program Kkb Tahun 2014 Menuju Akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 – 2014 Menyongsong Pasca MDG’s 2015. Acara tersebut dirangkai dengan Pengukuhan Pengurus IPeKB Cabang Bojonegoro. Drs. Salam Bahagia terpilih untuk melanjutkan tongkat estafet dari Dra. Umi Rahmawati untuk menjadi nahkoda IPeKB yang baru.

Rakerda Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga Tahun 2014 bertujuan :

  1. Terwujudnya komitmen kebijakan dan strategi untuk memenuhi sasaran rkp 2014 dan rencana pembangunan jangka menengah nasional (rpjmn) 2010-2014 program kependudukan, kb dan pembangunan keluarga;
  2. Tersosialisasikannya arah kebijakan program kependudukan, kb dan pembangunan keluarga, rencana aksi pengendalian kuantitas penduduk,kesehatan reproduksi dan pembangunan keluarga sejahtera 2014;
  3. Tercapainya peningkatan komitmen operasional dari mitra-mitra kerja terkait dalam pelaksanaan pembangunan kependudukan, kb dan pembangunan keluarga tahun 2014.

Dalam sambutannya, dr. Hj. Anik Yuliarsih, M.Si selaku Kepala Badan PPKB mengatakan bahwa Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga merupakan program lintas sektor (wide sector approach). Komitmen politis dan operasional bagi stakeholder serta mitra kerja menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga di Kabupaten Bojonegoro, sehingga perlu terus ditingkatkan serta dilaksanakan melalui koordinasi dan kemitraan  lintas  sektor, peningkatan advokasi, sosialisasi, promosi dan fasilitasi  kebijakan pengendalian penduduk guna mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan (population mainstreaming). Sementara itu Dra. Suhartuti, MM, yang hadir dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur mengucapkan selamat atas beberapa prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2013. Diantaranya TFR yang lebih rendah dari capaian nasional maupun Provinsi Jawa Timur yaitu 1,878, peraih Population Award kategori sinergitas pembangunan kependudukan, Juara I Lomba Pidato Kependudukan Tingkat Jawa Timur dan Juara 3 Tingkat Nasional serta Juara II PIK Remaja Tahap Tegak Tingkat Provinsi Jawa Timur. “Mari kita sama-sama meningkatkan komitmen, koordinasi serta kemitraan dalam penggarapan program KB secara intensif untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, agar Bojonegoro semakin Matoh”, lanjutnya. Bupati Bojonegoro yang sedianya akan memberikan pengarahan berhalangan hadir dan diwakilan kepada Staf Ahli Bidang Pemerintahan yaitu Drs.Ec Djumari, M.Si. Beliau menyampaikan tentang spirit utama pembangunan di Bojonegoro dan Pentingnya Program Kependudukan dan KB dalam menopang bidang pembangunan lainnya. Seluruh keberhasilan pembangunan tidak akan berarti jika laju pertumbuhan penduduk tidak terkendali dengan baik.

Acara dilanjutkan diskusi panel dengan menghadirkan tiga orang narasumber. H. Muslih, S.Sos, MM selaku narasumber pertama memaparkan tentang Evaluasi Program KB Tahun 2013 dan Rencana Operasional Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga Tahun 2014. Sementara narasumber kedua adalah drg. Ikke Yulia P dari BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro. Dalam paparannya beliau menjelaskan tentang kepesertaan dan sistem pelayanan KB di era BPJS Kesehatan. Narasumber ketiga berasal dari Dinas Kesehatan, yaitu Moch. Isnaini, SKM, M.Si yang memaparkan tentang Pelayanan & Kebijakan Program Keluarga Berencana dalam  Era JKN. Peserta sangat antusias mengikuti diskusi panel, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta. Antusiasme ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan peserta tentang pelayanan KB di era BPJS Kesehatan ini seperti apa dan bagaimana mekanismenya. Akhirnya tepat pukul 12.15 WIB Rakerda ditutup oleh Bapak Sekretaris Badan PPKB. Semoga hasil dari Rakerda ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam rangka mewujudkan Pondasi Bojonegoro Sebagai Lumbung Pangan dan energi Negeri. (diposting oleh: Subbag Proglap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *