Bonus Demografi, Jendela Peluang atau Pintu Petaka

Bonus Demografi, Jendela Peluang atau Pintu Petaka

BKKBN, Jakarta, 13 Juli 2012 – Sejak tahun 1989, PBB menetapkan tanggal 11 Juli sebagai hari Kependudukan Sedunia. Tujuannya untuk mengingatkan bangsa-bangsa di dunia mengenai dampak yang akan timbul bila angka pertumbuhan penduduk dibiarkan yang tidak terkendali. Pada tahun 1989 tersebut, jumlah penduduk dunia mencapai 5 milyar. Sedangkan pada peringatan Hari Kependudukan tahun 2011 yang lalu, jumlah penduduk dunia telah menjadi 7 milyar jiwa.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar peringkat ke-4 di dunia, setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237,6 juta jiwa menurut hasil Sensus Penduduk tahun 2010. Dibandingkan dengan hasil sensus tahun 2000, selama dekade terakhir ini penduduk Indonesia bertambah sekitar 32 juta manusia atau rata-rata 3,2 juta per tahun  dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) sekitar 1,49 %. Dengan demikian pada tahun 2012 ini penduduk Indonesia diperkirakan telah berjumlah sekitar 245 juta jiwa.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan LPP yang tergolong tinggi tersebut, dalam beberapa dekade mendatang Indonesia akan menghadapi “dinamika kependudukan” yang menarik dan sekaligus menantang. Prof. Dr. Sri Moertiningsih Adioetomo, Guru Besar FE UI dan salah seorang anggota Majelis Kependudukan Koalisi Kependudukan Indonesia, memprediksikan dalam 1 hingga 3 dekade ke depan, Indonesia akan memasuki periode yang sering disebut “Bonus Demografi”, yaitu proporsi penduduk usia produktif merupakan bagian yang sangat besar dari penduduk Indonesia (sekitar 69%), sedangkan rasio angka ketergantungan (Dependency Ratio) mencapai titik terendah. Dengan kata lain, terjadi momen di mana jumlah angkatan kerja sangat besar, namun menanggung beban kelompok usia anak dan lansia yang sangat kecil. Adapun sebagian besar dari penduduk usia produktif pada saat itu, adalah para remaja dan generasi muda pada saat ini.

Proporsi penduduk usia produktif yang  sangat besar tersebut, di satu sisi merupakan aset yang sangat penting yang membuka “jendela peluang” bila berkualitas dan dikelola dengan baik, namun bisa pula menjadi “pintu malapetaka” apabila kita gagal dalam pengelolaannya. Untuk itu, dipandang perlu adanya forum berdiskusi di kalangan generasi muda/ remaja saat ini yang pada 1 atau 3 dekade mendatang diharapkan akan menjadi tokoh nasional atau pemimpin bangsa. Pada saat itu diharapkan para tokoh atau pemimpin tersebut telah memiliki bekal wawasan yang memadai tentang isu dan tantangan bidang kependudukan, termasuk mengenai topic “Bonus Demografi”.

“Debat Masalah Kependudukan di Kalangan Generasi Muda dalam rangka Memperingati Hari Kependudukan Sedunia Tahun 2012” ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 14 Juli 2012, Jam 08.00-13.30 WIB, bertempat di Ruang Apung, Perpustakaan UI Kampus Depok. Salah satu pertimbangannya, agar diskusi dalam debat ini dilaksanakan secara ilmiah dan konstruktif dari segi keilmuan. Diskusi yang terarah, diharapkan akan menghasilkan solusi atau komitmen yang positif bagi upaya penanganan isu kependudukan di Indonesia. Debat ini dilaksanakan oleh Koalisi Kependudukan untuk Pembangunan Indonesia, yang diketuai Dr Sonny B. Harry Harmadi, bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (atau BKKBN). Peserta yang terlibat adalah para generasi muda dari berbagai kalangan, seperti: generasi muda partai politik, BEM Universitas, Perkumpulan Pemuda Keagamaan, Pengusaha Muda, hingga perwakilan dari Kementerian/ Lembaga terkait.

Acara Debat tersebut dibagi menjadi 3 sesi. Yang pertama, sesi “Memaknai Bonus Demografi” yang akan diantarkan oleh nara sumber: Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo, PhD. Sesi kedua, “Menyikapi Bonus Demografi” akan diantarkan oleh nara sumber: Dr Sonny B. Harry Harmadi. Sedangkan sesi ketiga, “Beraksi terhadap Bonus Demografi” akan diantarkan oleh nara sumber: Dr Sudibyo Alimoeso.

Sumber :

SIARAN PERS

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *