BUDHE KARWO TARGETKAN 10.000 TAMAN POSYANDU UNTUK PEMBANGUNAN SDM DI JATIM

BUDHE KARWO TARGETKAN 10.000 TAMAN POSYANDU UNTUK PEMBANGUNAN SDM DI JATIM

Hari gini masih ada gizi buruk? Apa kata dunia? Pertanyaan tersebut mengingatkan kita pada salah satu slogan iklan layanan masyarakat, tapi yang  terpenting untuk kita ingat bahwa kondisi di Jatim sampai tahun 2011, 20 persen anak balita dari total 2,4 juta anak balita mengalami gizi buruk. Sebanyak 38 persen dari jumlah penderita gizi buruk itu, berdasarkan informasi yang dikumpulkan PKK Jatim, karena kesalahan informasi gizi oleh pengasuh atau orangtuanya.  Kesalahan pola asuh terjadi antara lain karena faktor budaya, tetapi yang terpenting adalah karena absennya pendidikan menjadi orangtua (parentingeducation) dalam proses tumbuh kembang anak

Pernyataan itu disampaikan Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Ny. Hj. Nina Soekarwo pada acara talkshow “Ngopi bareng Pakde Karwo” di JTV (8/3). Oleh karenanya Bude, sapaan akrab Ny. Hj. Nina Soekarwo semua lapisan masyarakat, instansi terkait, LSM  saling bahu membahu untuk mengatasi permasalahan ini.

Bude  menyatakan bahwa PKK beserta kader-kadernya yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur siap mengangani gizi buruk ini, namun juga didukung oleh   instasi terkait seperti   Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan & Kebudayaan, Kesra,  BKKBN Jatim dan BPPKB , serta dirinya akan menjalin sinergi dengan para stakeholder seperti TNI, Dharma Wanita dan lembaga lainnya.

Keseriusan Bude untuk mengatasi masalah gizi buruk ini dengan memperjuangkan Peraturan Gubernur No. 63 Tahun 2011 Pengembangan Anak usia Dini Holistik dan Integratif yang bertujuan agar seluruh kebutuhan esensial anak usia dini dapat terpenuhi, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.

Bentuk integrasi posyandu secara menyeluruh di berbagai sektor ini yang dinamai Bude“Taman Posyandu”. Sesuai konsep awal posyandu adalah pelayanan terpadu, maka harapannya di Taman Posyandu ini terlayani secara paripurna, antara lain dari sisi pendidikan (PAUD),  kesehatan (pertumbuhan fisik), BKKBN (Bina Keluarga Balita dan parenting), hak perlindungan anaknya akan ditangani oleh BPPKB Prov. Jatim, serta Asisiten bidang Kesra sebagai koordinator pelaksanaan Taman Posyandu. Kenapa 10.000 yang ditargetkan Bude? Karena di Jatim ada 8.507 desa, asumsinya bahwa Taman Posyandu berada di setiap desa, dan sisanya pada desa yang punya wilayah luas bisa mempunyai 2 kelompok taman posyandu. (adpin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *