Deklarasi 69 Ribu Kader KB Dukung Taman Posyandu

Deklarasi 69 Ribu Kader KB Dukung Taman Posyandu

   Untuk menyukseskan  10.000  Taman Posyandu di Jatim, Badan Kependudukan  dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Jatim siap menerjunkan  69.974 kader KB (Keluarga Berncana). Dari data yang dihimpun, saat ini jumlah anggota Bina Keluarga Balita   (BKB) Jatim mencapai  629.593 orang, sedangkan untuk jumlah  kelompok BKB sebanyak  12.187 orang.

    Kepala BKKBN Jatim  Djuwartini SKM,MM menyatakan dalam  realisasinya  BKKBN  Jatim akan menggerakan kader  KB dengan cara melakukan sinergi program dengan  Pemberdayaan  Kesejahteraan Keluarga  (PKK)  dan beberapa instansi  seperti Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Jatim serta  Asisten  Kesra Jatim.  ” Jadi keberhasilan  Taman Posyandu ini tidak saja digarap oleh satu instansi saja, melainkan banyak instansi yang berperan di dalamnya,” ujarnya.

    Wanita kelahiran Madiun ini menjelaskan, pada program BKB yang terintegrasi dalam  Taman Posyandu, peran serta kader  KB memberikan  beberapa pengetahuan diantaranya  adalah perkembangan fisik anak, gerakan kasar dan halus untuk balita 0 – 24 bulan, komunikasi aktif dan pasif pada balita,perkembangan kecerdasan balita, kemampuan menolong diri pada balita serta perkembangan  anak yang dipantau malalui KKA  (Kartu Kembang Anak). ” Jadi beberapa layanan ini yang dijadikan program  BKB dalam menyukseskan Taman Posyandu di Jatim,” jelasnya.

    Djuwartini berharap dengan sinergi yang baik antara BKKBN, PKK dan beberapa instansi di Jatim, keberadaan  10.000 Taman Posyandu dapat berjalan dengan maksimal. ” Saya yakin Taman Posyandu ini dapat membantu  masyarakat di Jatim, mengingat kader dan anggota yang ada sudah dipersiapkan secara optimal,” tegasnya.

    Sementara itu Ketua Tim penggerak PKK Jatim  dra. Hj Nina Soekarwo MSI mengatakan dirinya mengapresiasi  langkah BKKBN Jatim dalam menggerakan kader dan anggota terbaiknya  untuk menyukseskan program 10.000 Taman Posyandu di Jatim.

    Menurutnya dengan mendukung keberadaan 10.000 Taman Posyandu, berarti BKKBN memiliki andil besar dalam mengurangi  Angka Kematian Ibu (AKI),  Angka Kematian Bayi  (AKB) dan menurunkan angka gizi buruk untuk anak balita.

    ” Terus terang dari salah satu kasus gizi buruk di Jatim kebanyakan karena orang tua salah dalam asupan  gizi kepada anak balitanya. Jadi bukan karena factor kemiskinan yang utama  menyebabkan gizi buruk, melainkan karena  factor kekurangan pahaman orang tua dalam memberikan asupan gizi kepada anak balitanya,” ujar Bude Karwo  sapaan akrap dra Hj Nina Soekarwo MSi.

    Ke depan, Bude Karwo yang juga sebagai inisiator atau pemrakarsa terbentuknya  Taman Posyandu di Jatim meminta dengan  adanya Taman Posyandu ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang lengkap bagaimana cara memberikan asupan gizi yang tepat. Selain itu keberadaan  Taman Posyandu  ini memungkinkan bagi masyarakat dalam mengetaui proses tumbuh kembang anak balitanya. ” Jadi dalam Taman Posyandu ini yang digarap tidak hanya masalah gizi, melainkan pelayanan secara paripurna di antaranya masalah pendidikan, kesehatan (pertumbuhan fisik,red), parenting. Perlindungan anak juga menjadi skala prioritas,” tuturnya.

    Untuk diketahui dalam menyukseskan 10.000 Taman Posyandu di Jatim, BKKBN bersama dengan Tim Penggerak PKK Jatim menggelar acara gebyar kader KB dengan mengusung tema ‘Gebyar Kader KB dalam mendukung  10.000 Taman Posyandu’. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Juang Kabupaten Nganjuk Jatim yang dihadiri oleh Gubernur Jatim Dr Soekarwo SH,MHum, Kepala BKKBN Pusat  Dr dr Sugiri Syarif, MPA, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim dra Hj Nina Soekarwo MSi, Ketua Penggerak PKK Kabupaten/kota se-Jatim, dinas terkait dan 2.500 kader KB dari Kabupaten Nganjuk.

    Sementara itu dalam acara tersebut seluruh kader KB akan mendekklarasikan kesiapan dalam mendukung 10.000 Taman Posyandu.

Sumber data ; Bhirawa, 11 April 2012.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *