Deklarasikan FAPSEDU, Pemuka Agama Jawa Timur Siap Dukung Visi Misi BKKBN

Deklarasikan FAPSEDU, Pemuka Agama Jawa Timur Siap Dukung Visi Misi BKKBN

Masalah pengendalian kependudukan sudah lama menjadi perhatian diIndonesia. Jumlah penduduk  Indonesia saat ini yakni sejumlah 237,6 jutajiwa menempati rangking ke empat dunia setelah India, Cina dan Amerika. Sedangkan menurut laporan terbaru UNDP (United Nations Development Program) menyatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2011  menempati  peringkat 124 dari 187 negara. IPM ini diperoleh dari angka harapan hidup, angka melek huruf, dan pendapatan per kapita penduduk. Maka apabila IPM Indonesia menempati urutan 124 dari 187 negara di dunia, tentu saja bukanlah sebuah prestasi yang dapat dibanggakan.

Persoalan dan tantangan yang dihadapi pemerintah terkait kependudukan cukup berat. Antara lain masih tingginya angka kemiskinan, tingginya angka kematian ibu karena kehamilan dan melahirkan, tingginya kematian bayi dan balita, merebaknya berbagai penyakit menular di masyarakat, masih rendahnya tingkat dan kualitas pendidikan sampai seringnya terjadi bencana alam yang disebabkan karena kerusakan lingkungan.

BKKBN sebagai badan pemerintah yang mengemban tugas untuk mengatur kependudukan dituntut untuk lebih giat membuat program-program kebijakan baru yang efektif dalam menekan laju pertumbuhan penduduk  serta lebih proaktif merangkul mitra kerja dari berbagai kalangan guna mengoptimalkan sasaran pembangunan kependudukan pemerintah, dan visi misi BKKBN. Terutama dengan adanya sistem otonomi daerah. Dimana kewenangan penanganan kependudukan dan keluarga berencana dilimpahkan sepenuhnya ke pemerintahan kabupaten/kota. Fakta yang seringkali ditemui di daerah, kebijakan dalam penanganan kependudukan dan keluarga berencana bukan lagi menjadi program prioritas sehingga BKKBN sering mengalami hambatan dalam implementasiprogram-program kependudukan dan keluarga berencana. Salah satu dampaknya adalah laju pertumbuhan penduduk Indonesia sepuluh tahun terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Berangkat dari kondisi tersebut, dalam upaya mengatasi berbagai problematikakependudukan, BKKBN berupaya merangkul dan melibatkan semua pemangku kepentingan bangsa termasuk para pemuka agama untuk berpartisipasi dalam mengendalikan lajunya pertumbuhan penduduk. Karena persoalan kependudukan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun semua unsur masyarakat. Semakin banyak unsur masyarakat yang berpartisipasi aktif mendukung program KKB maka percepatan program serta visi misi BKKBN dapat segera terwujud.

Seringnya  tokoh-tokoh agama berpartisipasi dalam kegiatan BKKBN akhirnya menginspirasi pemuka agama dan petinggi BKKBN di tingkat pusat untuk membentuksebuah wadah khusus bagi tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang memiliki kepeduliandan aktif dalam program keluarga berencana dan kependudukan. Dan pada tanggal 17 Juni 2008 Forum Antarumat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan(FAPSEDU) dideklarasikan di Jakarta. Sekretaris FAPSEDU Pusat Drs. Freddy Aritonang, MM mengutarakan dalam sambutannya, forum ini tidak memfokuskan pada kegiatan keagamaan masing-masing anggota tetapi lebih berfungsi sebagai wahana perjuangan bagi para pemuka agama untuk mengatasi problema bangsa khususnya dalam halkependudukan dan keluarga berencana.

Sebagai tindak lanjut dari pembentukan FAPSEDU pusat,  tahun 2011 ini Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur giat melakukan berbagai pertemuan dan koordinasi dengan FKUB di Jawa Timur guna memfasilitasi pertemuan antara tokoh – tokoh agama agar dapat segera melaksanakan pembentukan FAPSEDU di Jawa Timur. Hasilnya pada 14-15 Desember 2011 diselenggarakanlah pertemuan dalam rangka pembentukan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera Dan Kependudukan (FAPSEDU) Jawa Timur, dan pada 15 Desember 2011 FAPSEDU Jawa Timur dideklarasikan secara resmi. Deklarasi ini berisi komitmen dan kesepakatan para pemuka agama Jawa Timur untuk mewujudkan visi dalam mewujudkan masyarakat sejahtera berdasar nilai-nilai agama dan misi untuk meningkatkan kualitas insan indonesia yang memiliki kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama serta meningkatkan kesadaran terhadap kependudukan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat indonesia. Acara ini dilaksanakan di Sun HotelSidoarjo dan dihadiri oleh para pemuka agama dari FKUB Jawa Timur dan pengurus FAPSEDU Pusat. Deklarasi Pembentukan FAPSEDU Jawa Timur ini ditandatangani dan disampaikan oleh enam tokoh dari FKUB perwakilan dari lima agama yakni Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si, Drs. Sumardiono, RM. A. Luluk Widyawan, Drs. I Ketut Sidiarta, S. Ag, Prof. Dr. Philip K. W.CC.CPC  dan  Ir. Budilistyo Suboko.

Dengan terbentuknya FAPSEDU Jawa Timur, maka sampai saat ini 18 dari 33 provinsi di Indoensia sudah melaksanakan pembentukan FAPSEDU di  daerah. Drs. Endro Siswantoro, M.Si selaku Ketua FKUB Jawa Timur M.Si yang membuka kegiatan ini secara resmi mengharapkan agar kedepan FAPSEDU ini dapat segera dibentuk sampai pada tingkat Kabupaten Kota, dan diharapkan sebagai forum baru  tidak sampai terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas dan fungsi FAPSEDU  melainkan harus dapat bersinergi dalam menunjang program kependudukan dan kesejahteraan masyarakat serta ikut menjaga kerukunan umat beragama di Jawa Timur khususnya. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *