Evaluasi BKB & UPPKS 6 Kabupaten, Tingkatkan Penggarapan Bidang KSPK Wilayah Galciltas

Evaluasi BKB & UPPKS 6 Kabupaten, Tingkatkan Penggarapan Bidang KSPK Wilayah Galciltas

Selasa, (27/12) Perwakilan BKKBN Jatim dimotori Bidang KSPK (Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga) melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita) dan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) khusus bagi 6 Kabupaten yang merupakan wilayah kepulauan dan galciltas (tertinggal, terpencil dan perbatasan) di Jawa Timur. Hal ini dilaksanakan karena di wilayah galciltas penggarapan ketahanan keluarga melalui program bina-bina dan UPPKS masih minim. Khususnya dalam kegiatan Bina Keluarga Balita yang sampai pada 2011 masih belum terbentuk dan Kelompok UPPKS yang jumlahnya masih sedikit. Enam Kabupaten yang menjadi sasaran adalah Sumenep, Sampang, Bangkalan, Pamekasan, Gresik dan Probolinggo.

Hal ini sejalan dengan titik berat bidang garapan BKKBN Jawa Timur pada tahun 2012 mendatang, yakni selain tetap mengedepankan pelayanan bidang KB juga memantapkan penggarapan bidang KSPK. Saat ini di 6 Kabupaten yang merupakan wilayah kepulauan dan galciltas tersebut belum memiliki kelompok BKB. Kegiatan ini sangat penting sebagai salah satu upaya dalam pembentukan keluarga berkualitas. Melalui BKB para orang tua diajarkan teknik  yang baik dan benar untuk mengasuh dan mendidik balita, bagaimana memantau tumbuh kembangnya juga bagaimana memberikan asupan gizi yang diperlukan balita. Sehingga model pengasuhan balita yang kurang baik seperti membentak, memberikan hukuman fisik atau malah memanjakan secara berlebihan dapat dihindari. Karena masa balita merupakan periode emas yang memegang peranan penting bagi perkembangan seseorang di tahapan usia selanjutnya baik remaja hingga dewasa.

Sedangkan untuk kelompok UPPKS di 6 Kabupaten ini sebagian sudah terbentuk tetapi jumlahnya masih sedikit, antara lain yang sudah terbentuk di Kabupaten Gresik ada 2 kelompok, Kabupaten Sumenep terdapat 3 kelompok, Sampang ada 4 kelompok dan di Probolinggo baru terbentuk 1 kelompok.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim yang berkesempatan memberikan arahan mengharapkan kegiatan evaluasi BKB dan UPPKS dapat menjadi pemantik sekaligus pemicu bagi penggarapan program – program lain dari BKKBN yang belum terlaksana secara optimal di wilayah galciltas. “Anak-anak di wilayah kepulauan, daya juangnya tinggi, asupan gizinya juga sudah baik karena wilayah kepulauan ini mempunyai hasil laut yang dikonsumsi sehari-hari dan berprotein tinggi. Apabila diasah dengan baik melalui pendidikan akhlaq serta pendidikan formal yang memadai pasti akan menjadi generasi yang berkualitas. Ditambah dengan penguatan program bina-bina dan pemberdayaan keluarga khususnya dengan UPPKS inilah akan tercipta ketahanan keluarga yang akan mewujudkan keluarga berkualitas.” jelasnya.

Beberapa tahun terakhir BKKBN tidak lagi memberikan bantuan dana kepada kelompok UPPKS tetapi lebih menekankan pada pemberian pembinaan, memfasilitasi bantuan modal melalui mitra kerja juga bantuan yang berupa alat bantu tepat guna (ATTG) yang digunakan untuk produksi. Saat ini Perwakilan BKKBN Jawa Timur merangkul beberapa yayasan ataubank yang dapat memberikan bantuan modal kepada usaha ekonomi produktif seperti kelompok UPPKS. Antara lain dengan BPR Jatim dan Bank UMKM. Sehingga kelompok UPPKS yang ada memiliki kesempatan mengembangkan usahanya. Dalam kegiatan ini diserahkan bantuan 10 APE KIT untuk masing-masing kabupaten. Selain itu sebagai tindak lanjut akan dilaksanakan pula kegiatan pendampingan bagi masyarakat agar dapat segera terbentuk kelompok BKB serta pendampingan kelompok UPPKS yang sudah terbentuk agar dapat terus berkembang. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat yang mempunyai usaha produktif untuk mengembangkan usahanya melalui UPPKS. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *