Evaluasi Pencapaian Program Kependudukan dan KB

Evaluasi Pencapaian Program Kependudukan dan KB

“Saya sangat berharap telaah program KB yang dilaksanakan ini dapat menghasilkan suatu strategi penggarapan program yang selalu diletakkan kepada kebijakan pengendalian laju pertumbuhan penduduk dan lebih diarahkan pada daerah Kab/Kota yang masih rendah dari sisi pencapaian program KB” harapan ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim  Djuwartini, SKM, MM ketika memberikan sambutan dalam acara Evaluasi Program Kependudukan dan KB Provinsi Jawa Timur semester I Tahun 2011.

Evaluaasi Hasil Pencapaian Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Semester I Tahun 2011 dan Rencana Strategi Operasional Semester II Tahun 2011 Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, dilaksanakan awal Agustus 2011 ini di HotelBisanta Surabaya. Evaluasi  disampaikan oleh Kabid Advokasi Penggerakan dan Informasi W. Ajeng Lukitawati, S.St, MM dan Rencana strategi disampaikan oleh Bu Dhani KB serta Kabid Kependudukan Drs. Humphrey Apon, MPA.

Bu Djuwartini juga mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap waspada mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dan kekuatan disetiap Kab/Kota dalam melaksanakan Program, dalam arti lain penggarapan program perlu dilakukan penajaman segmentasi wilayah penggarapan, sehingga intervensi yang dilakukan akan lebih bermnakna dan berhasil guna dengan sasaran yang tepat pula.

Dari paparan ke tiga pembicara diperoleh kesimpulan antara lain bahwa prosentase Pencapaian Peserta KB Baru pada semester I Tahun 2011 sebesar 53,85 % telah melampaui target perhitungan pencapaian pada periode 6 bulan. Bila pencapaian peserta KB Baru pada semester II 2011 tidak mengalami penurunan, maka PPM PB yang telah ditetapkan sebesar 1.193.464 peserta dapat dicapai.

Sedang untuk Peserta KB Baru MKJP dimana dari PPM MKJP yang telah ditetapkan sebesar 205.455 sampai dengan Juni 2011 pecapaiannya 111.763 (54,40 %). Hal ini menandakan bahwa semakin tingginya kesadaran masyarakat tentang Kontrasepsi Jangka Panjang. Dalam  pencapaian peserta KB Baru Pria walau masih jauh dibawah PPM namun menunjukkan perkembangan yang meningkat, utamanya pada peserta MOP.

Pencapaian sasaran PIK KRR untuk tingkat Provinsi sudah melampaui target, namun masih mengalami disparitas kab/kota. Disisi lain kualitasnya untuk tegar harus lebih ditingkatkan sosialisasinya karena masih rendah.

Pencapaian sasaran keluarga balita yang ikut BKB aktif, keluarga remaja ikut BKR aktif dan kelompok UPPKS yang terdaftar pada direktori data bais on laine sudah diatas 50 %. Penyelesian Dana Alokasi Khusus yang telah diberikan pada 32 Kab/Kota belum selesai prosesnya.

RENCANA STRATEGIS PKBN 2011

Dari Rapat Telaah Pembangunan Kependudukan dan KB Prov. Jatim 20011 dihasilkan rumusan Rencana Strategis PKBN 2011, yaitu :

Dalam rangka memaksimalkan pencapaian program PKBN 2011, Langkah Strategis yang dilakukan dalam upaya percepatan pencapaian program adalah :

1.       Meningkatkan penggerakan IpeKB, optimalisasi media, dan updating data online

2.       Memanfaatkan semua kegiatan momentum yg ada untuk pelayanan KB. seperti : TMMD, HUT KORPRI, HUT Kodam V Brawijaya, HUT PEMPROV Jatim, Kesatuan Gerak PKK

3.       Penggerakan : pelayanan mobile, toga/toma, peningkatan peran penyuluh KB, institusi masyarakat/PPKBD, sub PPKBD dan kader

4.       Penggarapan program perlu dilakukan segmentasi wilayah penajaman sasaran unmetneed, segmentasi sasaran PUSMUPAR, diharapkan intervensi yang dilakukan akan lebih bermakna dan berhasil guna dengan sasaran yang tepat pula.

5.       Peningkatan pelayanan PKBRS KB dan Apotik

6.       Penggarapan Program KB wilayah kepulauan dan wilayah Legok/ Glacitas

7.       Sarasehan peserta MOP dan sistim MLM untuk strategi meningkatkan sasaran MOP perlu diupayakan bagi wilayah yang sulit

8.       Membina kelompok-kelompok yang telah dibentuk oleh fatayat, Muslimat, Aisiyah

Adapun dukungan untuk mencapai sasaran strategis dicapai melalui :

1.      Dukungan sarana, prasarana dan anggaran : alokasi alat/obat kontrasepsi untuk keluarga miskin, Pra S dan KS I, pelatihan peningkatan kompetensi bagi tenaga medis dan petugas lapangan dan kader, penyediaan biaya operasional pelayanan MOP dan MOW serta untuk ayoman

2.      Pengalaman keberhasilan SKPD KB sebagai lesson learnt dalam upaya memaksimalkan pencapaian program KB dilakukan melalui langkah berikut :

(a)   adanya pemicu atau momentum,

(b)  perencanaan yang matang, dan

(c)   pembagian peran sektor

(a)   Penyelesaian cepat dan tepat penentu sukses program

(b)  Keyakinan sukses dan bekerja keras

disamping itu juga dilakukan melalui pemantapan leading sektor, pemantapan internal,monitoring, evaluasi dan tindak lanjut.

Demikian rumusan hasil Telaah Pembangunan Kependudukan dan KB tahun 2011, pencapaian hasil semester I, diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam kebijakan dan strategi operasional pada Semester II program tahun 2011. (AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *