Fatwa MUI Untungkan BKKBN

Fatwa MUI Untungkan BKKBN

Surabaya, Bhirawa

Sejak dikeluarkannya fatwa halal penggunaan alat kontrasepsi (Alkon) Medis Operasi Pria (MOP) atau vasektomi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat memberikan peluang besar bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam memberikan pelayanan vasektomi kepada masyarakat.

Kepala BKKBN Jatim Djuwartini menyatakan, fatwa halal MOP akan membantu BKKBN Jatim dalam mencapai target Kontrak Kinerja Pemerintah (KKP) dengan BKKBN Pusat. Dari beberapa kontrak kinerja yang telah disepekati bersama, BKKBN Jatim harus mencapai target KKP untuk MOP hingga akhir 2012 sebesar 100 persen. ”Kita bersyukur dari hasil evaluasi Peserta Baru (PB) MOP sampai pada  Agustus ini angkanya sudah mencapai 82,69 persen dan sisanya akan dicapai selama beberapa bulan mendatang,” ujarnya.

Wanita berjilbab ini menjelaskan, dalam pencapaian target PB MOP di Jatim tidak terlepas dari peran serta para kader KB, ulama, tokoh masyarakat atau agama, masyarakat dan stakeholder dalam mengawal dan menyosialisasikan program KB. Menurutnya, dengan dukungan dan fatwa para tokoh agama (MUI, red) pencapaian PB MOP akan lebih meningkat. ”Terus terang fatwa MUI tentang dihalalkannya MOP sebagai alat kontrasepsi akan memberikan dampak besar bagi pencapaian program KKB (Kependudukan dan Keluarga Berancana) di Jatim dan Indonesia,” paparnya.

Djuwartini berharap dengan dikeluarkannya fatwa halal dari MUI pusat ada kerjasama dan sinergi yang baik antara BKKBN Jatim dengan MUI yang berada di setiap perwakilan di Jatim. ”Kita (BKKBN Pusat, red) telah mengundang semua perwakilan MUI yang ada di Jatim sebanyak 38 Kota/kabupaten dan perwakilan MUI dari seluruh provinsi di Indonesia untuk membahas dan menyosialisasikan program KB yang dilaksanakan sejak 28-30 September 2012  di Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BKKBN Pusat Dr. dr. Sugiri Syarief, MPA mengatakan, pihaknya mengundang perwakilan MUI dan tokoh agama yang ada Jatim dan Indonesia dengan tujuan untuk membangun kesepahaman program MOP. Menurutnya, dari beberapa pengalaman yang ada peran ulama dalam mengawal keberhasilan KB sudah tidak dapat diragukan lagi. ”Kita bersyukur dibantu para ulama, sehingga pencapaian program KKB di Jatim dan Indonesia akan tercapai,” tuturnya.

Sekjen MUI  Ikhwan Syam mengatakan, sebagai perwakilan MUI Pusat dirinya mendukung penuh upaya BKKBN dan para ulama yang ada di Jatim untuk bersama-sama mengawal keberhasilan program PB MOP. Dengan sosialisasi yang benar dan utuh kepada masyarakat program MOP dapat diterima oleh semua orang. ”Saya berpesan kepada semua para ulama untuk mengomunikasikan program MOP ini dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti, karena dengan komunikasi tersebut masyarakat akan mudah menerimanya,” pintanya. [dna]

Sumber : Harian Bhirawa (Senin, 1 Oktober 2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *