Festival Maulid Nabi Masjid Al Akbar Surabaya, Minat Pria Untuk Vasektomi Meningkat

Festival Maulid Nabi Masjid Al Akbar Surabaya, Minat Pria Untuk Vasektomi Meningkat

“Minat kaum pria untuk mengikuti vasektomi pada acara pelayanan  Festival Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Akbar miningkat pesat, ini kalau dibandingkan dengan pelayanan yang sudah-sudah” ujar PJS Kepala Bidang KB-KR Dra. Sri Suparmi, MSi kepada wartawan On Line BKKBN Jatim di tengah-tengah pelayanan akseptor (30/3).

Menurut Bu Umi, demikian teman-teman BKKBN sering memanggilnya,  pelayanan KB di Masjid Al Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi sudah dilakukan sejak tahun 2010. Awal kegiatan, dulu untuk peserta vasektomi atau MOP belum ada yang ikut. Di tahun kedua, peserta vasektomi  hanya dua orang, dan di tahun 2012 ini peserta vasektomi yang sudah terdaftar di pagi hari mencapai 38 orang, angka ini akan terus berkembang.

“Saya sangat bangga, nampaknya KIE MOP  di Surabaya sudah berhasil baik, dampaknya banyak kaum bapak yang berminat mengikuti MOP” ujarnya.

Selain pelayaanan MOP, dalam rangka peringatan Maulid di Masjid terbesar di Jawa Timur itu juga diadakan pelayanan pemasangan implant untuk wilayan Gresik, Sidoarjo dan Surabaya.  Calon peserta KB implant sudah tercatat sebanyak 78 orang.

Mengantisipasi besarnya minat KB pada pelayanan di mesjid Al Akbar, Perwakilan BKKBN Jatim mengerahkan sedikitnya  dua bus pelayanan dengan lima dokter, beberapa bidan dan para medis. Tim dokter dipimpin oleh dr. Sofyan  dibantu dr. Reza, dr. Subhan, dr. Jackson dan dr. Palupi.

Junianto, SH Kasubbid KB Bapemas-KB Surabaya mengakui kalau minat peserta vasektomi di Surabaya sangat bagus. “Kami tahun ini mendapat target 120 orang, tetapi baru sampai  bulan Maret, belum termasuk yang ikut pelayanan sekarang, sudah mencapai 132 orang. Ini sangat baik, malah di Pakal sekarang sudah ada paguyuban akseptor MOP yaitu “Siwalan Mesra”. Nah rencananya nanti di HUT kota Surabaya, teman-teman di Pakal akan melakukan pelayanan  MOP untuk 50 orang” ujar Junianto.

Untuk mengajak kaum bapak ikut vasektomi, Surabaya melibatkan akseptor itu sendiri untuk getok tular kepada rekan-rekannya. Atau motivasi melalui PLKB dan selebaran yang disebar di pasar-pasar dan tempat umum lainnya.

Seperti Suharno (43), bapak tiga anak ini ikut vasektomi di Al Akbar karena ada temannya di tempat kerjanya yang sudah lebih dulu ikut MOP. Suharno ikut vasektomi karena sang istri mengidap darah tinggi. Lain lagi dengan Bambang (34) pria yang sehari-hari bekerja serabutan ini memilih MOP karena sang istri takut ikut KB, sehingga bapak dengan dua anak itu mengambil alih peran istri dalam berKB. Setelah mengikuti  pelayanan KB, para akseptor mendapat bingkisan sembako dari Gubernur Jawa Timur, berupa beras, minyak,  mie instan dan gula.  (AT/humas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *