Gubernur Jatim : Sejuta Dasa Wisma Merupakan Potensi yang Harus Digerakkan

Gubernur Jatim : Sejuta Dasa Wisma Merupakan Potensi yang Harus Digerakkan

Tim Peggerak PKK punya jaringan hampir sejuta Dasa Wisma. Hal itu merupakan potensi yang luar biasa dan harus digerakkan. Ini  diutarakan Gubernur Jatim Dr.H.Soekarwo sebagai Ketua Dewan Penyantun saat mencanangkan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan, di Gedung EmpirePalace, Kamis (28/10).

Menurut Gubernur, kalau ingin menggerakkan gunakan konsep pemberdayaan, yang intinya masyarakat yang sudah tahu tapi masih perlu di stimulasi, didorong agar lebih kuat, tapi harus dilakukan dengan sentuhan hati. Berarti ada hal yang sangat penting, harus ada sentuhan dari pengurus kepada masyarakat. “Oleh karena itu lebih baik banyak mendengarkan masyarakat daripada mengajari masyarakat karena keluarga/rumah tangga itu manusia bukan mesin,” kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo.

Kerja sama tiga Instansi yaitu Tim Penggerak PKK, BKKBN dan Dinas Kesehatan tidak cukup dengan menyiapkan anggaran saja. Menurut Pakde, peranan leadership sangat diperlukan. Harus dilakukan pendekatan dengan hati maka program akan berjalan dengan baik, tetapi kalau dilakukan secara mekanik / instruksional/ struktural pasti tidak akan berjalan dengan baik.

Dinas kesehatan, BKKBN Kab/Kota harus menyinkronkan program. Memang Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 0,49 sudah bagus tapi RPJMD Jatim th 2014 targetnya 0,35. Artinya semakin banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah maka banyak ibu-ibu harus bekerja meninggalkan anak-anaknya. Pengangguran terbuka turun dari 5,09 % menjadi 4,18 % karena ibu-ibu menjadi pilihan tenaga kerja yang tersebar di 4,2juta UMKM se Jatim.  Perdagangan Jatim ke Luar provinsi hasil UMKM 53 % lebih dari nilai Rp. 240 triliun. “Maka dari itu kunjungan/pendampingan yang dilakukan Tim Penggerak PKK melalui Dasa Wisma hasilnya akan luar biasa karena rakyat merasa diperhatikan. Keberhasilan ditentukan 50 – 60 % oleh leadership bukan oleh sarana prasarana, intinya harus menghargai orang,” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim Dra. Ny. Hj. Nina Soekarwo, MSimengutarakan, yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes antara lain, keluarga yang drop out dalam pemakaian kontrasepsi akan dirangkul agar aktif kembali ber-KB. Disamping masih rendahnya partisipasi kaum pria dalam Medis Operasi Pria (MOP), walupun Jatim sudah terbaik tapi belum merata di seluruh Kab/ Kota. Selain itu masih ada keluarga yang tidak mau hadir dalam Posyandu walaupun tingkat kehadiran Posyandu di Jatim sudah 76 %, oleh karena itu harus ada revitalisasi Posyandu lagi.

Tim Penggerak PKK mempunyai jaringan kader sampai grass root yang bermitra dengan instansi pemerintah Provinsi maupun Kab/ Kota. Kader-kader Tim Penggerak PKK turun ke masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan KB bersama  BKKBN. Sementara Dinas Kesehatan yang memberikan bekal, motivasi dan  pelatihan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).  “Saya minta ketua Tim penggerak Kab/ Kota turun kembali ke desa-desa yang kader-kadernya mulai lesu, yang kadernya enggan turun. Mereka perlu didorong/ diberikan semangat kembali untuk berkiprah sebagai volunteer/ sukarelawati, karena PKK  memang tidak mendapat honorarium,” harapnya.

Dari 37 juta lebih  penduduk Jatim, sekitar 14,2 % masih dalam kodisi miskin dan sangat miskin. Padahal keluarga merupakan cermin kekuatan masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu wajib dijaga, dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya. Untuk membangun bangsa dan kesejahteraan masyarakat diawali dari keluarga. Mewujudkan kesjahteraan keluarga sangat erat kaitannya dengan permasalahan Kependudukan, KB dan Kesehatan. Kedua hal tersebut sangat berpengaruh bagi terwujudnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Sejauh ini KB di Jatim cukup suskses. Total Fertility Rate (TFR) 1,92 % menjadi 1,64 % nasional masih 2,1. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dari 0,52, menjadi 0,49, berarti sudah jauh di bawah tingkat nasional 1,49 %. Angka kematian bayi 28,2/ 1000 kelahiran, di tingkat nasional masih 34. Angka Kematian ibu melahirkan tahun lalu 90,7 per 100 ribu namun sekarang meningkat sedikit menjadi 101 tapi masih dibawah tingkat nasional 228. “Kita harus selalu waspada agar TFR tidak meningkat,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prov Jatim Djuwartini, SKM, MM mengatakan, bersamaan dengan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes th.2011 ini akan dilakukan kembali pelayanan serentak IUD Ceria bersama PKK pada 14 – 18 Nopember mendatang. Mengingat pemakaian IUD paling rendah. Hal ini merupakan kiprah PKK untuk memberi dukungan terhadap program kependudukan dan KB di Jatim.

Berdasarkan pengalaman selama ini, pelayanan-pelayanan yang dilakukan serentak dapat memberikan kontribusi 5 kali lipat dari pencapaian biasa. “Saya harap persatuan gerak PKK-KB-Kes ini dapat mendorong capaian program, baik PKK, KB maupun kesehatan, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Salah satu problem kependudukan adalah mengubah pandangan untuk melakukan penundaan perkawinan dan penundaan kelahiran setelah menikah. Karena masih rendahnya angka rata-rata menikah bagi wanita, tercatat di jatim pasangan baru setiap tahun 36 ribu dan 14 ribu diantaranya berusia diawah 20 tahun. “Hal ini harus didorong untuk menunda anak pertama, sampai ibunya berusia diatas 20 tahun sehingga siap fisik dan mental,” tambahnya.

Ketua Panitya Ny. Tjahjono mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan koordinasi lintas sektor terkait dalam mendukung pelaksanaan kegiatan kesatuan gerak PKK – KB – Kes 2011, dan tercapainya kesamaan pemahaman teknis pelaksanaan kegiatan tersebut antara Provinsi dan Kab/ Kota.

Kegiatan ini diikuti 280 orang, terdiri dari Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pokja IV, Koordinator TP-PKK Bakorwil, Bappemas, Dinas Kesehatan, BKKBN Kab/ Kota se Jatim. Adapun Tema yang diketengahkan “Melalui  langkah nyata kesatuan gerak PKK – KB – Kes, kita tingkatkan pelayanan KB-kesehatan berkualitas”

Sebelumnya, di area parkir Gedung Empire palace, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jatim meninjau pelayanan kesehatan – KB secara gratis untuk masyarakat yang membutuhkan. (at/humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *