JAMBORE PIK, TABUH GENDERANG PERANG LAWAN AIDS DAN NARKOBA

JAMBORE PIK, TABUH GENDERANG PERANG LAWAN AIDS DAN NARKOBA

Dalam rangka memperingati HARGANAS ke XX Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang menyelenggarakan Kegiatan Jambore PIK Remaja berlangsung cukup meriah bertempat di Stadion Kahuripan Talok Turen pada hari Sabtu – Minggu tanggak 20-21 yang diikuti 350 peserta Remaja seluruh PIK Remaja Se Kabupaten Malang.

 

Kepala Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang Sukowiyono, SH, MM. mengatakan, rendahnya pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi bisa mengakibatkan seks bebas dan kehamilan yang tidak dikehendaki. Apalagi saat remaja memasuki masa pubertas yang biasanya mereka ingin mengetahui hal baru.

 

Di samping itu, para remaja juga rawan terpengaruh narkoba. Semua itu merupakan permasalahan remaja yang mendesak harus diatasi. Makanya PIK Remaja ini sangat membantu dalam memberikan pengetahuan tentang bahaya tiga hal tersebut.

 

PIK Remaja ini memang dilatih khusus untuk mendampingi para remaja di Kabupaten Malang dalam memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, bahayanya seks bebas, HIV AIDS dan peredaran Narkoba. PIK Remaja merupakan proses pendidikan diluar sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik yang menantang, dilakukan di alam terbuka, dengan membentuk watak sebagai sasaran akhir, bebernya.

 

Bentuk kegiatan jambore PIK Remaja berupa Lomba-Lomba, Perkemahan, Workshop GENRE, Game Zone Remaja Ceria ditutup dengan menyalakan api unggun. Remaja merupakan usia rawan dalam pengaruh lingkungan yang sangat kuat.

 

Kegiatan yang paling penting yakni memberikan sosialisasi terkait bahaya narkoba, seks bebas dan bahaya HIV AIDS dan pengetahuan tentang alat reproduksi untuk kesehatan reproduksinya. Jambore ini sekaligus sebagai upaya memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian.

Dengan kegiatan jambore PIK Remaja ini diharapkan remaja menjadi ujung tombak dalam memerangi seks bebas, penularan HIV AIDS dan peredaran Narkoba serta pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Sehingga remaja terhindar dari perilaku negative menjadi remaja energik, b

ersemangat, sehat, ceria, berkarakter, terhindar arus modernisasi lingkungan menjadikan remaja yang berkualitas tidak mudah terprovokasi, iming-iming, janji-janji para pengedar narkoba yang menjurus pada seks bebas dan perilaku negative lainnya.

 

Dalam kesempatan itu, beliau  juga berpesan kepada masyarakat untuk mendukung salah satu program dua anak cukup. Khususnya kepada para orang tua, agar memberikan pemahaman agar tidak menikah usia muda. Idelanya kalau laki-laki menikah usia di atas 25 tahun, sedangkan perempuan menikah di atas 20 tahun.

Sumber : Kabar Kanjuruhan Madep Mantep Malang Post Senin 23 September 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *