Jatim Miliki 2029 PIK Remaja/Mahasiswa

Jatim Miliki 2029 PIK Remaja/Mahasiswa

Remaja adalah aset berharga bagi sebuah bangsa, dengan catatan remaja tersebut memiliki kualitas yang unggul yaitu sehat, cerdas, bermoral dan etika serta berakhlak mulia. Namun demikian, kenyataannya dewasa ini fenomena di masyarakat banyak hal yang membuat remaja terjerumus pada hal-hal yang dapat menyebabkan mereka tidak dapat lagi diandalkan sebagai penerus masa depan bangsa ini.

BKKBN, yang sangat peduli pada kualitas penduduk melalui program KB telah memperkenalkan program GENRE yang tujuan utamanya untuk meningkatkan usia pernikahan pada remaja dan menghindarkan remaja dari TRIAD KRR (yaitu Seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA). Wadah pembinaan remaja oleh BKKBN adalah PIK Remaja/mahasiswa yang dikelola berdasarkan pendekatan dari, oleh dan untuk remaja.

Basis pengembangan PIK Remaja/Mahasiswa ada 4 yaitu Perguruan Tinggi Negeri & Swasta, sekolah umum dan agama (SMP,SMA, MI,MAN,dll), organisasi masyarakat dan kepemudaan (Pramuka, Karang taruna, dll) serta organisasi agama (pondok pesantren,dll).

Selain itu, program GENRE dikembangkan pula dalam wadah dengan sasaran keluarga yang memiliki remaja melalui kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR). Tujuan dibentuknya BKR adalah memberikan pemahaman dan membantu orang tua mengatasi masalah tumbuh kembang remaja serta menjalankan pendewasaan usia pernikahan.

PIK remaja/mahasiswa yang terdapat di Provinsi Jawa Timur hingga bulan Juli 2013 tercatat sebanyak 2.029 kelompok, terdiri dari 1.480 kelompok tahap tumbuh, 391 kelompok tahap tegak dan 221 kelompok tahap tegar.

Dalam rangka pembinaan untuk mengembangkan kreatifitas, keterampilan, dan tukar pengalaman bagi Pengelola PIK R/M belum lama ini Perwakilan BKKBN Jawa Timur menggelar acara Jambore untuk anggota PIK Remaja dan PIK Mahasiswa. Acara jambore diisi  dengan lomba-lomba dalam rangka peningkatan komitmen dan partisipasi remaja dalam program GENRE.

Dalam acara ini juga diundang para pembina PIK Remaja, karena peran serta pembina yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) KB Kabupaten/Kota juga sangat diharapkan dalam pencapaian tujuan PIK Remaja dan BKR. Perwakilan BKKBN dalam kesempatan tersebut mengundang  pembina dari 38 Kab/Kota se-Jatim untuk menghadiri acara ini.Selain itu tentu saja kader pengelola PIK Remaja/mahasiswa perwakilan dari 4 (empat) basis PIK Remaja/Mahasiswa juga diundang.

Total peserta yang diundang dalam acara yang digelar di Mojopahit Agro Lestari, Pacet, Kab. Mojokerto tanggal 26 27 Agustus lalu  sebanyak   238 orang. Kegiatan yang ada dalam acara ini adalah workshop materi program GENRE (pengelolaan PIK, TRIAD KRR, 8 fungsi keluarga dan Pendewasaan Usia Pernikahan), lomba ketangkasan dan pentas seni setiap perwakilan kabupaten/kota. Acara ini juga diharapkan menjadi ajang tukar pengalaman pengelolaan PIK Remaja/mahasiswa se-Jawa timur sehingga pada saat kembali ke daerah masing-masing para kader ini dapat mengelola PIKnya dengan lebih baik.

Jambore dengan tajuk “Jambore dan Ajang Ngumpul PIK Remaja/Mahasiswa 2013”  disemangati dengan kehadiran orang nomer satu di BKKBN Prof dr Fasli Jalal, PhD, SpG(K), yang didampingi oleh Plt. Kepala BKKBN Jatim Dra. Suhartuti, MM  dan Kabid KS/PK Drs. Ramli Charles P, Apt. Kepala BKKBN Prof dr Fasli Jalal, PhD, SpG(K) dalam kesempatan tersebut berkenan memberikan pengarahan kepada para peserta. (AT/Humas Perwakilan BKKBN Jatim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *