KB Bukan Sekedar Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk

KB Bukan Sekedar Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk

 

“Program KB bukan sekedar program pengendalian pertumbuhan penduduk semata, tetapi juga program pengaturan kelahiran dan pengasuhan anak secara sehat dan manusiawi. Kita harus menurunkan jumlah kematian ibu ketika melahirkan dan juga menurunkan jumlah kematian anak ketika dilahirkan atau pada saat masih usia balita. Ini adalah misi kemanusiaan yang mulia, misi kemanusiaan yang hakiki dan wajib hukumnya untuk kita jalankan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggungjawab.’’

Demikian disampaikan Deputi Bidang KSPK, Dr. Sudibyo Alimoeso, MA dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Siswanto, SH, MM, pada pembukaan acara Konsolidasi dan Orientasi Pengembangan Usaha bagi kelompok UPPKS se Jawa Timur yang diadakan di Hotel Griyo Avi, Surabaya, 26 September 2012.

Dalam kesempatan itu Deputi Bidang KSPK juga mengajak kita semua merenungkan kembali perjalanan pelaksanaan pembangunan di bidang Kependudukan dan KB, dimana berbagai keberhasilan, berbagai kegagalan, berbagai tantangan telah kita alami dan lewati, semuanya itu menempa kita untuk semakin dewasa, semakin memahami betapa pentingnya peran pembangunan bidang Kependudukan dan KB dalam kerangka Pembangunan Nasional. Sebagaimana arahan dari Bapak Presiden RI pada Upacara Peringatan HUT RI yang ke 67, beliau menegaskan kembali, bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 237 juta jiwa, merupakan tantangan bagi kita untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Untuk itu perlu digalakkan kembali program KB untuk menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Kualitas hidup rakyat harus terus ditingkatkan, baik dari segi pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja maupun penyediaan sarana bagi pelayanan publik.

Selanjutnya dalam acara  yang dihadiri PLH Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jatim  Dra. Suhartutik, MM, disampaikan oleh Siswanto, berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 laju pertumbuhan penduduk naik dari 1,47% tahun 2000 menjadi 1,49% tahun 2010. Dengan jumlah penduduk mencapai 237,6 juta jiwa, melampaui angka proyeksi yang diperkirakan 234 juta jiwa. Dengan LPP 1,49%, berarti pertambahan nominalnya setiap tahun sekitar 3-4 juta jiwa atau sekitar 10.000 bayi lahir setiap hari. Dan dari jumlah penduduk tersebut terdapat sekitar 13,3% atau sekitar 31 juta jiwa dalam keadaan miskin.

“Hasil pendataan keluarga yang dilakukan oleh BKKBN juga menunjukkan tingginya tingkat kemiskinan dari 62,4 juta keluarga Indonesia sekitar 44,8%  (27,9 juta) adalah keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I (keluarga miskin). Jumlah yang sangat banyak, sebab akan memberikan implikasi terhadap ketersediaan berbagai kebutuhan hidup, yang akan memberikan pengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama,” tandasnya.

Selanjutnya dikatakan, Pembangunan di bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak seketika dapat dinikmati. Pembangunan di bidang ini merupakan investasi yang sangat penting artinya bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di masa mendatang. Berdasarkan Pembangunan  Indeks Manusia Indonesia tahun 2011 menduduki urutan 124 dari 187 negara. Padahal tahun sebelumnya posisi IPM Indonesia pada ranking ke 108 dari 282 negara di dunia. Mengingat keterbatasan kemampuan pemerintah dalam memberdayakan dan menggerakkan masyarakatnya yang demikian besar dan luasnya wilayah negara Inondesia, maka untuk membantu pemerintah diperlukan adanya gerakan nasional dari seluruh elemen bangsa untuk ikut menggerakkan masyarakat agar lebih berdaya guna dan mampu mandiri.

“Ironisnya, data membuktikan kelahiran pada keluarga yang kurang mampu lebih banyak dibanding dengan keluarga mampu dan berpendidikan. Pada keluarga yang kurang mampu angka TFR = 3 sedangkan pada keluarga mampu dan berpendidikan rata-rata TFR 2,3,” katanya.

Menrut Deputi Bidang KSPK banyaknya keluarga miskin juga menjadi beban pemerintah. Sebab persoalan bagi keluarga miskin berkaitan erat dengan kemampuan mengakses pelayanan kesehatan dan pendidikan. Keluarga kurang mampu dengan jumlah anak yang banyak akan menurunkan kemampuan investasi sumber daya manusia (SDM) dalam keluarga. Akibatnya, tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat akan rendah, sehingga akan terus meningkat jumlah SDM yang rendah dan tidak mampu berkompetisi baik di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional.

Sekaitan hal tersebut pemerintah menetapkan RPJMN 2010-2014 dimana perencanaan pembangunan nasional tersebut telah meletakkan 11 prioritas pembangunan, yang salah satu diantaranya adalah prioritas pembangunan kesehatan yang mempunyai materi inti untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan KB di klinik KB swasta dan pemerintah. Peran BKKBN dalam hal ini adalah mendukung penguatan supply pelayanan KB dengan menyediakan sarana dan prasarana pelayanan KB, dan meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pelayanan KB. Disamping itu, sesuai dengan tugas dan fungsinya BKKBN akan meningkatkan penguatan demand dengan mengintensifkan promosi, advokasi, KIE dan penggerakan masyarakat dalam pembangunan Kependudukan dan KB, ujarnya.

Dalam akhir sambutannya Deputi menekankan enam hal, yang Pertama, Pengembangan kebijakan dan Pembinaan Kesertaan ber-KB dengan sasaran meningkatkan pembinaan kesertaan dan kemandirian ber KB di klinik KB pemerintah dan swasta yang melayani KB. Disamping itu kita juga akan terus meningkatkan kesertaan KB Pria.

Kedua, Pengembangan Sumber Daya Penyelenggara Program KB dengan sasaran strategis meningkatkan kapasitas sumber daya penyelenggara program KB di klinik pemerintah dan swasta yang dapat melakukan pelayanan sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP).

Ketiga, Pengembangan program Genre dalam rangka penyiapan Kehidupan berkeluarga bagi Remaja  dengan fokus meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku hidup sehat bagi remaja untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan Generasi Berencana (Genre).

Keempat, Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga sebagai bagian dari upaya untuk mengentaskan keluarga dari kemiskinan, kita perlu terus mendorong kelompok-kelompok usaha ekonomi produktif (UPPKS) agar mendapat akses terhadap sumber-sumber ekonomi yang dibutuhkan seperti permodalan, pemasaran dan teknis produksi, agar keluarga-keluarga miskin dapat terus melakukan usahanya. Dalam rangka Peningkatan Kemandirian ber KB Keluarga Pra Sejahtera dan KS I fokusnya adalah meningkatkan pembinaan dan kemandirian ber KB KPS dan KS I.

Kelima, Pembinaan Ketahanan Keluarga dengan fokus meningkatkan ketahanan keluarga bagi PUS kelompok kegiatan serta meningkatkan keterampilan keluarga dalam pengasuhan anak, pembinaan remaja dan peningkatan kualitas hidup lanjut usia.

Keenam, Keberadaan peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Rukun Warga (PPKB RW) di lini lapangan sangat strategis untuk meningkatkan parisipasi dan peran serta masyarakat dalam mendukung program kependudukan dan KB. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para petugas lapangan yang dibantu oleh para kader melalui penumbuhan, pembinaan dan pengembangan IMP (PPKBD, Sub PPKBD dan Kelompok KB) sebagai wadah untuk memberikan pelayanan sekaligus penyampaian pesan program kepada masyarakat.

Konsolidasi dan Orientasi Pengembangan Usaha bagi Kelompok UPPKS, sebagaimana dilaporkan Kepala Bidang KSPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur  Drs. Charles Panjaitan, Apt bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kualitas produk dan kapasitas SDM bagi pengurus kelompok UPPKS. Acara diikuti oleh para Kabid KSPK Kab/Kota se Jatim, Ketua kelompok UPPKS Unggulan se Jawa Timur.

Sebagai narasumber dalam acara ini antara lain Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga BKKBN, Konsultan Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Kepala Bidang Pengembangan IT Dinas Kominfo Jawa Timur, Dinas Koperasi Provinsi Jatim serta dari Bidang KSPK BKKBN Jatim. Dalam kesempatan itu para peserta memamerkan hasil UPPKS andalan daerah masing-masing (AT-Humas Perwakilan BKKBN Jatim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *