Keluarga Berencana: BKKBN Gelar Genre Action 2012

Keluarga Berencana: BKKBN Gelar Genre Action 2012

JAKARTA: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mengadakan Genre Action 2012 Lomba Poster Nasional guna merangsang remaja aktif untuk mengerti tentang KB dan  kependudukan.

“Lomba Poster Nasional ini merupakan salah satu dari bentuk kegiatan bagi generasi berencana. BKKBN berinisiatif menciptakan ruang publik bagi pencurahan daya kreativitas, ekspresi, dan sosialisasi generasi muda,” kata Subagyo, Plt Kepala BKKBN, Jumat (23/11/2012).

Menurut Subagyo, setelah dilakukan beberapa kali kegiatan percontohan selama 3 tahun terakhir, makan melalui kesempatan Genre Action 2012 Lomba Poster Nasional ini, BKKBN resmi meluncurkan konsep Genre Action sebagai ruang publik bagi generasi muda berencana.

Tema lomba ini mencakup Triad Kesehatan Remaja, yaitu Say no to drugs, Say no to free sex, and Say goodbay HIV/AIDS.

Kegiatan ini, tambah Hardyanto, Deputi BKKBN bidang Advokasi Pergerakan dan Informasi (Adpin), kegiatan ini diikuti oleh 33 provinsi. Masing-masing provinsi
mengirimkan perwakilan yang sudah diseleksi dalam tiga kategori, yaitu umum, mahasiswa, dan siswa SMA.

Semua peserta menerjemahkan dari tiga aksi generasi berencana  dalam bentuk ide kreatif, konsep desain, dan poster. “Hasil desain yang dibuat akan dinilai berdasarkan kriteria penilaian ide orisinil, kandungan konten pesan, grafis, dan kemasan lokal.

Sudibyo Alimoeso, Deputi BKKBN bidang Keluarga Sejahtera Pembangunan Keluarga (KSPK), menambahkan BKKBN mengembangkan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Kesehatan Reproduksi Remaja untuk SMA dan mahasiswa.

“Di seluruh Indonesia jumlah PIK ini sudah mencapai 16.000 unit. Kami berharap kegiatan genre action dapat memaksimalkan penggalian terhadap potensi generasi muda berencana,” ujar Sudibyo.

Menurut data, katanya, pertumbuhan penduduk pada 2010, jumlah penduduk berusia 15-19 tahun mencapai 20.888.734 orang.

“Data itu memperlihatkan jika generasi muda Indonesia tidak diarahkan penyaluran ekspresi dan ernegi mudanya, akan dapat merusak perkembangan bangsa Indonesia secara keseluruhan, terutama pada penyaluran energi remaja pada hal-hal yang negatif, seperti tawuran misalnya,” ungkap Sudibyo. (bas)

Sumber : http://www.bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *