Kepala BKKBN Prof. Fasli Jalal : PLKB Bakal Terima Tunjangan Fungsional

Kepala BKKBN Prof. Fasli Jalal : PLKB Bakal Terima Tunjangan Fungsional

  Ini berita gembira, surat keputusan  mengenai tunjangan fungsional untuk PLKB sudah ditandatangani oleh Presiden. Sebentar lagi para PLKB se Indonesia akan mendapat tunjangan fungsional per orang sebesar Rp. 950.000,- .

 

 
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prof. Fasli Jalal didepan para peserta Temu Pengelola dan Pelaksana Program Kependudukan, Keluarga berencana dan Pembangunan Keluarga Tingkat Nasional se Indonesia yang berlangsung di Hotel Empire Palace Surabaya (11/6/2014). Hadir dalam acara tersebut seluruh eselon I BKKBN, Ketua Tim Penggerak PKK Pusat sekaligus Ketua Umum Hari keluarga Nasional Ibu Vita Gamawan, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Ibu Nina Soekarwo dan undangan lain yang mencapai 650 orang. Acara ini dalam rangka peringatan Harganas ke XXI yang dipusatkan di Jawa Timur.
Dengan adanya tunjangan fungsional tersebut, Prof. Fasli Jalal berharap akan meningkatkan kinerja PLKB dalam mensukseskan pembangunan KKB dan pembangunan Keluarga Indonesia.

“Saat ini ada sekitar 46 juta PUS, semua harus tercatat PLKB yang bekerjasama dengan  PPKBD dan Sub PPKBD. Kita harus bekerja keras untuk memberikan perhatian kepada keluarga Indonesia yang kini berjumlah sekitar 67 juta ,” tandas Prof. Fasli.

Di era otonomi daerah ini diharapkan, perhatian terhadap KB dan pembangunan keluarga tidak semakin mengendor. Di Daerah diharapkan akan segera kantor BKKBD, sehingga dalam pemngelolaan KKB dan pembangunan Keluarga akan menjadi semakin lebih baik.

Sementara itu, usai memberikan sambutan Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Profesor Fasli Jalal berharap  semua komponen bangsa perlu mengembalikan fungsi keluarga pada posisi yang kuat. Berbagai masalah sosial dan kesehatan muncul, salah satunya diakibatkan karena belum berfungsi peran keluarga secara maksimal.

“Hal yang mendesak, kita lihat dihilir betapa keluarga cemas karena kesehatan ibu dan anak. Hal itu ditujukan dengan kematian ibu yang naik lagi. Kemudian kondisi anak kita, termasuk anak yang kurang terlindungi. Berbagai kejahatan seks menimpa mereka,” katanya.Fasli berpendapat seharusnya keluarga menjadi wadah pertama dan utama untuk mengatasi hal itu. Semua komponen bangsa perlu mengembalikan fungsi keluarga pada posisi yang kuat.

“Tapi kita kan tahu tarikan terhadap kondisi di keluarga besar. Pertama tarikan beban ekonomi. Kedua orangtua bekerja, waktu yang tersedia untuk anak sedikit sehingga diperlukan peran pengganti orangtua,” tuturnya.

Dikatakan Fasli, Posyandu dan PAUD, termasuk BKKBN diharapkan dapat memastikan dengan waktu yang pendek dicapai kualitas yang baik. “Melalui pelatihan dan sosialisasi mengenai pengasuhan anak,” ungkapnya.

Terkait remaja, Fasli menilai remaja sekarang banyak menghadapi godaan dan tantangan. Banyak kejadian-kejadian yang cukup memilukan menimpa remaja. Misalnya seks pranikah, perkawinan usia dini atau kadang narkoba. “Sebagian lagi bertarung melawan penyakit HIV,” paparnya.
Permasalahan seperti itu tambah Fasli harus disinergikan dengan BNN dan Kementerian Kesehatan. BKKBN masuk dari pendidikan sebayanya supaya anak muda mempengaruhi temannya.

“Kita siapkan modul dan alat kepada mereka untuk memberikan pemahaman kepada teman-teman, baik SMA, SMK atau perguruan tinggi,” ucapnya.
Fasli berharap orangtua semakin canggih berhubungan dengan anaknya. Perkembangan anak sangat berbeda jaman dengan jaman orangtua dulu. Oleh karena itu, Bina Keluarga Remaja, walaupun tersendat-sendat, namun perlu dihidupkan kembali.

“Jadi jika orangtua ada kumpulan yang mempunyai anak remaja, mereka saling berbagi mengenai remaja. Kami, BKKBN masuk dalam pendidikan sebaya dan konseling sebaya. Kita maksimalkan karena itu lebih didengar dan dilihat oleh remaja,” paparnya.

Acara Temu Pengelola dan Pelaksana Program KKB dan pembangunan keluarga dimaksudkan untuk memotivasi para kader dan pengelola program setiap tahun.  Dalam rangka HARGANAS XXI diadakan beberapa lomba antara lain : Lomba/penilaian kepada PLKB, Kader IMP, Pengelola/ Kader UPPKS, BKB, BKR, BKL, KB-Lestari, KB Pria, KB Perusahaan, PIK Remaja/Mahasiswa, Duta Mahasiswa, Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes, Posyandu, LBS, PHBS, Keluarga Harmonis, Jurnalis dan lain-lain. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 11 s/d 14 Juni 2014. Tema kegiatan ini adalah “Kita Tingkatkan Kebersamaan Dan Semangat Kerja Dalam Pencapaian Program Kependudukan, KB, Dan Pembangunan Keluarga”.(AT/Humas Perwakilan BKKBN Jatim).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *