Kunjungan Kerja Kepala BKKBN Dr. dr. Sugiri Syarif, MPA di Provinsi Jawa Timur

Kunjungan Kerja Kepala BKKBN Dr. dr. Sugiri Syarif, MPA di Provinsi Jawa Timur

Dari Uji Disertasi sampai Pembicara Seminar dan Workshop Nasional 

Memangku jabatan sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tidak hanya memiliki tugas dalam menentukan kebijakan, langkah dan program ke depan dari BKKBN. Dalam melaksanakan tugas, Kepala BKKBN seringkali melaksanakan berbagai kegiatan penunjang yang ikut berperan besar dalam mendorong meningkatnya pencapaian program – program BKKBN. Seperti pada tanggal 22 sampai 23 September 2011, Kepala BKKBN Bapak Dr. dr. Sugiri Syarif, MPA melakukan kegiatan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur tepatnya ke Kota Surabaya dan Kota Malang.

Kamis (22/09) pagi, Bapak Sugiri tiba di Surabaya dan segera memulai kegiatan kunjungan dengan menguji disertasi mahasiswa Pascasarjana Universitas Airlangga dr. Heriadi Manan untuk meraih gelar doktornya. Setelah menguji disertasi selama kurang lebih 2 jam, beliau menuju Kota Malang untuk melakukan Dialog Bersama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tema “Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR)” bersama Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Ibu Djuwartini, SKM, MM, Kepala BKBPM Kota Malang, DR. Drs. Ir. Djarot Edi Sulistyo, M.Si. yang mewakili Walikota Malang, serta Bapak Muhadjir Effendy selaku Rektor UMM.

Acara yang digagas Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa PIK (Pusat Informasi Konseling)  Sehati Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat  (BKBPM) Kota Malang ini dihadiri kurang lebih 400 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa UMM, SMK dan SMA Negeri Kota Malang, Kepala Sekolah SMK/ SMA Negeri Kota Malang, unsur PKK Kota Malang serta SKPD terkait. Bapak Sugiri menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan dari para peserta dengan gaya santai namun sarat muatan dan pesan khususnya bagi para remaja. Bapak Dr. Sugiri Syarief menyatakan bahwa permasalahan hubungan seksual pranikah di kalangan remaja cenderung meningkat. Hal ini terjadi  karena Informasi melalui teknologi komunikasi telah  menembus dinding keluarga, dan dikonsumsi para remaja yang belum siap menerima berbagai informasi tersebut.  Oleh karena itu,melalui program  PKBR yang merupakan satu dari program PIK Remaja, dapat menjadi solusi tidak hanya untuk  permasalahan perilaku hidup sehat khususnya kesehatan reproduksi remaja tetapi dapat berdampak positif pada pembangunan bangsa. Hal ini jugaterkait erat sehubungan dengan akan ditetapkannya grand design yang salah satu programnya yaitu memulai pembangunan secara fundamental dari unit terkecil yaitu keluarga. Setiap keluarga harus memahami tidak hanya tentang kesehatan reproduksi tetapi juga bagaimana membangun keluarga sejak dini dengan dasar akhlaq yang baik. Tentu saja hal ini merupakan tanggungjawab besar yang memerlukan dukungan dari semua pihak tidak hanya BKKBN melainkan seluruh masyarakat, pemerintah maupun swasta.

Pukul 19.30 WIB rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pertemuan Evaluasi Pelatihan Teknis Kontrasepsi yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi dari seluruhIndonesia. Kegiatan yang bertempat di Hotel Tugu ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana realisasi pelatihan Teknis Kontrasepsi serta mengevaluasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pelatihan di tiap provinsi.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ibu Djuwartini, SKM, MM, untuk Provinsi Jawa Timur sampai dengan 16 September 2011 pelatihan MOP telah terealisasi 100% dari yang telah ditargetkan yaitu sejumlah 140 pelatihan, pelatihan CTU IUD/ Implantberhasil mencapai 35% yaitu sejumlah 1.740 pelatihan dan sisanya sebanyak 65% akan dilaksanakan pada bulan Desember 2011, sedangkan untuk pelatihan MOW akan dilaksanakan mulai 19 September sampai dengan 16 Desember 2011 mendatang yang akan dibagi dalam 14 angkatan.

Hari berikutnya, Jumat (23/09) pukul 09.30 WIB kegiatan Bapak Sugiri dilanjutkan dengan mengisi materi pada National Contraception Update Workshop and Symphosium di Hotel Santika Malang. Pada sesi pertama ini Bapak Sugiri menyampaikan materi dengan tema “Tantangan Kependudukan dan Peran KB Nasional”. Dalam materinya beliau menjelaskan bagaimana kuantitas penduduk dapat berpengaruh besar pada kualitas penduduk serta mobilitas penduduk. Program KB yang begitu berhasil di era Orde Baru dan sempat melemah di era reformasi harus digalakkan lagi dengan merevitalisasi program Keluarga Berencana demi menjawab tantangan permasalahan kependudukan di Indonesia saat ini. Hal ini terjawab dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah melalui himbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengajak seluruh jajaran pemerintahan  mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota dan semua pemimpin pemerintahan agar tampil di depan untuk menyukseskan Revitalisasi Program Keluarga Berencana. Revitalisasi ini juga dituangkan dalam PERPRES Nomor 62 Tahun 2010 yang menambahkan muatan kependudukan pada tugas BKKBN, sehingga BKKBN tidak hanya menyelenggarakan kegiatan KB tetapi juga melaksanakan pengendalian penduduk.

Setelah menyampaikan materi tersebut, Bapak Sugiri mengakhiri kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Timur dengan terlebih dahulu menyempatkan diri  beramah tamah dengan para tamu undangan yang hadir, kemudian bertolak ke Jakarta. (Humas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *