Lahir Bayi Ke 7 Milyar

Lahir Bayi Ke 7 Milyar

Tanggal 31 Oktober ditetapkan PBB sebagai hari dimana lahir bayi yang ke 7 milyar.Program ini ditetapkan PBB untuk mengingatkan seluruh penduduk bumi bahwa planet yang kita huni sekarang sudah ditempati 7 milyar orang. Dengan penduduk sebanyak itu, otomatis bumi juga bakal menghadapi semakin banyak masalah karena ulah manusia.

Peringatan kelahiran bayi ke tujuh milyar ditandai dengan pemberian sertifikat kepada bayi yang lahir Senin  dini hari, beberapa detik selepas tanggal 30 Oktober 2011.

Sertifikat antara lain diberikan kepada salah seorang bayi di Filipina. Sembari membawa kue kecil, beberapa wakil PBB menemui Camille Dalura yang tengah tersenyum lebar sembari memandangi Danica May Camacho, bayi perempuan yang baru dilahirkannya di Jose Fabella Memorial Hospital Manila.

“Dia sungguh cantik. Tak percaya rasanya bahwa dia adalah warga dunia yang ke 7 milyar” kata  Dalura setelah menerima ucapan selamat dari para wakil PBB tersebut sebagai mana dikutip The Guardian.

Perlu diketahui Filipina kini sudah memiliki penduduk sebanyak 94,9 juta jiwa. Berdasarkan laporan PBB, 15 persen diantara total gadis berusia 15 – 19 tahun di negeri tersebut sudah pernah melahirkan.

Sertifikat bayi ke 7 milyar, selain di Filipina, juga diberikan kepada bayi yang lahir di Rusia. Adalah Pyotr, putri Marlina Nikolaeva, bayi lelaki yang dilahirkan disebuah klinik bersalin di Kalingrad, Rusia. Lahir dua menit setelah dini hari.

Di Bangladesh, bayi perempuan yang bernama Oishee juga diumumkan sebagai bayi ke 7 milyar setelah lahir di sebuah rumah sakit di Dhaka.

“Saya sangat bangga bisa menjadi bapak pada waktu yang sangat bersejarah,” ungkap Mohsin Hossain.

Sementara itu, di Kamboja, bayi ke 7 mi;lyar dilahirkan di Provinsi Preah Sihanouk yang terletak di sebelah selatan negeri tetangga Thailand tersebut.

“Dia anak kelima kami, sekaligus akan menjadi anak terakhir,” kata Pring Phal, sang ibu, kepada AFP.

Sementara itu, Pland International, sebuah lembaga yang berjuang mengentas anak-anak dari kemiskinan, lebih memilih seorang anak yang lahir di desa Mall, Uttar Pradesh, India sebagai warga dunia ke 7 milyar. Namanya Nangis, yang lahir dari keluarga petani miskin.

“Pilihan ini simbolis kerena mustahil mengetahui bayi mana yang lahir paling dulu pada 31 Oktober 2011 di seluruh dunia,” jelas Plan International dalam pernyataan resminya sebagaimana dikutip BBC.

Tak seperti ketika menyambut warga bumi kelima dan keenam miliar, kini PBB sengaja tak hanya memilih satu bayi. Diduga kuat itu dilakukan karena adanya kritik kepada badan dunia tersebut mengenai cara mereka memilih bayi simbolis sebelumnya.

Orang tua Adnan Nevic, bocah asal Bosnia Herzegovina yang terpilih sebagai bayi ke 6 milliar pada 1999, misalnya kecewa karena PBB hanya memanfaatkan anak mereka untuk kepentingan publikasi sesaat. Padahal, ketika Nevic yang kini berusia 12 tahun lahir, Sekjen PBB ketika itu, Kofi Annan, datang dan difoto sembari menggendong si bocah.

Tapi setelah itu, Nevic dan orang tuanya tetap dibiarkan hidup dalam kemiskinan hingga sekarang.

“Dia (Kofi Annan) memelukku dengan hangat saat aku berumur dua hari. Tapi setelah itu tak ada perhatian dalam bentuk apa pun dari dia,” ungkap Adnan Nevic kepada The Guardian.

Mungkin belajar dari kesalahan itu, ketika menyerahkan sertifikat kepada Danica May Camacho, wakil PBB sekaligus memberikan beasiswa dari para  donatur dan batuan bagi orang tua si bocah untuk membuka toko. (AT/JP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *