Meningkatkan Kesertaan Ber KB Dengan Memperbanyak Silaturahmi dan Pemberian Modal

Meningkatkan Kesertaan Ber KB Dengan Memperbanyak Silaturahmi dan Pemberian Modal

Adakah kaitan  atau korelasi positif antara kesibukan ibu-ibu dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga dengan kesertaan ber KB. Ini penting diketahui agar selanjutnya, nanti kalau itu ada kaitanya, BKKBN dalam upaya meningkatkan kesertaan PUS ber KB tidak lagi dengan pendekatan kontrasepsi tetapi dengan pemberian modal.

 Hal tersebut  dikatakan oleh Gernur Jatim DR.  H. Soekarwo dalam sambutannya seusai melantik Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jatim Ibu Ir.Dwi Listyawardani M.Sc DipCom.  di Gedung Grahadi Surabaya, 1 April 2014. Hadir dalam pelantikan ini Dr. Sudibyo Alimoeso, M.A Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN , Siswanto  SH, MM, Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga BKKBN, serta para Kepala Dinas terkait dan Kepala SKPD KB Kabupaten Kota se Jawa Timur.

Dikatakan oleh Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim,  Jawa Timur saat ini sudah mencapai TFR 1,75, capaian ini kini sedang dalam penelitian apakah kesibukan ibu-ibu dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberian modal UMKM  dalam usaha mikro kecil dan menengah di Jawa Timur yang sedang digalakkan ini,   ada kaitannya dengan pencapaian TFR tersebut.  Jawa timur kini memiliki Bank UMKN dengan bunga rendah 6 % setahun. Pemprov sendiri memberikan modal kepada ibu-ibu di desa dengan bantuan tunai Rp. 25 juta dua kali.

“Kalau ternyata ada kaitannya, ini artinya untuk kedepan, BKKBN dalam upaya meningkatkan capaian akseptor baru tidak lagi mempergunakan pendekatan kontrasepsi tetapi dengan pemberian modal usaha kepada ibu-ibu” kata Pakde Karwo. “Ini bukan beranti kontrasepsi tidak penting” imbuh Pakdhe.

Menurut Pakdhe Karwo, selain pendekatan melalui modal usaha, juga tidak kalah penting adalah pendekatan dengan silaturahmi. Karena masalah KB tidak akan bisa selesai hanya diatasi sendiri, tetapi diselesaikan bersana-sama, terkait dengan bidang-bidang lain, karena itu silaturahmi untuk merangkul pihak-pihak lain dalam  mensukseskan KB jadi sangat penting.

Pakde Karwo mencotohkan keberhasilan Situbondo dalam mensukseskan pencapai KB pria adalah berkat silaturahmi dengan TNI, Polisi dan para Kyai.

“Situbondo yang merupakan daerah santri, para bapaknya mau ikut ber KB karena fatwa Kyai melalui pendekatan dari berbagai pihak termasuk TNI dan Polri” tandas Gubernur yang menjabat untuk periode ke 2 itu.   Menurut Gubernur di era otonomi daerah ini lembaga di tingkat provinsi tak lebih hanya sebagai lembaga koordinasi, sehingga silaturahmi dan pendampingan menjadi sangat penting.
Sementara itu Ibu Ir.Dwi Listyawardani M.Sc DipCom usai pelantikan kepada wartawan mengatakan kalau akan berupaya sekuat tenaga untuk  mempertahankan keberhasilan Jawa Timur selama ini dan berupaya menigkatkan prestasi untuk menjadi lebih baik lagi.

“Pesan-pesan Gubernur sudah barang tentu akan sangat kami perhatikan untuk dilaksanakan” ujar Ibu yang sebelumnya sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat tersebut.

“Apalagi Jawa Timur merupakan provinsi besar, sebagai provinsi penyangga capaian nasional, maka kami harus kerja keras agar jangan sampai capaian Jawa Timur merosot, yang sudah barang tentu ini akan sangat mempengaruhi capaian tingkat nasional” ujar mantan Sekban Perwakilan BKKBN Jatim ini.

Usai Pelantikan di Grahadi, acara sambut Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur yang baru diteruskan di  gedung Lestari Perwakilan BKKBN Jatim. Ibu Ir.Dwi Listyawardani M.Sc DipCom bukan orang baru di lingkuntan karyawan Perwakilan BKKBN Jatim. Beliau mengawali menjadi karyawan BKKBN di Perwakilan BKKBN Jatim.  (AT/Humas Perwakilan BKKBN Jatim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *