MUI Jateng, Singgah ke Jatim Lihat Keberhasilan MOP

MUI Jateng, Singgah ke Jatim Lihat Keberhasilan MOP

Rabu (30/5) Rombongan dari jajaran Perwakilan BKKBN Jawa Tengah beserta ulama yang tergabung dalam MUI Jawa Tengah, dikomandani Sekretaris MUI Jateng  Prof.  Dr. Achmad Rofiq, MA tiba di Perwakilan BKKBN Jatim. Kunjungan ini dalam rangka ingin melihat lebih dekat keberhasilan Metode Operatif Pria (MOP) atau vasektomi di Jatim khususnya di Situbondo. Vasektomi sendiri oleh BKKBN sedang digencarkan sosialisasi dan penggunaannya sebagai alternatif metode kontrasepsi jangka panjang  bagi pria, guna meningkatkan partisipasi pria dalam pengaturan jarak kehamilan.  Hadir memberikan testimoni, Djatmiko, akseptor KB vasektomi dari Kota Surabaya yang berhasil memperoleh dua orang anak setelah menjalani proses rekanalisasi.

Rombongan Jateng disambut hangat oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Ibu Djuwartini, SKM, MM berserta jajaran di ruang studio mini Kantor Perwakilan BKKBN Jatim. Sekretaris MUI Jatim, KH. Imam Tabrani, mewakili MUI Jatim dan Kepala Kantor KB Situbondo,  H. Syaifullah, SE, M.Si pun turut hadir mendampingi.

Rombongan terdiri atas tokoh ulama MUI Jawa Tengah sebanyak enam orang, serta Ketua MUI wilayah Kabupaten yang paling tinggi pencapaian MOP-nya di Jateng  yakni Banyumas, Purbalingga, Jepara dan Banjarnegara, didampingi oleh Kepala Bidang  KB-KR  Dra. Erna Sulistyowati, MM. serta beberapa staf Perwakilan BKKBN Jateng.  Sebelum singgah di  Kantor Perwakilan BKKBN Jatim, rombongan terlebih dahulu mengunjungi Situbondo untuk melihat langsung kegiatan serta proses pelaksanaan MOP di kabupaten pemegang MURI MOP itu. Rombongan bahkan berkesempatan bertatap muka dengan tokoh agama setempat.

Apakah sebenarnya MOP atau vasektomi itu? Pada prinsipnya vasektomi adalah memotong saluran sperma pria. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pertemuan cairan sperma dan sel telur, sehingga kehamilan dapat dicegah. Saat ini metode vasektomi yang digunakan adalah  vasektomi tanpa pisau yang dikembangkan sejak tahun 1980-an. Sebenarnya secara medis prinsipnya hampir sama dengan vasektomi yang dilakukan sebelum pada 1980 yang menggunakan alat pisau. Bagian atas skrotum ditusuk dengan alat semacam gunting yang ujungnya runcing. Setelah dilubangi, saluran sperma ditarik ke atas lalu diikat. Bagian yang diikat dipotong dan dikembalikan ke dalam lubang lagi, kemudian lukanya diplester. Operasi kecil seperti vasektomi tanpa pisau ini sembuh lebih cepat, perdarahan sedikit, nyeri pasca operasi pun minimal.

Metode kontrasepsi MOP atau vasektomi, di Jawa Timur sendiri makin diminati masyarakat sebagai alternatif pilihan dalam ber-KB. Karena dinilai lebih praktis, prosesnya mudah, murah dan cepat. Hebatnya lagi, saat ini sudah ada yang namanya proses rekanalisasi, yaitu proses penyambungan kembali saluran sperma agar fungsinya seperti sedia kala. Bagi pria yang ingin mempunyai keturunan lagi setelah melakukan vasektomi, bisa menempuh cara ini. Tingkat keberhasilannya, kurang lebih 90 persen dapat mengembalikan fungsi saluran sperma seperti sebelum melakukan MOP.

“Saya ikut MOP pada tahun 1989, kemudian melakukan rekanalisasi pada tahun 1999. Dan belum sampai setahun (setelah menjalani rekanalisasi, red) , alhamdulillah istri saya hamil. Dan inilah hasilnya, putri saya Galuh Wangsit serta putra saya Gading Emas lahir setelah proses rekanalisasi.” Jelas Jatmiko atau yang akrab disapa Mbah Poleng saat menuturkan kisahnya memperoleh keturunan di hadapan seluruh rombongan kunjungan. “Dan soal rasanya (dalam berhubungan suami istri, red) terus terang saja, tidak ada bedanya sewaktu saya masih MOP maupun sesudah saya direkanalisasi. Boleh ditanyakan langsung pada istri saya” imbuhnya sembari tertawa.

“Dulu memang MOP sepertinya menakutkan karena harus dioperasi, ternyata setelah saya lihat sendiri, ternyata kok mudah sekali,  hanya tindakan ringan dan saya rasa malah lebih sakit kalau dikhitan. “ujar Prof. Dr. Achmad Rofiq, MA setelah mendapat penjelasan serta berkesempatan melihat langsung proses MOP di Situbondo sebelum singgah di Kantor Perwakilan BKKBN Jatim.

Melalui kunjungan ini diharapkan semakin banyak kalangan bisa mengenal lebih dalam tentang MOP atau vasektomi, yang sangat bermanfaat dalam mengatur jarak kehamilan/ kelahiran. Dengan merencanakan secara matang tiap jarak kelahiran, tiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan anak-anaknya tidak hanya secara materi atau fisik melainkan juga kebutuhan akan kasih sayang, perhatian, hingga pendidikan. Dari keluarga yang terencana ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal sehingga lahir generasi emas yang cerdas, produktif, inovatif, sehat dan unggul. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *