Optimis Target MDG’s Tercapai Tahun 2015

Optimis Target MDG’s Tercapai Tahun 2015

Bhirawa

Indonesia masih memiliki waktu tiga tahun untuk dapat mencapai target Millennium Development Goals (MDGs). Target ini akan bisa terwujud jika seluruh masyarakat Indonesia secara bersama-sama melakukannya secara bergotong royong.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Presiden RI Prof. Dr. Boediono kepada kurang lebih 5.000 undangan mulai dari menteri, gubernur, bupati, wali kota, DPRD hingga penggerak PKK dari seluruh Indonesia yang menghadiri acara Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke- IX dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-40 tahun 2012 di Puspa Agro Sidoarjo, Kamis (24/5).

“Jika melihat peran serta para kader PKK dan semangat gotong royong yang dimiliki masyarakat Indonesia, saya optimistis target MDGs bisa sesuai target, yakni pada 2015 mendatang. Oleh karena itu, mari lebih kita tingkatkan semangat gotong royong itu,” ujarnya.

Diharapkan pada 2015 mendatang, keseluruhan tujuan MDGs itu bisa dicapai sesuai target. Kedelapan tujuan itu adalah menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS- malaria dan penyakit menular lainnya, memastikan kelestarian lingkungan hidup serta membangun kemitraan global untuk pembangunan. Ke delapan tujuan pembangunan milenium itu dideklarasikan pada Konferensi Tingkat Tinggi Millenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, September 2000 lalu. Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah resolusi majelis umum PBB Nomor 55/2 tanggal 18 September 2000.

Boediono mengakui, sampai pertengahan 2012 ini, Indonesia masih memiliki tiga pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, yaitu penurunan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan, penanggulangan penyakit HIV/AIDS, TBC dan malaria, serta penyediaan akses air minum dan sanitasi dasar yang layak.
Semakin mepetnya waktu untuk memenuhi target tercapainya MDGs, Boediono meminta pemprov hingga tingkat kelurahan atau desa untuk bersinergi dan bergotong royong dengan masyarakat untuk bersama-sama mencapai tujuan pembangunan.

“Gotong royong harus diteguhkan lagi sehingga lingkungan selalu bersih dan mengurangi virus atau penyakit. Meski diakui bahwa semangat gotong royong, khususnya di kota-kota besar cenderung menurun. Karena itulah mari kita semua bekerja dan memberikan yang terbaik demi kemajuan bangsa,” tuturnya.

Boediono berharap adanya komitmen yang mengupayakan perbaikan nasib keluarga di Indonesia. Sebab keluarga adalah pilar utama bangsa. “Bangsa terbentuk oleh keluarga-keluarga. Tanpa keluarga sejahtera, mana mungkin bangsa sejahtera. Nah, PKK di sini memiliki peran sentral membentuk sebuah pondasi utama bangsa. PKK juga ada di keluarga dan masyarakat yang perannya sangat kuat,” katanya.

Sementara itu, dalam peresmian BBGRM ke-IX dan HKG PKK ke-40 tersebut, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjelaskan peringatan ini sebagai upaya kepedulian masyarakat dalam mengatasi maupun mencari solusi atas sebuah permasalahan yang berkembang.

“Kami sengaja kembali memadukan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dengan Hari Kesatuan Gerak PKK. Sebab ini merupakan peran aktif masyarakat Indonesia dalam mencapai pembangunan,” paparnya. Menurut mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut, Gerak PKK dimaknai sebagai upaya penyatuan langkah nyata 10 program pokok PKK mulai desa hingga tingkat nasional.

“Bagaimana cara mewujudkannya? Caranya dengan membentuk keluarga sehat dan sejahtera. Sebab itu merupakan kunci mewujudkan semua itu. Harapannya adalah terciptanya kebersamaan dan kepedulian serta pemicu semangat melaksanakan program pemerintah untuk bersinergi dengan masyarakat,” terang dia.

Ia mengakui, PKK merupakan cara yang efektif dalam menggelorakan semangat gotong royong dan sebagai sarana serta sistem yang efektif untuk meningkatkan kebersamaan dalam membangun keluarga sehat dan sejahtera.

Sumber : Bhirawa (25/5/2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *