Pagelaran Wayang Bima Suci Ramaikan Hari Keluarga di Jawa Timur

Pagelaran Wayang Bima Suci Ramaikan Hari Keluarga di Jawa Timur

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Ke XX Perwakilan BKKBN Jawa Timur mengajak masyarakat Surabaya untuk bersama-sama merayakannya dengan menikmati sajian wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Bayu Aji Pamungkas dihalaman Kantor Perwakilan BKKBN Jatim, Jalan Airlangga 31-33 Surabaya, pada Jumat malam, 14 Juni 2013.

Pagelaran wayang kulit ini disamping untuk melestarikan nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia juga bertujuan sebagai sarana dalam promosi program Kependudukan dan KB.

Dipilihnya pergelaran wayang kulit ini mempunyai beberpa pertimbangan anara lain: (1) sebagai media komunikasi tradisional, wayang kulit bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan beberapa kebijakan BKKBN secara persuasif, (2) pergelaran wayang Kulit, bagian dari upaya untuk menyuburkan dan mempertahankan keberadaan kesenian tradisional, (3) pergelaran wayang kulit bisa dinikmati dan ditonton banyak orang dari berbagai kalangan.

Dalang muda yang sedang naik daun putra dari dalang kondang ki Anom Suroto dari Surakarta  ini membawakan lakon Bima  Suci Banjaran Pandawa dengan tema membangun keluarga sejahtera.  Pagelaran wayang yang secara khusus  Mengkomunikasikan kebijakan BKKBN dimeriahkan pelawak Gareng dari Semarang  Semarang.

Dengan pagelaran wayang ini diharapkan tersosialisasinya dan dipahaminya kebijakan BKKBN kepada pemangku kepentingan bidang KB khususnya pendidikan keluarga dan pengembangan informasi mengenai program BKKBN. Terwujudnya kesadaran untuk mempertahankan dan melestarikan kekayaan seni dan budaya masyarakat Indonesia.

Pagelaran diawali dengan Penyerahan Tokoh Brotoseno dari Deputi Pengendalian Penduduk  Dr. Wendy Hartanto, MA  kepada   Ki Bayu Aji pamungkas diteruskan pagelaran Limbuk cangik yang di lanjutkan Dialog mengenai Program BKKBN oleh Kepala BKKBN yang akan dipandu Gareng dan Waranggono .

Sebelum pagelaran dimulai Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Ibu Duwartini SKM, MM dalam sambutannya mengingatkan bahwa keluarga merupakan  wahana pertama dan utama dalam menyemaikan nilai nilai budaya. “Peringatan Hari Keluarga ini penting untuk mengingatkan kepada kita semua untuk lebih memperdulikan kepada keluarga” kata Ibu Djuwartini. Semoga pagelaran ini akan memberikan makna dalam kehidupan tentang asal-usul kehidupan manusia yakni sangkan paraning dumadi. Lakon yang penuh keteladanan ini akan diudal  dan di wulang kepada kita semua akan nilai-nilai kehidupan oleh Ki Bayu Aji. Termasuk akan pentingya keluarga berencana dengan dua anak cukup menuju hidup yang bahagia sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *