PELATIHAN DASAR-DASAR DEMOGRAFI ANGKATAN III

PELATIHAN DASAR-DASAR DEMOGRAFI ANGKATAN III

Masalah kependudukan merupakan fenomena yang sangat dinamis sehingga tidak saja diperlukan kontemplasi tetapi juga pemikiran analitik yang menjadi bidang sains Demografi. Pengetahuan tentang Demografi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki pelaksana Program KB, baik pejabat struktural maupun fungsionalnya, tidak hanya bagi mereka yang berkedudukan di Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur namun juga yang ada di SKPD-KB Kabupaten/Kota.

Oleh karena itu BKKBN Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pelatihan dan Pengembangan menyelenggarakan Pelatihan Dasar-dasar Demografi Bagi Ka UPT/UPTB dan Koordinator PKB/PLKB, khususnya di 10 Kabupaten/Kota sasaran KKB Kencana. Sebelumnya pelatihan ini juga sudah dilakukan di Balai Diklat KKB Malang sebanyak 2 (angkatan) yang masing-masing terdiri dari 40 orang peserta. Sedangkan pelatihan yang diadakan di Bidang Latbang untuk Angkatan III dilaksanakan 19 s/d 22 Agustus 2014 dengan peserta sejumlah 41 orang.  Tujuan pelatihan ini adalah agar peserta dapat memperoleh pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam pemahaman dan analisis demografi.

 

Selanjutnya, Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, berkenan memberikan arahan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya beliau menyampaikan kondisi demografi di Jawa Timur dimana TFR, CPR dan unmetneed cenderung stagnan. Oleh karenanya, dengan mengikuti pelatihan ini para peserta diharapkan lebih memahami cara menghitung dan menggunakan teknik-teknik demografi dalam melakukan analisis terutama yang terkait dengan program Kependudukan dan KB untuk kemudian mengaplikasikan dalam tugasnya di lapangan.

 

Sementara pada saat penutupan, Ibu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com berkenan hadir untuk memberikan sambutan sekaligus dilanjutkan menutup acara secara resmi. Dalam sambutannya beliau sekali lagi menitipkan pesan kepada para peserta untuk lebih menekankan pada kualitas daripada kuantitas dalam capaian kinerjanya. Peserta KB dengan konversi metode kontrasepsi tidak boleh lagi dimasukkan sebagai peserta KB baru. Hal ini dikarenakan angka  capaian peserta KB baru di Jawa Timur dari tahun ke tahun cukup tinggi, namun tidak meberi dampak yang signifikan pada jumlah Peserta KB Aktif. Dengan peningkatan kualitas data pelaporan akan didapatkan data yang benar-benar real dan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Patut diwaspadai juga tren peningkatan jumlah pasangan subur di usia produktif seperti yang terjadi di beberapa Kabupaten di Jawa yang cenderung enggan memakai alat kontrasepsi. Hal ini patut dicermati karena jumlah ASFR 15-19 tahun yang besar dengan usia reproduksinya yang masih panjang tanpa memakai alat kontrasepsi berpotensi untuk menambah jumlah anak lebih dari dua.

Akhirnya, dengan pengetahuan dan ketrampilan di bidang demografi ini diharapkan capaian kinerja program KKBPK meningkat dan Jawa Timur Jaya Luar Biasa.(Widi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *