Pelayanan KB dan Seminar Kependudukan di Klenteng Eng An Kiong Malang

Pelayanan KB dan Seminar Kependudukan di Klenteng Eng An Kiong Malang

Minggu pagi, (27/5) Klenteng Eng An Kiong Jalan RE. Martadinata, Malang, tampak lebih ramai dari biasa. Di samping gerbang depan, terlihat si biru, bus MUYAN (Mobil Unit Pelayanan) KB Perwakilan BKKBN Jatim telah siap digunakan. Sementara di lantai dua, dua petugas duduk di belakang meja panjang tengah sibuk mendaftar antrian para ibu dari beragam usia, muda hingga setengah baya. Kesibukan ini rupanya dalam rangka memberikan pelayanan KB yang diselenggarakan berbarengan dengan Seminar Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera di Klenteng Tri Dharma tersebut.

Pukul 09.30 WIB, ruang di lantai tiga Klenteng Eng An Kiong yang digunakan sebagai tempat seminar mulai penuh. Selain komunitas Klenteng yang mayoritas adalah etnis Tionghoa, banyak masyarakat yang bermukim di sekitar klenteng ikut menghadiri seminar. Kebanyakan yang hadir adalah para ibu, tapi bukan berarti tidak ada pria, beberapa pria muda tampak duduk tenang siap menyimak materi seminar. Seorang lelaki bahkan sembari menggendong anaknya setia mengikuti acara.

Sangat menggembirakan ternyata,  peserta begitu antusias mengikuti seminar. 45 menit berlalu, materi Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera yang disampaikan Solekhan Syakur, M.Si (Widya Iswara Balai Diklat KKB Surabaya, Perwakilan BKKBN Jatim) dengan gaya bicaranya yang kocak namun sarat wawasan terus menyita perhatian peserta. Tiga materi selanjutnya, masing-masing penyajian dari Ketua FKUB Provinsi Jatim (Peran FKUB dalam Memantapkan Kerukunan Umat Beragama di Jatim), Ketua FAPSEDU Jatim (Peran Pemuka Agama dalam Program Kependudukan dan Keluarga Berencana), dan yang terakhir dari Perwakilan MATAKIN Jawa Timur (Pandangan Umat Konghuchu terhadap Program KKB) pun, disimak dengan seksama. Hingga akhir sesi, peserta sempat melontarkan  beberapa pertanyaan pada penyaji.

Hal ini mengindikasikan, bahwa kian hari masyarakat kita semakin faham penting dan manfaatnya mengikuti program KB. Secara sadar masyarakat mulai aktif mencari informasi tentang program KKB. Momen ini harus segera ditangkap dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh BKKBN Jawa Timur agar menyediakan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan tentang program KB sekaligus mempemudah akses pelayanan KB bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Seminar ini merupakan salah satu strategi operasional program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) guna mempercepat revitalisasi program dan mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan serta  keluarga kecil bahagia sejahtera. Khususnya dengan meningkatkan kerjasama dengan Majelis Agama Konghucu agar dapat membangun kepedulian komunitas Tionghoa untuk berpartisipasi dalam program KKB. Melalui kerjasama ini, diharapkan makin banyak pihak turut mendukung sosialisasi program KKB, sehingga gema program KKB dapat menjangkau seluruh penjuru daerah, tak terkecuali daerah GALCILTAS (tertinggal, terpencil, perbatasan).

Seminar dan pelayanan KB ini terselenggara berkat kerjasama Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim dengan Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Provinsi Jatim, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jatim, Yayasan Klenteng Eng An Kiong, didukung oleh Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Malang. Pelayanan kali ini mencakup pelayanan IUD, Implant dan konseling. Hingga berakhirnya kegiatan, total sebanyak 48 orang akseptor IUD dan implant berhasil terlayani, beberapa ibu yang meminta KB suntik dan pil pun dilayani. Calon akseptor IUD dilayani di bus MUYAN, sedangkan pemasangan implant dilakukan di ruangan lantai dua Klenteng Eng An Kiong. (Humas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *