Peningkatan Kualitas Pelayanan KB Melalui Pelatihan Tehnis IUD/IMPLANT

Peningkatan Kualitas Pelayanan KB Melalui Pelatihan Tehnis IUD/IMPLANT

       Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, Badan PPKB mempunyai tanggung jawab lebih besar terutama dalam pembangunan kependudukan dan keluarga berencana. Untuk menyikapi tantangan baru dalam pengendalian penduduk yang tidak hanya sebatas pengendalian kelahiran saja tetapi juga mencakup penurunan angka kematian ibu, bayi anak serta mobilitas penduduk. Pengendalian laju pertumbuhan penduduk sangat membantu mempercepat terwujudnya keluarga yang berkualitas sebagai modal dasar dalam mewujudkan visi pemerintah bondowoso, yaitu terwujudnya masyarakat Bondowoso yang beriman, berdaya, dan bermartabat.

      Kondisi Kabupaten Bondowoso berdasarkan data  kependudukan dan pencapaian program keluarga berencana  adalah sebagai berikut ;

Pertama, berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, penduduk Bondowoso sebanyak 736.530 jiwa, laki-laki 358.181 dan perempuan 378.349 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) sebesar  0,67 %.  LPP periode 2000 – 2010 ini lebih besar dibanding LPP periode 1990 – 2000, yaitu 0,48 %. Demikian juga angka Total Fertility Rate (TFR) tahun 2010 sebesar 1,70 % atau meningkat dibanding tahun 2009, yaitu 1,63 %. Kondisi yang menggembirakan adalah kebutuhan ber-KB yang belum terlayani atau unmet need dalam 3 tahun terakhir mengalami penurunan yang signifikan. Secara berturut-turut tahun 2008 = 13,52 %, tahun 2009 = 13,19 %, dan tahun 2010 = 11,86 %. Kita berharap tahun 2014 bisa mencapai 5 %, seperti yang diharapkan oleh Kepala BKKBN melalui Peraturan Kepala BKKBN Nomor 55/hk-010/b5/2010.

Beberapa kondisi riel tadi merupakan pekerjaan yang berat dan sebagai tantangan kita bersama dimasa mendatang. Laju pertumbuhan penduduk yang kita inginkan adalah pertumbuhan penduduk yang berkualitas yang selanjutnya sebagai potensi positif dalam pelaksanaan pembangunan, bukan sebaliknya.

Kedua, terkait dengan pencapaian program KB tahun 2010 yang lalu, khususnya pencapaian peserta KB-Baru. Bahwa pencapaian peserta KB-Baru Tahun 2010 telah melebihi target atau PPM yang telah ditetapkan, yaitu 28.616 akseptor atau 100,03 % dari PPM sebesar 28.608 akseptor.

Adapun rincian pencapaian peserta KB-Baru menurut metode kontrasepsi adalah sebagai berikut :

–          IUD                  =  2.535 akseptor atau 91,45 % dari ppm (2.772)

–          MOW              =      157 akseptor atau 55,09 % dari ppm (285)

–          MOP                =      483 akseptor atau 146,36 % dari ppm (330)

–          KONDOM        =  1.091 akseptor atau 241,37 % dari ppm (452)

–          IMPLANT         =  1.126 akseptor atau 110,61 % dari ppm (1.018)

–          SUNTIK            =  14.884 akseptor atau 109,65 % dari ppm (13.574)

–          PIL                   =  8.340 akseptor atau 81,95 % dari ppm (10.177)

Dari pencapaian peserta KB-Baru ini jika kita kelompokkan menurut MKJP dan NON MKJP maka terjadi perbandingan yang mencolok, yaitu 15,03 % MKJP dan 84,97 % NON MKJP. Padahal harapan Kepala BKKBN bahwa perbandingan antara MKJP dan NON MKJP adalah 35 % : 65 %. Melihat kernyataan ini, maka tugas kita amat berat. Oleh karena itu pelatihan tehnis IUD/ IMPLANT  merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan kesertaan ber-KB serta meningkatkan kualitas pelayanan KB. Kompetensi petugas pelayanan KB merupakan komponen terpenting untuk menentukan kualitas pelayanan KB, sehingga efek samping, komplikasi, dan kegagalan dalam penggunaan kontrasepsi dapat dihindari.

Pelatihan Tehnis IUD/ IMPLANT Tahun 2011 ini dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso diikuti oleh 120 Bidan  yang terbagi dalam 6 angkatan, yaitu :

  1. AngkatanI  :  tgl 3 s.d. 6 Mei 2011
  2. Angkatan II: tgl  9 s.d. 12 Mei 2011
  3. Angkatan III : tgl 23 Mei s.d. 26 Mei 2011
  4. Angkatan IV : tgl 30 Mei s.d. 3 Juni 2011
  5. Angkatan V: tgl 13 Juni s.d. 16 Juni 2011
  6. Angkatan VI : tgl 20 s.d. 23 Juni 2011

Sebagai narasumber atau fasilitator dalam pelatihan ini adalah Tim P2KT Provinsi Jawa Timur (Ibu Tyas Niringsih, S.Psi, S.St, MMKes dan Ibu Maria Rinelda, S.St).

Selamat berlatih semoga sukses…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *