Pentingnya KB Pasca Bersalin, PKB/PLKB Bojonegoro Ikuti Pelatihan Perencanaan Stratejik

Pentingnya KB Pasca Bersalin, PKB/PLKB Bojonegoro Ikuti Pelatihan Perencanaan Stratejik

BKKBN Jatim – Selama tiga hari (24 s/d 26 November 2014), sebanyak 40 PKB dan PLKB se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan Uji Coba Strategic Planning (Perencanaan Stratejik) bagi PKB. Acara berlangsung menarik pasalnya Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Ir.Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com langsung memberikan beberapa materi kepada peserta. Sehingga peserta mendapatkan bekal ilmu dari sumber yang sangat terpercaya. Adapun materi yang diajarkan kepada peserta antara lain: KB Pasca Persalinan, Strategic Planning, Learning Organization dan Mekanisme Operasional.
Dalam sambutannya, Bu Dani (sapaan akrab Dwi Listyawardani) menuturkan bahwa pentingnya pelatihan tersebut adalah guna mengkhususkan kegiatan sehari-hari peserta dan juga agar mereka bisa melihat sebuah masalah lebih spesifik. Ia juga mengajak para peserta agar terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. “Jadikan proses pembelajaran bersama sehingga jangan malu untuk menyampaikan pendapat,” ujar pejabat yang pernah memimpin di Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat ini.
Pada paparan materinya, Bu Dani memperkenalkan cara berpikir seperti Gunung Es atau lebih dikenal dengan teori “Iceberg” dimana Gunung es mengapung di atas air dan terlihat oleh mata, tetapi di bawah permukaan mereka dapat memperpanjang ratusan kaki dan dapat secara signifikan lebih besar daripada apa yang terlihat di atas air. Hal ini bisa diterapkan pada cara berpikir mengenai program KB. Dalam hal ini kaitannya dengan KB Pasca salin. Tak sedikit ibu setelah melahirkan yang tidak ber-KB. Ada banyak hal yang mempengaruhi misalnya karena budaya “selapan” atau mitos ketakutan akan efek samping memakai alat kontrasepsi. Disini gunanya berpikir sistem dimana harus dicari terlebih dahulu apa sebab-sebabnya dan lain sebagainya. Lalu baru bisa menemukan tindakan yang tepat untuk mengatasi permasalah tersebut.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi dari Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur tentang analisa SWOT (strenght, Weeknesses, Opportunity dan Treat). Para peserta diajak memetakan apa saja yang jadi kekuatan dan kelemahan mereka. Lalu, apa saja kesemoatan dan tantangan yang mereka hadapi. Setelahnya, hasil analisa tersebut bisa mengeluarkan ide/strategi guna mengatasi permasalahan yang ada.
Lebih lanjut, Kabupaten Bojonegoro dinilai memiliki banyak hal-hal unik di bidang KB dan Pembangunan Keluarga. Salah satunya adalah adanya pencangangan Kabupaten Bojonegoro Layak Anak. Selain itu, terdapat inovasi KB yang dilakukan yakni program kader tanggap ibu hamil dan kader tanggap IUD. Nantinya, keberhasilan kegiatan ini akan dijadikan percontohan bagi wilayah-wilayah lain di Jawa Timur.
Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengerjakan pre-test yang berisikan beberapa pertanyaan-pertanyaan berkenaan tentang program KB dan Pembangunan Keluarga. Adapun permasalahan yang diangkat adalah tentang KB Pasca Salin. Tujuannya adalah guna menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak. Sehingga peserta diharapkan akan memiliki keterampilan lebih dalam melakukan KIE (konseling misalnya) kepada PUS dan juga memiliki perencanaan stratejik dalam melakukan KIE.
Sumber: Bidang ADPIN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *