Perluas Program KB BKKBN Gandeng 72 Rumah Sakit Swasta

Perluas Program KB BKKBN Gandeng 72 Rumah Sakit Swasta

Jakarta – Dalam rangkan memperluas program Keluarga Berencana di daerah tertinggal, terpencil, dan perbatasan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menggandeng 72 Rumah Sakit yang berada dibawah naungan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (Pelkesi).

“Pelkesi memiliki 72 rumah sakit (RS) di seluruh Indonesia. Kami harap bisa menyumbang tercapainya target BKKBN yakni 7,3 juta akseptor baru,” kata Kepala BKKBN Dr. dr. Sugiri Syarief didampingi Ketua Umum Pelkesi dr. Daniel Budi Wibowo di Jakarta.

Sugiri menjelaskan dengan memiliki rumah sakit, dokter, perawat dan bidan di seluruh pelosok, Pelkesi bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk memberikan pelayanan KB kepada masyarakat.

Apalagi sekarang BKKBN sedang fokus menggarap program KB di daerah galcitas (terluar dan terpinggir), sehingga kontribusi Pelkesi dibutuhkan terutama untuk kawasan timur Indonesia. BKKBN akan menetapkan berapa target akseptor baru yang mestinya dicapai Pelkesi dalam tahun-tahun mendatang.

“Sekarang kami sedang kembangkan daerah galcitas, yang sebagian besar ada di Indonesia Timur, sehingga dengan kehadiran Pelkesi kami harapkan seluruh masyarakat di daerah ini terlayani,” jelas Sugiri.

Sugiri menambahkan penggarapan program KB di daerah galcitas masih tertatih-tatih karena kendala pendanaan untuk membangun sarana prasarana dan sumber daya manusia. Sedangkan untuk menjangkau daerah galcitas tersebut membutuhkan biaya yang jauh lebih besar, dibanding daerah lainnya.

Menurut Sugiri, BKKBN sedang fokus mengembangkan PLKB kontrak, untuk mencegah penyusutan seperti yang terjadi sekarang ini. Sistem kontraknya masih dalam pembahasan, namun kemungkinan dikontrak selama 3-5 tahunan dengan gaji di bawah PNS.

Jumlah PLKB terus menyusut dalam sepuluh tahun terakhir, hingga sekarang jumlahnya hanya sekitar 21.000. Masih dibutuhkan sekitar 18.000 PLKB.

Ketua Umum Pelkesi dr. Daniel Budi Wibowo menambahkan, hubungan kerjasama dengan BKKBN perlu dibangkitkan kembali, setelah beberapa tahun terakhir sempat renggang. Pelkesi fokus dalam pelayanan KB sejak tahun 1982, dan pernah memberikan kontribusi pemasangan alat kontrasepsi untuk wanita sebanyak 1000 perempuan.

Pelkesi yang selama ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, memiliki 60 kelompok kader kesehatan. Sebagian besar ada di kawasan Indonesia timur, seperti NTT, NTB, Papua dan Maluku.

“Sebagian besar kader juga berbasis dari gereja, yang bekerja untuk menginisiasi bagaimana masyarakat diberdayakan,” ucapnya.

Menurut dr Daniel, pihaknya memandang perlu mengembangkan kerjasama dengan BKKBN terutama bidang pelatihan pemasangan alat kontrasepsi kepada dokter, perawat dan bidan pada jaringan RS Pelkesi.

Rumah Sakit di bawah naungan Pelkesi, antara lain RS UKI Jakarta, RS PGI Cikini Jakarta, RS Emannuel Bandung, RS Baptis Kediri, RS Panti Waluyo Surakarta, RS Panti Rahayu Purwodadi dan RS Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang.

Sumber : inilah.com/read/detail/1902812/bkkbn-gandeng-72-rumah-sakit-swasta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *